UNESCO Sahkan Green Card Geopark Toba, Komisi VII DPR Ingatkan Tata Kelola Zonasi

Geopark Caldera Toba masuk dalam 43 geopark yang direvalidasi, termasuk Ciletuh-Palabuhan Ratu dan Rinjani-Lombok.

Diperbarui 11 September 2025, 15:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Geopark Caldera Toba raih kembali status green card UNESCO.
  • Status ini perpanjang pengakuan UNESCO selama empat tahun.
  • DPR tekankan tata kelola dan pelibatan masyarakat untuk manfaat ekonomi.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu menyambut positif kembalinya status green card atau kartu hijau untuk Geopark Global UNESCO Caldera Toba. Keputusan ini ditetapkan berdasarkan hasil sidang UNESCO Global Geoparks Council di Chile pada 5–6 September 2025.

“Kartu hijau menandakan perpanjangan status Geopark Global UNESCO selama empat tahun, sedangkan kartu kuning membatasi perpanjangan hingga dua tahun, sehingga memberikan waktu bagi geopark untuk menindaklanjuti rekomendasi Dewan,” demikian tertulis dalam laman unesco.org.

Geopark Caldera Toba termasuk dalam 43 geopark yang direvalidasi, bersama Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu dan Geopark Rinjani-Lombok.

Bane menilai kembalinya status green card harus dijaga bersama, baik dalam aspek pelestarian maupun pemanfaatan untuk ilmu pengetahuan dan peningkatan ekonomi.

"Ini adalah buah manis dari perjuangan semua stakeholder. Setelah ini, tata kelola Geopark Toba harus lebih baik dan terasa manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan pentingnya penetapan zonasi tata kelola kawasan Danau Toba, mulai dari zona wisata edukasi-penelitian hingga wisata massal.

"Tujuannya agar keanekaragaman hayati kawasan Danau Toba tetap terjaga namun tetap mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ucapnya.

Ia menambahkan, masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam pelestarian dan pengembangan kawasan.

"Masyarakat juga harus diajak dan disiapkan untuk terlibat dalam pelestarian dan pengembangan kawasan Danau Toba," sambungnya.

 

Bakal Tinjau Langsung

Bane memastikan akan meninjau langsung kondisi di lapangan untuk memastikan rekomendasi UNESCO dijalankan di seluruh geosite yang ditetapkan.

"Temuan lapangan saya sebagai anggota DPR, Geosite Desa Meat Balige, Geosite Haranggaol Simalungun, Geosite di Tipang Humbang Hasundutan belum memenuhi syarat yang ditetapkan UNESCO,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan apresiasinya terhadap capaian tersebut. “Saya tetap apresiasi green card yang sudah diberi, tapi kami di Fraksi PDI Perjuangan menginginkan lebih dari sekadar sertifikat, tapi harus ada keberlangsungan ekosistem sekaligus manfaat untuk rakyat yang tinggal di kawasan Danau Toba,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan tim evaluator UNESCO, Prof Jose Rotrigues Brilha dari Portugal dan Prof Jeon Young Mun dari Korea Selatan, tata kelola Geopark Caldera Toba telah memenuhi rekomendasi.

Dengan green card ini, Geopark Caldera Toba akan kembali direvalidasi empat tahun mendatang untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6