Liputan6.com, Jakarta - Genre drama survival game atau death game semakin populer di kancah internasional, terutama setelah kesuksesan serial Korea Squid Game. Namun, bagi para penggemar setia, Jepang telah lama menjadi pelopor genre ini melalui berbagai adaptasi manga dan novel yang ikonik. Jauh sebelum tren global saat ini, Jepang sudah memproduksi karya-karya brilian yang menguji moralitas manusia melalui permainan maut.
Dengan banyaknya pilihan drama Jepang tentang game yang beredar, penonton sering kali bingung harus mulai dari mana. Apakah Anda mencari permainan psikologis yang menguras otak, atau aksi bertahan hidup yang memicu adrenalin? Menentukan pilihan yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pemula maupun penggemar lama.
Artikel ini hadir untuk memberikan 10 rekomendasi drama Jepang tentang game terbaik yang wajib masuk dalam daftar tontonan Anda. Mulai dari teka-teki mematikan hingga permainan psikologis tingkat tinggi yang menguji akal sehat, daftar berikut telah disusun untuk memenuhi rasa haus Anda akan ketegangan yang tak terlupakan. Simak rekomendasi selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (14/7/2026).
Advertisement
1. Alice in Borderland (2020–2022)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4592198/original/029245000_1695958765-F7EUv_uakAAVkkR.jpeg)
Drama yang tayang di Netflix ini mengisahkan Arisu (Yamazaki Kento), seorang pemuda pengangguran yang gemar bermain video game. Suatu hari, ia dan dua temannya terjebak di Tokyo paralel yang kosong. Mereka terpaksa berpartisipasi dalam serangkaian game maut yang tingkat kesulitannya ditandai dengan kartu remi.
Jika kalah, nyawa mereka menjadi taruhannya. Arisu harus menggunakan kecerdasan dan insting bertahan hidupnya untuk memecahkan misteri di balik dunia paralel ini. Keunggulan drama ini terletak pada aksi laga yang intens dan sinematografi memukau, termasuk adegan ikonik di persimpangan Shibuya yang sepenuhnya kosong.
Drama ini merupakan adaptasi dari manga populer karya Haro Aso. Eksplorasi mendalam mengenai psikologi manusia saat berada dalam situasi ekstrem menjadikannya salah satu drama Jepang tentang game yang paling wajib ditonton.
Advertisement
2. Liar Game (2007–2010)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293967/original/057004200_1783765992-Liar_Game.jpg)
Nao Kanzaki (Toda Erika) adalah mahasiswi jujur yang menerima amplop berisi ¥100 juta dan undangan untuk mengikuti "Liar Game". Tujuannya sederhana namun kejam: menipu lawan untuk merebut uang mereka. Jika kalah, ia akan menanggung hutang miliaran yen. Nao kemudian meminta bantuan Shinichi Akiyama (Matsuda Shota), seorang mantan penipu jenius.
Berbeda dengan survival game yang mengandalkan kekerasan, Liar Game mengutamakan permainan pikiran (mind games) tingkat tinggi. Strategi manipulasi dan logika yang brilian menjadi senjata utama dalam menghadapi setiap babak permainan.
Liar Game diadaptasi dari manga karya Shinobu Kaitani dan menjadi salah satu drama paling banyak dibicarakan pada tahun 2007. Serial ini membuktikan bahwa drama Jepang tentang game tidak harus berdarah untuk membuat penonton merasa tegang.
Â
3. Kakegurui (2018)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296327/original/013234100_1784011833-Kakegurui.jpg)
Berlatar di Akademi Swasta Hyakkaou, sekolah elit di mana hierarki sosial ditentukan oleh kemampuan berjudi, Yumeko Jabami (Hamabe Minami) datang sebagai siswi pindahan yang terobsesi dengan judi berisiko tinggi. Yumeko hadir untuk mengacaukan sistem yang ada, di mana kekalahan berarti kehinaan sosial atau hutang yang melumpuhkan.
Ketegangan psikologis yang ditampilkan di Kakegurui sangat intens, didukung dengan visual dan ekspresi karakter yang over-the-top khas anime. Drama ini mengeksplorasi sisi gelap dari kecanduan dan risiko yang diambil oleh mereka yang haus akan kemenangan.
Meskipun taruhannya bukan nyawa secara fisik, konsekuensi dari setiap permainan judi di sekolah ini bisa sangat merusak kehidupan seorang siswa. Kakegurui memberikan sudut pandang unik mengenai obsesi dalam drama Jepang tentang game.
Advertisement
4. Tomodachi Game (2017)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296328/original/022737600_1784011833-Tomodachi_Game.jpg)
Sekelompok teman dekat tiba-tiba dituduh melakukan penggelapan dana dan terjerat hutang besar. Untuk melunasi hutang tersebut, mereka terpaksa mengikuti "Tomodachi Game" (Game Sahabat), sebuah permainan yang dirancang untuk menguji dan menghancurkan ikatan persahabatan mereka.
Dalam permainan ini, kecurigaan, pengkhianatan, dan manipulasi menjadi kunci untuk bertahan hidup. Drama ini mengeksplorasi sisi gelap dari hubungan antarmanusia saat dihadapkan pada pilihan sulit. Plot twist yang dihadirkan membuat penonton terus menebak-nebak akhir dari setiap babak.
Tomodachi Game adalah pilihan tepat bagi Anda yang menyukai drama Jepang tentang game yang berfokus pada konflik emosional yang mendalam dan pengkhianatan.
5. Kaiji (2009–2020)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577731/original/008847200_1694847185-5.jpg)
Kaiji Ito (Fujiwara Tatsuya) adalah pemuda yang terlilit hutang besar akibat nasib buruk. Ia mendapatkan tawaran untuk mengikuti permainan judi berisiko tinggi di atas kapal pesiar. Jika menang, hutangnya lunas, namun jika kalah, ia akan dijadikan budak pekerja paksa.
Sebagai salah satu pelopor genre death game di Jepang, Kaiji dikenal karena strategi permainannya yang kompleks. Eksplorasi tentang keserakahan dan keputusasaan manusia digambarkan dengan sangat realistis melalui akting yang menonjol.
Kisah ini telah diadaptasi menjadi trilogi film live-action yang populer. Kaiji tetap menjadi tolok ukur bagi banyak drama Jepang tentang game bertema judi yang muncul setelahnya.
Advertisement
6. Gantz (2011)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296329/original/024084300_1784011833-Gantz.jpg)
Kei Kurono (Ninomiya Kazunari) dan Masaru Kato (Matsuyama Kenichi) adalah dua siswa yang tewas tertabrak kereta. Namun, mereka justru dipindahkan ke ruangan misterius dan dipaksa berpartisipasi dalam permainan berburu alien dengan senjata canggih.
Jika berhasil mengumpulkan 100 poin, mereka memiliki opsi untuk hidup kembali atau menghidupkan orang pilihan mereka. Konsep fiksi ilmiah yang gelap ini dipadukan dengan adegan aksi dan pertarungan yang brutal.
Gantz yang diadaptasi dari manga karya Hiroya Oku ini telah terjual lebih dari 20 juta kopi. Bagi Anda penggemar fiksi ilmiah dalam drama Jepang tentang game, Gantz adalah tontonan yang tidak boleh dilewatkan.
7. As the Gods Will (2014)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296330/original/022183900_1784011834-As_the_Gods_Will__2014_.jpg)
Siswa SMA bernama Shun Takahata tiba-tiba dihadapkan pada permainan anak-anak yang mematikan, seperti Daruma-san ga koronda. Jika bergerak saat penjaga berbalik, kepala mereka akan meledak. Shun harus terus mengikuti serangkaian permainan untuk mengungkap dalang di balik semua ini.
Film yang disutradarai oleh Takashi Miike ini penuh dengan aksi brutal dan visual yang mengerikan. Perubahan permainan tradisional yang polos menjadi maut memberikan sensasi ketakutan yang unik.
As the Gods Will sering dibandingkan dengan Squid Game karena kemiripan premis permainannya. Namun, sutradara Hwang Dong-hyuk menegaskan bahwa kemiripan tersebut hanyalah kebetulan.
Advertisement
8. The Incite Mill (2010)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296331/original/024301700_1784011834-The_Incite_Mill__2010_.webp)
Sepuluh orang asing berkumpul di sebuah kompleks bawah tanah misterius setelah menerima tawaran pekerjaan dengan bayaran tinggi. Mereka dijanjikan ¥18 juta jika bisa bertahan hidup selama tujuh hari tanpa kekerasan. Namun, pada hari kedua, salah satu dari mereka ditemukan tewas.
Film ini merupakan thriller psikologis yang terinspirasi dari novel klasik And Then There Were None karya Agatha Christie. Nuansa kecurigaan dan misteri yang kental membuat penonton terus menebak siapa pelakunya.
Dengan plot twist yang mengejutkan di akhir, The Incite Mill menjadi rekomendasi drama Jepang tentang game bagi mereka yang menyukai misteri tertutup.
9. Acma: Game (2025)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296332/original/026761200_1784011834-Acma_Game__2025_.jpg)
Drama ini mengisahkan seorang pemuda yang terlibat dalam "Acma: Game", sebuah pertarungan adu kecerdasan untuk memperebutkan "kunci iblis" yang konon dapat mengubah dunia. Ia harus melawan lawan-lawan tangguh dalam permainan psikologis tingkat tinggi demi membalas dendam kematian ayahnya.
Cerita ini penuh dengan intrik, pengkhianatan, dan strategi yang rumit. Sebagai adaptasi manga populer, alur ceritanya sangat menegangkan dan memberikan kepuasan bagi penonton yang suka dengan karakter cerdas.
Acma: Game adalah salah satu contoh terbaru dari evolusi drama Jepang tentang game yang tetap mempertahankan elemen psikologis yang kuat.
Â
Advertisement
10. Meishi Game (2025)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296333/original/035401300_1784011834-10._Meishi_Game__2025_.jpg)
Kanda, seorang produser program kuis, terbangun di sebuah ruangan rahasia bersama putrinya dengan kalung misterius di leher mereka. Seorang pria misterius menantangnya memainkan "Meishi Game" (Permainan Kartu Nama). Jika Kanda gagal mengembalikan kartu nama kepada pemiliknya, putrinya akan mati.
Drama ini menggabungkan genre thriller dengan teka-teki logika yang menegangkan. Ketegangan emosional meningkat karena sang putri menjadi taruhan nyawa dalam setiap langkah yang diambil Kanda.
Meishi Game menawarkan premis yang sangat personal dan mencekam bagi para penggemar drama Jepang tentang game.
Pertanyaan Seputar Drama Jepang tentang Game
Q:Â Apa drama Jepang tentang game yang paling mirip dengan Squid Game?
A: Alice in Borderland dan Kaiji adalah judul yang paling sering disandingkan dengan Squid Game karena tema permainan bertahan hidupnya. Alice in Borderland lebih menonjolkan aksi, sementara Kaiji lebih berfokus pada strategi judi.
Q:Â Apakah semua drama Jepang tentang game bertema kekerasan?
A: Tidak. Judul seperti Liar Game dan Kakegurui tidak menampilkan kematian fisik, melainkan lebih fokus pada tekanan psikologis, manipulasi, dan konsekuensi sosial yang berat.
Q:Â Di mana saya bisa menonton drama ini?
A: Banyak judul tersedia di platform streaming legal seperti Netflix, namun untuk film seperti Kaiji atau Gantz, Anda mungkin perlu mencarinya di layanan penyewaan film digital atau platform yang menyediakan konten Jepang khusus.
Q:Â Apakah drama ini cocok untuk anak-anak?
A: Sebagian besar drama dalam daftar ini memiliki rating dewasa (17+) karena mengandung kekerasan, tema gelap, dan konten psikologis yang berat, sehingga tidak disarankan untuk ditonton bersama anak-anak.
Q:Â Apa perbedaan drama Jepang dengan Squid Game?
A: Drama Jepang genre ini cenderung lebih eksentrik, filosofis, dan over-the-top dalam penyajiannya karena berakar pada adaptasi manga yang sudah ada sejak dekade 90-an, dibandingkan dengan drama Korea yang seringkali lebih realistis secara emosional.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296716/original/039483300_1784021857-cek_fakta_-_gibran_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296274/original/073062000_1784009598-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577831/original/045518700_1694853962-Nonton_Film.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294052/original/078184700_1783778533-adams_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293767/original/045633200_1783749356-Alexander_Sorloth.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710891/original/090798400_1782791218-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295984/original/006342200_1783998580-000_B8H387Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360219/original/049314900_1758702530-AIBS3_Ep6_S46_Unit_017-edit111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291724/original/039709500_1783574646-First_Love_HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288677/original/057556500_1783330396-KV_MASTER_LANDSCAPE_MOV_DREAM_BEGINS__LOVE_ENDS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295453/original/007847300_1783930025-1000583146.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574627/original/033619400_1777969465-063_2274558271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292989/original/021032900_1783667401-Screenshot_2026-07-10_140648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296730/original/007776000_1784022616-1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296666/original/023680200_1784020121-Screenshot_2026-07-14_154109.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296361/original/036884200_1784012287-h.jpg)