Pemprov DKI Layangkan SP3, Pedagang Pasar Barito Diminta Segera Kosongkan Lapak

Peringatan ini disampaikan melalui Pemkot Jakarta Selatan bersama Dinas PPKUKM dan Satpol PP DKI.

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 12:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta keluarkan SP-3 untuk pedagang Pasar Barito di Taman Langsat.
  • Penataan kawasan ini untuk pengembangan RTH Taman Bendera Pusaka.
  • Pedagang direlokasi ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.

Liputan6.com, Jakarta- Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Surat Peringatan Ketiga (SP-3) kepada pedagang Pasar Barito eks Lokasi Sementara (Loksem) yang masih menempati area Taman Langsat, Kebayoran Baru, pada 21 Oktober 2025. Peringatan ini disampaikan melalui Pemkot Jakarta Selatan bersama Dinas PPKUKM dan Satpol PP DKI.

Berdasarkan Surat Tugas Sekretaris Kota Jakarta Selatan Nomor 1017/KG.11.00, tim gabungan menyampaikan SP-3 kepada pedagang eks Loksem JS 25, 26, 30, dan 96 yang berada di area tersebut.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menyebut langkah ini merupakan bagian dari proses penataan kawasan yang telah berlangsung secara bertahap, sekaligus menjadi batas waktu terakhir bagi para pedagang untuk membongkar dan mengosongkan lokasi usaha secara mandiri.

“Kami berharap para pedagang dapat merespons peringatan ini dengan bijak dan memindahkan barang-barangnya secara mandiri,” kata Ratu dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (22/10/2025).

Ratu menyampaikan, penataan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terpadu bernama Taman Bendera Pusaka. Kawasan ini akan menggabungkan tiga taman di sekitarnya menjadi ruang publik yang lebih hijau, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Pemerintah Siapkan Lokasi Baru dengan Fasilitas Lebih Baik

Menurut Ratu, area yang selama ini digunakan para pedagang eks Pasar Barito termasuk dalam zona pengembangan RTH tersebut. Ratu bilang, penataan kawasan itu tidak dimaksudkan sebagai penggusuran, melainkan bagian dari transformasi kota untuk memberikan ruang usaha yang lebih baik bagi para pedagang.

“Pemerintah telah menyiapkan lokasi penataan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, dengan fasilitas yang lebih layak, higienis, dan strategis. Kami mengimbau agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin,” jelas Ratu.

Sebagai tindak lanjut dari penyampaian SP-3 itu, petugas juga memasang stiker pemberitahuan pada kios-kios pedagang eks JS 25, 26, 30, dan 96 yang telah terpantau kosong dan tidak lagi beroperasi. Langkah ini menjadi bagian dari proses administrasi penataan kawasan.

Daftar kios kosong yang sudah ditempeli stiker pemberitahuan meliputi beberapa titik strategis, yaitu di JS 25 (Hewan) kios nomor 10, 11, 13, 14, 17, 18, 19, 25, 26, 28, 34, 35, 36, 42, dan 58; di JS 26 (Parcel Buah) kios nomor 06, 07, 09, 10, dan 11; serta di JS 30 (Kuliner) kios nomor 06, 10, 11, 12, 14, 15, 18, 19, dan nomor 22 hingga 32.

Pramono Yakin Pedagang Mau Direlokasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan rencana relokasi pedagang Pasar Burung Barito ke Sentra Fauna Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel) berlangsung lancar.

Menurut Pramono, Sentra Fauna Lenteng Agung itu hampir rampung dan akan segera beroperasi. Dia menyampaikan, meski saat ini masih ada penolakan dari pedagang, namun lambat laun diyakini pedagang bakal sukarela untuk pindah.

“Yang (pedagang) Barito bismillah, nanti mau,” kata Pramono di kawasan Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6