Ibas Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Hubungan Strategis Indonesia-Korsel

Ibas menegaskan, hubungan Indonesia dan Korea Selatan telah terjalin lebih dari lima dekade dibangun atas dasar saling menghormati dan kepercayaan.

Diterbitkan 28 April 2026, 15:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Indonesia berperan penting di G20/APEC dorong demokrasi, ekonomi hijau, dan perdamaian dunia.
  • Hubungan Indonesia-Korea Selatan telah terjalin lima dekade, didasari saling menghormati dan kepercayaan.
  • Kedua negara bertekad perkuat kemitraan strategis, tingkatkan perdagangan dan investasi.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan Indonesia memiliki peran penting sebagai anggota G20 dan APEC dalam mendorong demokrasi, ekonomi hijau, serta perdamaian dunia.

Hal itu disampaikan saat pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea bersama Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, anggota parlemen, serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia.

"Pentingnya kesinambungan hubungan bilateral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-myung, membuka peluang besar bagi penguatan kemitraan strategis kedua negara," ujar Ibas dalam keterangan diterima, Selasa (28/4/2026).

Ibas menegaskan, hubungan Indonesia dan Korea Selatan telah terjalin lebih dari lima dekade dibangun atas dasar saling menghormati, kepercayaan, dan nilai bersama.

"Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan," ungkap Ibas

Lebih lanjut, Ibas menyoroti Indonesia dan Korea Selatan memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Indonesia dengan kekuatan sumber daya alam, bonus demografi, serta keberagaman budaya, sementara Korea Selatan unggul dalam teknologi, inovasi, dan pengaruh budaya global atau Hallyu.

"Hubungan kedua negara tidak hanya terbatas pada kerja sama antar pemerintah (government to government), tetapi juga mencakup hubungan bisnis, parlemen, serta hubungan antar masyarakat (people-to-people contact). Kolaborasi bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang budaya dan koneksi antarmanusia,” dia menandasi.

 

Dorong Penguatan Kerja sama

Merespons Ibas, pihak Korea Selatan yakni Wakil Ketua Parlemen Lee Hack Young menyampaikan apresiasi atas peran aktif Ibas dalam mempererat hubungan kedua negara melalui diplomasi parlemen. Ia menegaskan, Indonesia dan Korea Selatan telah membangun kerja sama erat di berbagai bidang selama lebih dari lima dekade, serta menyambut baik peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif.

"Kita mendorong penguatan kerja sama ekonomi melalui Indonesia-Korea CEPA (IK-CEPA), dengan target peningkatan volume perdagangan dari sekitar 20 miliar dolar AS menjadi lebih dari 30 miliar dolar AS di masa mendatang," tutur Lee.

Selain itu, Lee juga mengapresiasi peran Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dan mitra strategis Korea Selatan, termasuk dalam mewujudkan perdamaian di Semananjung Korea. Karenanya itu, ia berharap kerja sama di sektor energi, industri, teknologi tinggi, serta investasi dapat terus ditingkatkan, dengan dukungan terhadap kelancaran operasional perusahaan Korea di Indonesia.

Sementara itu, Kim Gihyeon selaku Ketua Persahabatan Parlemen Korea–Indonesia menyampaikan, hubungan Indonesia dan Korea akan semakin mendalam seiring berjalannya waktu dan terbuka peluang kerja sama di lebih banyak bidang.

"Kami berbagi pengalaman kunjungannya ke Indonesia pada bulan Maret lalu, di mana diharapkan adanya dukungan lebih besar bagi para pengusaha Korea yang telah dan akan berinvestasi di Indonesia," harap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6