Ibas Demokrat Dorong Pelestarian Warisan Jamu Nusantara

Ibas menyampaikan bahwa jamu bukan hanya minuman kesehatan, tapi juga bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga.

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 00:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ibas kunjungi Magetan, apresiasi UMKM jamu sebagai warisan budaya dan solusi kesehatan.
  • Jamu dianggap identitas bangsa, pemberdaya perempuan, dan penggerak ekonomi desa.
  • Ibas berkomitmen dukung UMKM jamu, permodalan, logistik, serta kesejahteraan masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengunjungi Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Magetan, Kamis (16/10) dalam acara bertema "Dari Rasa ke Raga: Merawat Tradisi Jamu Nusantara dari Magetan.

Ibas mengatakan, kunjungannya menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM yang menjaga warisan budaya jamu tradisional. Sekaligus menjadi bentuk perhatian kepasa pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.

Mengutip siaran pers, Warga Desa Karangrejo menyambut hangat kedatangan Ibas, mulai dari ibu-ibu PKK, kader posyandu, hingga para penjamu. Dalam sambutannya, Ibas menyampaikan bahwa jamu bukan hanya minuman kesehatan, tapi juga bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga.

"Jamu menyehatkan badan dan jiwa, serta menjadi simbol warisan budaya kita,” ujar Ibas seperti dikutip Jumat (17/10/2025).

Ibas menekankan, jamu merupakan bagian dari solusi kesehatan preventif dan berperan penting dalam pemberdayaan perempuan serta ekonomi desa.

"Dapur jamu di Karangrejo mencerminkan kekuatan ekonomi lokal berbasis tradisi yang patut dibanggakan dan terus dikembangkan," dorong Wakil Ketua MPR RI ini.

Lebih lanjut, Ibas menjelaskan bahwa jamu telah menjadi bagian dari peradaban Indonesia sejak abad ke-13, jauh sebelum munculnya berbagai merek kesehatan modern. Ia menilai warisan ini sangat berharga dan perlu dilestarikan dengan cara yang kreatif dan produktif.

 

Motor Penggerak UMKM

Dalam konteks ekonomi, Ibas menyoroti para pembuat jamu di Karangrejo, mayoritas perempuan, telah menjadi motor penggerak UMKM. Ia menilai peran perempuan sangat vital dalam menjaga kesinambungan budaya dan ekonomi lokal melalui jamu.

Dia menceritakqn, salah satu momen menyentuh dalam kunjungan ini adalah pertemuan Ibas dengan Bu Lami, pembuat jamu gendong yang telah berjualan selama 34 tahun. Ibas mengaku kagum dan dukungan terhadap perjuangan Bu Lami serta menegaskan pentingnya dukungan permodalan dan logistik untuk pelaku usaha mikro seperti ini.

Dia pun berkomitmen dalam mengawal program-program pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya kampung jamu. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak, kesehatan lansia, serta pemberdayaan UMKM sebagai pondasi kehidupan berkualitas.

"Dari jamu, kita rawat rasa dan raga Indonesia,” dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6