We Buy From Indonesia, Bukti Rantai Pasok Indonesia Tembus Tesla hingga Boeing

Kemendag dan Kadin luncurkan buku "We Buy From Indonesia" pada 8 Agustus 2026 demi promosikan produk manufaktur nasional ke rantai pasok global.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah menyiapkan buku We Buy From Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekspor nonkomoditas Indonesia di kancah internasional.

Buku tersebut dijadwalkan meluncur pada 8 Agustus 2026 dan akan menjadi salah satu materi promosi utama menuju gelaran Trade Expo Indonesia (TEI).

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menjelaskan bahwa buku ini memuat daftar berbagai produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri, baik yang lahir dari investasi asing maupun investasi domestik.

“Buku ini sangat bagus untuk mendukung ekspor kita. Semua produk yang diproduksi di Indonesia, baik dalam rangka investasi asing maupun investasi dalam negeri, ada di buku itu,” ujar Budi Santoso di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (14/7/2026).

Nantinya, buku ini akan didistribusikan ke seluruh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Atase Perdagangan, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai belahan dunia sebagai "senjata" promosi kepada calon pembeli (buyer) dan investor global.

 

Menonjolkan Potensi Ekspor Nonkomoditas

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan bahwa inisiatif ini diarahkan untuk memperbesar kontribusi ekspor produk manufaktur dan komponen industri yang selama ini belum banyak terekspos ke publik.

Anindya memaparkan struktur nilai ekspor Indonesia saat ini yang mencapai total kisaran US$ 300 miliar:

  • US$ 60 miliar disumbang oleh komoditas utama (seperti batu bara, minyak sawit/palm oil, dan besi).
  • US$ 240 miliar bersumber dari berbagai produk manufaktur dan komponen industri yang dipasok oleh perusahaan-perusahaan Indonesia ke rantai pasok global.

“Angkanya itu kurang lebih sekitar US$ 300 miliar. US$ 60 miliar banyak dibicarakan mengenai batu bara, palm oil, maupun besi. Namun sisanya, sekitar US$ 240 miliar, juga sangat besar dan banyak sekali melibatkan perusahaan-perusahaan di bawah anggota Kadin,” jelas Anindya.

 

Bagian dari Rantai Pasok Perusahaan Raksasa Dunia

Buku We Buy From Indonesia akan menampilkan profil sekitar 80 perusahaan global terkemuka—seperti Tesla, IKEA, Uniqlo, hingga Boeing—yang selama ini telah membeli produk atau komponen dari pabrikan di Indonesia.

Dokumentasi ini diharapkan menjadi bukti nyata bagi dunia bahwa industri nasional memiliki standar tinggi dan telah menjadi bagian penting dari ekosistem industri global.

Di samping itu, peluncuran buku ini diyakini akan memperkuat daya tarik Trade Expo Indonesia, yang pada penyelenggaraan sebelumnya berhasil mencatat potensi transaksi hingga US$ 22,8 miliar.

“Tugas kami tentu untuk mempromosikan ini supaya makin banyak lagi pihak global yang menggaungkan We Buy From Indonesia,” pungkas Anindya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6