BMKG: Cuaca Indonesia Mayoritas Bakal Diguyur Hujan, Kamis 11 September 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan terjadi di sebagian besar kota-kota di Indonesia, diselingi sejumlah wilayah mengalami cuaca berawan pada hari ini, Kamis (11/9/2025).

Diperbarui 11 September 2025, 11:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan terjadi di sebagian besar kota-kota di Indonesia, diselingi sejumlah wilayah mengalami cuaca berawan pada hari ini, Kamis (11/9/2025).

Prakirawan BMKG Ranti Kurniati dalam prakiraan cuaca daring diikuti dari Jakarta menyampaikan, cuaca Indonesia berawan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, hujan ringan di Tanjung Pinang, Padang dan Palembang, serta hujan intensitas sedang di Medan.

Sementara, kata Ranti, terdapat juga potensi cuaca hujan disertai petir di Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang dan Bandar Lampung.

"Untuk berawan tebal berpotensi di kota Surabaya, hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di kota Yogyakarta, hujan intensitas sedang di Serang, Bandung dan Semarang. Waspadai hujan disertai petir di Jakarta," ujar Ranti melansir Antara, Kamis (11/9/2025).

Dia melanjurkan, di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, BMKG memprakirakan potensi cuaca berawan di Denpasar dan Kupang. Serta terdapat potensi hujan ringan di Mataram.

"Untuk Pulau Kalimantan, terdapat potensi hujan ringan di Pontianak, Samarinda, Palangka Raya, hujan intensitas sedang di Tanjung Selor dan hujan disertai petir di Banjarmasin," papar Ranti.

Di Sulawesi, lanjut dia, sebagian ibu kota provinsi diprakirakan BMKG mengalami cuaca berawan yaitu Makassar, Kendari dan Gorontalo. Dengan potensi hujan ringan terjadi di Manado dan Palu serta hujan lebat di wilayah Mamuju.

"Untuk Indonesia Timur, hanya kota Ambon yang diprakirakan mengalami cuaca berawan. Sementara hujan ringan diprediksi terjadi di Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke serta perlu diwaspadai potensi hujan disertai petir di Nabire," tandas Ranti.

 

Analisis BMKG Penyebab Hujan Ekstrem Bikin Bali Dikepung Banjir

Sebelumnya, banjir menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Bali. Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebutkan, sebagian besar kabupaten kota di Bali mengalami curah hujan lebat hingga ekstrem di atas 150 milimeter per hari, pada periode 9-10 September 2025.

"Dalam tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Bali," kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Rabu 10 September 2025.

Berdasarkan hasil pantauan, hujan turun sejak Selasa (9/9) di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Klungkung dan Karangasem dalam kategori lebat di atas 50 milimeter (mm) per hari hingga kategori ekstrem di atas 150 mm.

Hujan tersebut bahkan berlanjut hingga Rabu pagi ini, hingga menyebabkan bencana hidrometeorologi, di antaranya banjir di sejumlah titik.

Dia menambahkan, dari analisis dinamika atmosfer menunjukkan kondisi ekstrem tersebut dipicu oleh aktif gelombang ekuatorial Rosby yang berdampak memicu pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan.

Selain itu, ada juga kelembaban udara dalam kategori lembab hingga lapisan 200 milibar (mb) atau hingga 12.000 meter.

"Kondisi itu mendukung pembentukan awan konvektif dengan puncak awan yang tinggi sehingga menimbulkan hujan lebat disertai kilat atau petir," ucapnya.

Sementara itu, banjir terjadi di sejumlah titik di Denpasar, di antaranya di permukiman Pura Demak, kemudian kawasan Pasar Badung yang berada dekat aliran Tukad (Sungai) Badung di Denpasar.

Banjir juga melanda permukiman di Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana mengakibatkan satu orang hilang terseret arus banjir yang saat ini masih dalam pencarian.

Bencana alam di Jembrana itu juga berdampak terhadap lalu lintas vital jalur Denpasar-Gilimanuk sehingga menyebabkan kemacetan di sejumlah titik menuju Pelabuhan Gilimanuk.

 

Gelombang Ekuatorial Rossby

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali juga mendata di Tabanan dan Karangasem juga terjadi pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa kabel listrik.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BBMKG Wilayah III Wayan Musteana menuturkan gelombang ekuatorial Rossby memicu terjadinya cuaca buruk di Bali dalam dua hari terakhir.

"Aktifnya gelombang ekuatorial Rossby di wilayah Bali dan sekitarnya mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat," kata Wayan Musteana.

Menurut BBMKG Wilayah III Denpasar, gelombang ekuatorial Rossby atau Rossby Ekuator adalah gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sekitar ekuator.

Apabila gelombang itu aktif, lanjutnya, maka dapat menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilewati.

BBMKG Wilayah III Denpasar juga memperkirakan kondisi tersebut diprediksi terjadi hingga hari ini dan hari berikutnya tren curah hujan diprediksi akan menurun.

Pihaknya juga memperkirakan kondisi musim saat ini di Bali sudah memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6