Warga Jakarta Bisa Curhat Lewat JakCare, Perhatikan Mental Masyarakat

Warga Jakarta yang merasa cemas terus-menerus atau menghadapi masalah psikologi bisa mencurahkan isi hati dengan mengakses layanan konseling JakCare.

Diterbitkan 11 Oktober 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • JakCare adalah layanan konseling gratis untuk warga Jakarta dengan masalah psikologi.
  • Layanan ini dapat diakses via aplikasi JAKI atau telepon 0800-1500-119 tanpa biaya.
  • JakCare menangani kasus darurat, termasuk indikasi bunuh diri, dengan skrining bertahap.

Liputan6.com, Jakarta - Warga Jakarta yang merasa cemas terus-menerus atau menghadapi masalah psikologi bisa mencurahkan isi hati dengan mengakses layanan konseling "Jakarta Counseling and Assistance for Resilience and Empowerment" atau JakCare.

"Bisa akses JakCare sementara untuk melegakan saja. Curhat dulu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni saat dihubungi di Jakarta, melansir Antara, Sabtu (11/10/2025).

Dia menjelaskan, JakCare dapat diakses melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) atau menghubungi 0800-1500-119 tanpa biaya konsultasi.

Merujuk data Dinas Kesehatan atau Dinkes DKI Jakarta, layanan ini sudah diakses 1.279 penelepon terhitung sejak Mei 2025 hingga 7 Oktober 2025.

"Nomor panggilan (call center) JakCare ditangani tenaga profesional yang bekerja secara bergantian dalam tiga shift setiap hari," terang Puji.

Puji mengatakan, JakCare menjadi alternatif bagi warga yang belum sempat mengunjungi Puskesmas atau Posyandu dengan layanan kesehatan jiwa.

Ada pun pada Maret 2025, 28 dari 44 Puskesmas Kecamatan di Jakarta sudah memiliki layanan konsultasi dengan psikolog.

Layanan tersebut merupakan bagian upaya promotif dan preventif, yakni untuk mendeteksi atau mengenali dan bila diperlukan akan ditindaklanjuti ke fasilitas kesehatan (faskes).

"Semua keluhan dengan mental itu kami skrining nanti ketemu gangguan mental emosional. Baru dari situ kami dalami lagi, nanti dirujuk ke fasilitas kesehatan, didalami lagi jenisnya (gangguan kesehatan mental) apa," ucap Puji.

 

Tangani Kasus Tertentu

Puji menjelaskan, layanan JakCare dirancang untuk menangani kasus-kasus darurat, termasuk indikasi bunuh diri. Hingga Mei 2025, JakCare sudah menyelamatkan dua orang yang berniat bunuh diri.

"Ada pun keluhan yang biasanya ditemukan meliputi gangguan cemas, gangguan panik dan depresi. Setelah pengguna menghubungi layanan, dilakukan asesmen awal menggunakan instrumen "JakCare Skrining" (JCS)," papar dia.

Tindak lanjut JCS ditetapkan berdasarkan empat kriteria warna, yakni warna hijau, merupakan kasus “Sehat Mental” yang dapat ditangani dengan melakukan psikoedukasi.

"Pemeriksaan kesehatan jiwa dilakukan berkala secara mandiri menggunakan instrumen SRQ 29 (Self Reporting Questionnaire) pada aplikasi e-Jiwa dengan periode setiap 3 bulan sampai dengan 1 tahun," terang Puji.

Lalu warna kuning, lanjut dia, merupakan kasus 'Risiko Sedang' yang memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan psikolog klinis melalui telepon dengan durasi maksimal 60 menit.

"Selanjutnya, warna oranye, merupakan kasus 'Risiko Tinggi Tidak Darurat' yang memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan psikolog klinis melalui telepon dengan durasi maksimal 60 menit," ucap Puji.

Terakhir, warna merah, merupakan kondisi kegawatdaruratan psikiatri, pengguna akan langsung terhubung dengan layanan krisis melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

"Layanan akan menghubungkan pengguna layanan ke fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi/unit pelayanan terkait," tandas Puji.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6