Ketika Prabowo Terang-terangan Singgung Pejabat Lemah Iman Terjerumus Korupsi Hingga Penyelewengan

Prabowo menyoroti korupsi dan penyelewengan di pemerintahan sebagai kelemahan utama yang harus segera dibenahi agar kekayaan alam dan potensi sumber daya manusia Indonesia benar-benar membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di balik keyakinannya akan masa depan Indonesia, Presiden Prabowo Subianto tak menutup mata terhadap kenyataan yang masih mengganjal. Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang melimpah, namun tetap memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi.

Prabowo mengungkapkan kekurangan Indonesia yakni, masih banyaknya korupsi dan penyelewengan di pemerintahan. Dia menyebut tindakan pejabat tersebut akhirnya membuat keluarga mereka menderita.

"Saya sudah melihat terlalu banyak ya pejabat yang lengah atau lemah iman, lemah akhlak, melakukan tindakan dan akhirnya termasuk keluarganya yang menderita ya," kata Prabowo usai menyaksikan penyerahan uang Rp13 triliun hasil sitaan korupsi ekspor CPO kepada negara di Kejaksaan Agung Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Dia menyentil para pengusaha serakah yang menganggap mampu menipu Indonesia. Prabowo menegaskan pemerintahannya akan membuktikkan bahwa Indonesia sangat kuat dan akan menegakkan kedaulatan negara.

"Kalau mereka para pengusaha-pengusaha serakah itu menganggap bisa menipu terus-menerus bangsa sebesar Indonesia, ya saya kira itu kita akan buktikan bahwa kita masih eksis, masih kuat dan kita bertekad untuk menegakkan kedaulatan kita demi rakyat kita," tuturnya.

Menurut dia, harta yang didapatkan dengan mengorbankan rakyat terhitung haram. Prabowo meyakini rezeki yang didapat dengan cara tak baik akan membawa ketidakbaikan untuk siapapun dan keluarganya.

"Harta, apalagi didapatkan dengan cara yang mengorbankan rakyat kita itu harta itu adalah harta yang haram. Rezeki yang tidak baik dan ujungnya pasti akan membawa ketidakbaikan kepada siapapun dan keluarganya," ujar Prabowo.

Di sisi lain, dia memperingatkan kejaksaan dan kepolisian untuk tidak melakukan kriminalisasi, khususnya kepada masyarakat kecil dan lemah. Prabowo menyampaikan penegakkan hukum harus tajam keatas dan tumpul ke bawah.

"Jangan mencari-cari perkara apalagi terhadap orang kecil. Ya. Orang, orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat susah. Jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari," jelas Prabowo.

 

Bukan Kali Pertama

Prabowo pun sebenarnya, sudah lama menyoroti pejabat yang suka korupsi ini. Hal tersebut disampaikan saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025).

"Kekurangan kita terutama menurut pendapat saya adalah sikap mental para elit bangsa, terutama mereka-mereka yang pegang jabatan jabatan penting sebagai wakil rakyat, sebagai utusan rakyat dan sebagai mandataris rakyat," jelas dia. 

"Saya sebagai Presiden RI melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi," sambungnya.

Dia pun mengajak seluruh pihak yang mendapat mandat dari masyarakat untuk memperbaiki diri dan sistem. Prabowo menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan undang-undang dasar (UUD) 1945.

"Saya pada kesempatan ini ingin menyampaikan justru di hari besar ini saya sebagai mandataris rakyat saya telah disumpah di hadapan rakyat untuk menegakkan UUD dan Insya Allah saya akan melaksanakan sumpah tersebut dengan tidak ragu-ragu," ujarnya.

Prabowo juga memperingatkan semua pihak untuk tidak mempermainkan, membohongi, dan menipu Indonesia. Dia menegaskan akan menyingkirkan pihak-pihak yang tak setia terhadap negara dan melanggar UUD.

"Mereka-mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu ragu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa partai mana suku mana. Yang tidak setia kepada negara, yang melanggar undang undang yang melanggar undang undang dasar akan kita tindak," tutur Prabowo.

Penyerahan Sitaan Korupsi Rp 13 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan uang sebanyak Rp 13,255 triliun yang merupakan hasil sitaan kasus korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO) kepada negara. Uang tersebut diserahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Jaksa Agung menyerahkan sebuah dokumen kepada Purbaya sebagai simbolis. Di belakangnya, terdampat tumpukan uang Rp 13 triliun yang diserahkan kepada negara.

Prabowo tampak berdiri di samping Jaksa Agung dan Menteri Keuangan saat proses penyerahan uang. Prabowo lantas bertepuk tangan dan tersenyum saat tumpukan uang itu resmi diserahkan kepada negara.

Sebelum prosesi penyerahan, Prabowo sempat melihat tumpukan uang Rp 13 triliun hasil korupsi ekspor CPO. Dia juga memanggil dan berbincang dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya, Jaksa Agung, dan sejumlah pejabat lainnya.

Adapun uang hasil sitaan korupsi ekspor CPO yang diserahkan kepada negara sebesar Rp 13.255.244.538.149.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    Prabowo Subianto
  • liputan6
    Korupsi adalah penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.
    Korupsi
  • Prabowo
  • pejabat