Liputan6.com, Jakarta - Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan menilai, persepsi keliru masyarakat terhadap produk tembakau alternatif menjadi hambatan serius untuk mengurangi prevalensi merokok di Indonesia.
“Banyak perokok dewasa menjadi ragu atau takut beralih, sehingga tetap terjebak merokok dan kehilangan kesempatan mengurangi risiko kesehatannya,” ujar Paido, Selasa (16/9/2025).
Paido menilai, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, maupun kantong nikotin seharusnya dipandang sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko (harm reduction).
Advertisement
Menurutnya, pendekatan ini dapat membantu perokok dewasa yang gagal berhenti melalui metode konvensional seperti terapi pengganti nikotin atau konseling.
“Studi di Inggris, Selandia Baru, dan Jepang membuktikan penggunaan produk tembakau alternatif mampu menurunkan prevalensi merokok secara signifikan. Sayangnya di Indonesia, informasi publik yang mendukung pendekatan ini masih minim, bahkan sering kalah oleh stigma dan misinformasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, produk tembakau alternatif memang tidak sepenuhnya bebas risiko. Namun, berbagai kajian ilmiah independen di dalam dan luar negeri menunjukkan risiko kesehatan produk tersebut jauh lebih rendah dibanding rokok. Fakta itu, kata Paido, perlu diinformasikan secara luas.
“Masyarakat harus mendapat informasi yang jujur dan seimbang. Produk tembakau alternatif bukan tanpa risiko, tetapi risikonya jauh lebih rendah dibanding rokok,” katanya.
Akvindo, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah mulai dari kampanye edukasi berbasis data, dialog dengan regulator, kerja sama bersama tenaga kesehatan, hingga kampanye digital dan pendampingan konsumen dewasa agar mereka yang ingin beralih mendapat panduan yang benar.
“Kami ingin memastikan perokok dewasa yang ingin beralih mendapat informasi yang tepat, cara penggunaan yang aman, dan dukungan yang memadai,” tutup Paido.
Studi Internasional Ungkap Salah Kaprah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2965306/original/043184900_1573551046-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-5.jpg)
Sebelumnya, tinjauan sistematis berjudul “Interventions to change vaping harm perceptions and associations between harm perceptions and vaping and smoking behaviours” yang dipublikasikan di jurnal Addiction pada Juli 2025 menunjukkan salah kaprah mengenai produk tembakau alternatif menjadi penghalang bagi perokok dewasa untuk beralih ke produk rendah risiko.
Profesor Ann McNeill, pakar kecanduan tembakau dari King’s College London (KCL), menyebut kesalahpahaman publik berdampak besar terhadap perilaku berhenti merokok.
“Anggapan bahwa penggunaan produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan merokok bisa menghalangi perokok dewasa untuk berhenti. Padahal, penelitian menunjukkan produk ini, meskipun tidak bebas risiko, lebih efektif daripada terapi pengganti nikotin,” jelas McNeill, dikutip dari laman kcl.ac.uk.
Tinjauan tersebut mengkaji 85 studi komunikasi risiko terkait penggunaan produk tembakau alternatif. Hasilnya, pesan yang menekankan bahaya memang efektif membentuk persepsi, tetapi sering kali memperkuat kesalahpahaman bahwa produk alternatif setara atau bahkan lebih berbahaya daripada rokok.
“Kesalahpahaman ini bisa diluruskan jika masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Komunikasi yang jelas dan berbasis bukti ilmiah diperlukan untuk meningkatkan pemahaman publik,” tambah McNeill.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3858938/original/041694600_1640823712-220103_special_content__Redam_Kanker_dengan_Cukai_Rokok_S.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4726374/original/031672600_1706183452-20240125-Cukai_Vape-FAI_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/134/original/013530700_1671867028-WhatsApp_Image_2022-12-24_at_14.27.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)