Ibas Ajak Pelaku Pasar Modal Bangun Patriotisme Ekonomi

Unsur terpenting dalam ekonomi adalah kepercayaan.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 13:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, mengajak seluruh pelaku pasar modal, investor, akademisi, dan generasi muda untuk membangun patriotisme ekonomi melalui penguatan etika, integritas, dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama kemajuan ekonomi nasional.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan bertajuk “Membangun Patriotisme Ekonomi Melalui Etika, Integritas, dan Kepercayaan Publik: Dari Investor Menjadi Pemilik Masa Depan Indonesia” yang digelar di Kompleks MPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

“Geoekonomi menunjukkan bahwa pertarungan utama saat ini bukan lagi soal senjata, melainkan soal modal, data, dan investasi. Dalam kondisi seperti ini, satu hal menjadi yang paling krusial, yaitu kepercayaan,” ujar Ibas.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, kepercayaan merupakan modal yang tidak kalah penting dibandingkan sumber daya alam maupun kekuatan finansial.

"Kepercayaan menjadi faktor yang menentukan masuk atau keluarnya investasi, sekaligus menjadi fondasi stabilitas ekonomi suatu negara," jelas Ibas.

Mengutip ekonom peraih Nobel Robert Shiller, ia mengatakan bahwa unsur terpenting dalam ekonomi adalah kepercayaan.

“Ekonomi tidak berdiri di atas modal saja, tetapi berdiri di atas kepercayaan. Ketika kepercayaan tumbuh, investasi akan datang. Ketika investasi datang, pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat,” ungkap Ibas.

 

Indonesia Punya Modal Kuat untuk Maju

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu juga percaya, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Sebab, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia didukung oleh populasi besar, bonus demografi, pasar domestik yang kuat, serta sumber daya alam yang melimpah.

Selain itu, stabilitas fiskal dan moneter yang terus dijaga menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan global yang masih berlangsung.

“Indonesia memiliki semua faktor penggerak yang dibutuhkan untuk maju. Kita memiliki sumber daya, pasar yang besar, generasi muda yang produktif, dan ketahanan ekonomi yang terbukti mampu menghadapi berbagai krisis,” yakin dia.

Lulusan S3 IPB University itu menjelaskan, pembangunan ekonomi nasional harus bermuara pada tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Karena itu, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari angka, tetapi juga harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dalam konteks pasar modal, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia itu menilai, pasar modal merupakan cerminan tingkat kepercayaan terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Hal itu dibuktikan, pasar modal Indonesia terus berkembang dan menunjukkan daya tahan yang kuat setelah melewati berbagai periode krisis.

“Pasar modal adalah cermin kepercayaan. Dari berbagai krisis yang pernah kita hadapi, Indonesia terus tumbuh, belajar, dan bangkit. Kita memang masih berkembang dibandingkan pasar global yang lebih maju, tetapi justru di situlah letak peluang besar Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, di tingkat global, berbagai indikator investasi dan peringkat kredit menjadi barometer yang menunjukkan tingkat kepercayaan dunia terhadap sebuah negara. Oleh sebab itu, penerapan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas harus terus diperkuat.

“Good governance bukan pilihan, melainkan keharusan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya dengan narasi, tetapi harus dibuktikan melalui tata kelola yang baik, konsistensi kebijakan, dan integritas seluruh pemangku kepentingan,” dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6