Liputan6.com, Jakarta - "Hanya ada tiga polisi yang tidak bisa disuap. Patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng," candaan Gus Dur, Presiden RI keempat yang sangat terkenal untuk meledek, sekaligus pukulan telak bagi integritas Polri yang selalu dipertanyakan publik.
Jenderal Hoegeng dikenal sebagai polisi yang sederhana dan antikorupsi. Prinsip hidupnya yang anti gratifikasi itu menjadikannya sosok yang dihormati baik di dalam maupun luar kepolisian.
Hoegeng Iman Santoso dilahirkan pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan dengan nama asli Iman Santoso. Nama Hoegeng diberikan berdasarkan kata "bugel" yang kemudian berubah menjadi "hugeng".
Advertisement
Pada usia enam tahun, Hoegeng mulai bersekolah di HIS, dan melanjutkan pendidikan ke MULO pada tahun 1934. Kemudian, pada tahun 1937, ia melanjutkan ke AMS Westers Klassiek. Pada tahun 1940, Hoegeng melanjutkan pendidikannya di bidang ilmu hukum di Rechts Hoge School Batavia.
Pendidikan militer/kepolisian Hoegeng dimulai saat masa pendudukan Jepang. Ia mengikuti Latihan Kemiliteran Nippon dan Koto Keisatsu Ka I-Kai pada tahun 1942 hingga 1943.Perjalanan karier panjang Hoegeng hingga akhirnya menjadi Kapolri pada 5 Mei 1968.
Jenderal Hoegeng lebih memilih hidup melarat ketimbang menerima suap atau korupsi. Kapolri Hoegeng pernah mendapat tawaran suap oleh seorang pengusaha. Pengusaha tersebut memintanya untuk tidak melanjutkan kasus penyelundupan. Pengusaha tersebut juga mengirim hadiah berupa barang-barang ke rumah Hoegeng. Tetapi ia menolak, semua barang yang dikirim ke alamatnya ia kembalikan lagi.
Kisah lainnya, saat Hoegeng pindah tugas ke Sumatera Utara pada 1955. Pangkatnya saat itu AKBP, ia mendapat tugas memberantas penyelundupan dan perjudian. Bahkan para penyeludup mengutus orang untuk menemui Hoegeng memberitahu bahwa ia telah diberi hadiah mobil dan rumah dari para pengusaha.
Hoegeng menolak dan lebih memilih untuk tinggal di hotel sampai rumah dinasnya tersedia. Tidak hanya sampai di situ, saat ia menempati rumahnya, barang-barang mewah sudah tersedia di dalamnya. Semua barang tersebut pemberian para bandar judi. Kemudian barang-barang tersebut dikeluarkan dari rumahnya dan diletakan di depan rumah.
Kapolri Bentuk Tim Reformasi
Kisah Jenderal Hoegeng menjadi salah satu inspirasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di masa kini. Dia saat ini telah membentuk tim reformasi Polri.
Dia mengatakan, tim ini akan mempercepat pembenahan lembaga dan kerja Komisi Reformasi Polri yang rencananya dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
“Yang jelas, tentunya Polri terus mengikuti perkembangan yang ada, apa yang menjadi harapan masyarakat,” tutur Listyo di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025).
Listyo menyebut, sejak dulu program transformasi Polri terus melakukan upaya reformasi terhadap berbagai hal yang memang perlu perbaiki, baik dari sisi operasional, instrumental, pengawasan, hingga yang menjadi perhatian publik.
“Kita selalu membuka ruang untuk melakukan perbaikan. Oleh karena itu, dengan adanya harapan dibentuknya Komisi Reformasi Kepolisian, tentunya Polri juga mempersiapkan tim internal, dalam untuk kemudian melakukan evaluasi terhadap seluruh program yang sudah kita laksanakan,” jelas dia.
“Sehingga kemudian pada saatnya nanti masukan-masukan, perbaikan yang diberikan kepada kita, segera bisa kita tindak lanjuti,” sambungnya.
Listyo memastikan, Polri mendengarkan seluruh masukan yang ada, baik dari tim komite atau pun Komisi Reformasi Kepolisian, termasuk dari masyarakat, pakar, dan seluruh masyarakat yang selama ini bersentuhan dengan lingkup tugas serta pelayanan Polri.
“Baik di dalam bidang harkamtibmas maupun dalam bidang penegakan hukum. Jadi semua tentunya terus akan kita kaji, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat terkait dengan Polri ke depan, betul-betul bisa kita tindak lanjuti,” ujar dia
Adapun fokus awal kinerja tim transformasi reformasi Polri internal adalah menampung seluruh masukan dari berbagai pihak dalam rangka percepatan perbaikan.
“Baik dari sisi yang selalu disoroti oleh masyarakat, apa yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat, tentunya itu menjadi bagian-bagian penting yang juga harus segera kita lakukan perbaikan. Yang jelas, polisi terbuka terhadap semua upaya untuk perbaikan institusi, saya kira itu,” Listyo menandaskan.
Advertisement
Jajaran Tim Reformasi Polri
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, tim internal itu terdiri dari 52 Pati. Dalam struktur, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai pelindung dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai penasihat.
Disusul empat jajaran pengarah, dengan Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Pengarah Transformasi Bidang Organisasi, Komjen Mohammad Fadil Imrah sebagai Pengarah Transformasi Bidang Operasional, Komjen Akhmad Wiyagus sebagai Pengarah Transformasi Bidang Pelayanan, dan Komjen Wahyu Widada sebagai Pengarah Transformasi Bidang Pengawasan. Menjabat sebagai wakil ketua tim, yaitu Irjen Herry Rudolf Nahak dan Brigjen Susilo Teguh Raharjo.
“Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan kepada staf dan jajarannya sebagai langkah responsibilitas dan akuntabilitas,” kata Trunoyudo, Senin (22/9/2025).
Pembentukan tim tersebut tertuang melalui Surat Perintah (Sprin) bernomor Sprin/2749/IX/TUK.2.1/2025 yang ditandatangani oleh Kapolri pada 17 September 2025.
Trunoyudo mengatakan surat perintah ini merupakan tindak lanjut Polri dalam mengelola transformasi institusi dengan bekerja sama dengan pemerintah dan stakeholders (pemangku kepentingan) terkait melalui pendekatan sistematis.
“Transformasi institusi guna mencapai proses dan tujuan akselerasi transformasi Polri sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.
Chryshnanda Dwilaksana saat ini juga menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989.
Lahir di Magelang pada 3 Desember 1967, Chryshnanda dikenal luas sebagai perwira yang tak hanya matang secara pengalaman operasional, tetapi juga kaya secara intelektual.
Dia menempuh pendidikan tinggi dan pelatihan kepolisian lanjutan, seperti PTIK, Sespim, Sespimti, hingga Lemhannas, serta aktif sebagai akademisi, bahkan telah menyandang gelar profesor di bidang ilmu kepolisian di lingkungan Lemdiklat Polri.
Selama kariernya, dia menempati berbagai jabatan strategis, seperti Kasatlantas di sejumlah daerah, Direktur Lalu Lintas di Polda Riau dan Polda Metro Jaya, hingga akhirnya dipercaya memimpin Korlantas Polri dan kemudian menjabat Kalemdiklat Polri sejak 2024.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804746/original/033259400_1422877318-Hoegeng_7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492981/original/026323100_1770190773-f34d722c-e868-4f1a-b363-3be7c976010b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492035/original/016332500_1770115888-Screenshot_20260203_170339_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261471/original/066212300_1750669160-Gambar_WhatsApp_2025-06-23_pukul_13.31.10_82ea6fe0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491935/original/014116900_1770111200-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_16.23.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261322/original/059189200_1750666258-WhatsApp_Image_2025-06-23_at_15.02.06.jpeg)