Komitmen PNM Terus Jaga Kinerja Baik Pembiayaan dan Pemberdayaan untuk Masyarakat

The Asian Post memberi penghargaan kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai The Best State Owned Enterprise (SOE) 2025 dengan predikat 'Sangat Baik'.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - The Asian Post Research mengeluarkan hasil penelitian bertajuk 'Rating 160 BUMN Versi The Asian Post 2025' dengan mengolah rating berdasarkan kinerja keuangan BUMN tahun 2023-2024.

Dari hasil kajian tersebut, The Asian Post memberi penghargaan kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai The Best State Owned Enterprise (SOE) 2025 dengan predikat 'Sangat Baik'.

Penilaian ini dilakukan setelah proses kurasi dan pengelompokan 160 perusahaan ke dalam tiga cluster yaitu BUMN, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, dan anak perusahaan BUMN.

Sebagai anak perusahaan BUMN, kinerja keuangan PNM dinilai sehat dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia di tengah situasi yang menantang.

Keberhasilan program PNM juga selaras dengan misi Asta Cita dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pembangunan desa.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pemerataan akses pembiayaan kepada lapisan masyarakat prasejahtera.

"PNM akan terus memberikan modal usaha dan mengelola portofolio bisnis secara baik agar dapat terus menyalurkan pembiayaan lepada mereka yang unbankable, karena di sana banyak perempuan yang punya mimpi untuk memperbaiki kehidupannya. Kami ingin memastikan dapat terus hadir membantu mereka menggapainya," ujar Arief saat menerima penghargaan dalam ajang 'Indonesia Economic Summit 2025', melalui keterangan tertulis, Jumat (3/10/2025).

 

Memberdayakan UMKM

Arief menjelaskan, sejak didirikan pada tahun 1999, PNM mengemban tugas yang mulia sebagai jasa keuangan non bank yang bukan sekadar memberikan modal finansial namun juga memberikan nilai tambah intelektual dan sosial.

"Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang," jelas Arief.

Sebelumnya, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmennya dalam mengangkat pelaku usaha ultra mikro ke panggung internasional.

Dalam hal ini, PNM turut partisipasi pada ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025 yang digelar di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, Malaysia pada 17–20 September 2025.

Dalam ajang global ini, PNM menghadirkan perwakilan nasabah PNM Mekaar dengan produk kearifan lokal unik yaitu manisan terong ungu. Salah satunya adalah Lina Marlina.

Lina merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha binaan PNM Mekaar yang kini memiliki peluang memperluas jangkauan pasarnya ke ranah global.

Manisan terong ungu yang biasanya hanya ditemukan di pasar-pasar lokal, kini tampil sebagai camilan tradisional Indonesia dengan potensi menjadi oleh-oleh khas yang diminati pasar internasional.

"Senang sekali ini pertama kalinya saya ke luar negeri diajak PNM dan bisa memperkenalkan produk buatan saya. Kesempatan ini juga membuat saya belajar dari pengusaha UMKM negara lain yang bagus-bagus," ujar Lina yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Rabu 17 September 2025.

Sementara itu, menurut Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary, PNM tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membuka jalan pemasaran global bagi nasabah ultra mikro.

"Partisipasi di MIHAS 2025 menjadi wujud nyata bagaimana PNM mendorong produk-produk UMK binaannya agar mampu menembus pasar halal internasional," ucap Dodot.

 

Dukung Produk Halal

Dodot menegaskan, dukungan terhadap produk halal merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam memberdayakan ultra mikro. Dia mnegatakan, PNM percaya bahwa produk halal Indonesia memiliki potensi besar untuk mendunia.

"Melalui program pemberdayaan dan pendampingan, termasuk fasilitasi sertifikasi halal, kami ingin memastikan nasabah PNM Mekaar dapat bersaing di pasar global. Apalagi 74% pembiayaan PNM sudah berbasis syariah, sehingga ini selaras dengan ekosistem halal yang kami bangun," papar Dodot.

Dia menjelaskan, ajang MIHAS sendiri dikenal sebagai salah satu pameran produk halal terbesar di dunia, yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara dengan komunitas global, termasuk investor, distributor, dan konsumen.

"Kehadiran PNM dan nasabah binaannya tidak hanya memperkenalkan produk lokal, tetapi juga memperkuat narasi bahwa usaha ultra mikro Indonesia mampu naik kelas hingga ke level internasional," ucap Dodot.

Melalui langkah strategis ini, lanjut dia, PNM berharap produk seperti manisan terong ungu dari Lina Marlina bisa menjadi simbol transformasi usaha ultra mikro, dari dapur rumahan, menuju etalase global.

"Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang," tandas Dodot.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6