Beri Pengarahan Santri Ponpes Amanatul Ummah, Menko Pangan Zulhas: Ingat Selalu Petani dan Nelayan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan kuliah umum dihadapan 8.000 santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan calon wisudawan Universitas KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jawa Tengah.

Diperbarui 21 September 2025, 13:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menko Zulhas meminta lulusan pesantren berpihak pada petani dan nelayan.
  • Ia mengapresiasi perjuangan santri dan calon wisudawan selama pendidikan.
  • Lulusan didorong meneladani KH Abdul Chalim, menjadi cendekiawan visioner.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan atau Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan kuliah umum dihadapan 8.000 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah dan calon wisudawan Universitas KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan Zulhas menekankan pentingnya peran lulusan pesantren dan perguruan tinggi untuk tetap berpihak pada akar bangsa: petani dan nelayan.

"Apapun jalan hidup teman-teman nanti, baik menjadi ASN, profesional di swasta, maupun wirausahawan, jangan pernah melupakan petani dan nelayan," ujar Zulhas dihadapan ribuan peserta, Sabtu 20 September 2025.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang para calon wisudawan yang ditempa di kampus.

Menurut Zulhas, empat tahun menempuh pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga pembelajaran hidup: disiplin, kesabaran, kemandirian, dan solidaritas.

"Bangga dan berbahagialah, teman-teman berhasil mengalahkan keraguan dan kemalasan. Itulah kemenangan hakiki bagi seorang pejuang," ucap dia.

"Tapi perjalanan tidak berhenti di sini, ini justru awal babak baru menghadapi dunia kerja, kompetisi global, dan dinamika sosial," sambung Zulhas.

 

 

Jaga Keberanian dan Semangat Perjuangan

Dalam kesempatan ini, Zulhas juga menekankan teladan KH Abdul Chalim yang terus menjaga keberanian dan semangat perjuangan.

Ia berpesan agar para lulusan melanjutkan jejak beliau dengan menjadi cendekiawan yang rendah hati, visioner, serta setia pada tanah air.

"Selama teman-teman berpegang pada doa orang tua dan guru, meluruskan niat, serta menyayangi sesama, jalan terang akan selalu terbuka," tutup Menko Pangan Zulhas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6