Indonesia Aktif Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan di OIC Labour Center

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Islam dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) global melalui OIC Labour Center. Langkah ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam konferensi ketenagakerjaan OKI di Doha, Qatar.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 09:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Indonesia berkomitmen perkuat kolaborasi SDM dengan negara Islam melalui OIC Labour Center.
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen ini di Konferensi Menteri Ketenagakerjaan OKI.
  • Indonesia siap aktif dalam dialog tematik dan penguatan kapasitas pelatihan vokasi.

Liputan6.com, Doha Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan negara-negara Islam dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di tingkat global. Langkah ini diwujudkan lewat peran aktif Indonesia di Organization of Islamic Cooperation (OIC) Labour Center.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal Pusat Ketenagakerjaan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Azar Bayramov. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela Sesi ke-6 Konferensi Menteri Ketenagakerjaan OKI yang digelar di Doha, Qatar, dan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ketenagakerjaan antarnegara anggota OKI.

"Kami siap bekerja sama dalam berbagai bidang yang dapat memperkuat kapasitas kelembagaan dan SDM di antara negara-negara anggota OKI sebagai wujud solidaritas dan semangat kebersamaan dunia Islam dalam membangun masyarakat yang produktif, adil dan inklusif, " ujar Yassierli dalam Siaran Pers Biro Humas, Jumat (17/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Yassierli menyatakan OIC Labour Centre sebagai wadah dialog kebijakan yang bersifat melengkapi dan bersinergi dengan peran Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) serta lembaga-lembaga relevan lainnya.

Yassierli menjelaskan Indonesia juga akan terus berpartisasi aktif dalam dialog tematik yang digelar OIC Labour Center mengenai pasar kerja, green jobs, transformasi digital, dan masa depan pekerjaan (future of work). "Indonesia siap menjadi mitra aktif dalam perumusan rekomendasi kebijakan bagi negara anggota OKI di bidang-bidang strategis tersebut, "  ujarnya.

Yassierli menambahkan dalam pengembangan SDM, Indonesia siap berkolaborasi dalam penguatan kapasitas instruktur pelatihan vokasi dan pengawas ketenagakerjaan. "Eksplorasi program pelatihan dan pemagangan bersama dengan dukungan lembaga pelatihan vokasi Indonesia (BLK/BBPVP), " lanjutnya.

Yassierli optimistis, di bawah kepemimpinan Azar Bayramov dari Azerbaijan, OIC Labour Center akan semakin fokus pada pembangunan SDM yang kompetitif dan adaptif terhadap perubahan global.

“Saya yakin kerja sama antara Indonesia dan OIC Labour Center akan semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial serta ekonomi negara-negara anggota,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6