Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jaktim dan Jaksel Hujan Ringan, Bogor Lebat

Melalui keterangan tertulis, BMKG menyebut, wilayah yang berpotensi hujan ringan adalah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Bogor.

Diperbarui 08 September 2025, 06:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di Jabodetabek pada 8 September 2025.
  • Waspada potensi kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Bogor.
  • BMKG peringatkan gelombang 4 meter di perairan NTT hingga 10 September 2025.

Liputan6.com, Jakarta- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, sejumlah wilayah di Jabodetabek diguyur hingga hujan ringan sampai lebat pada siang hingga malam hari ini, Senin (8/9/2025).

Melalui keterangan tertulis, BMKG menyebut, wilayah yang berpotensi hujan ringan adalah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Bogor.

"Sementara berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten Bogor," tulis BMKG.

Pagi hari ini, sebagian besar wilayah Jabodetabek cerah dan berawan tebal. Hujan ringan diprediksi hanya terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Seribu.

Jelang Siang, Kabupetan dan Kota Bogor Berpotensi Hujan Ringan

Menjelang siang, sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor diprakirakan diguyur hujan ringan.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang terjadi hari ini pada esok siang - malam di sebagian wilayah Kabupaten Bogor," ujar BMKG.

Hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 2,5 mm per jam, sedangkan hujan sedang membawa 5-10 mm air per jam.

BMKG juga memprakirakan, suhu udara di Jakarta berada pada kisaran 24-33 derajat celcius dengan kecepatan angin 7-8 kilometer per jam, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu yang mencapai 13 km per jam.

Ancaman Gelombang 4 Meter Tinggi di NTT

BMKG mengingatkan masyarakat khususnya pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai empat meter di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 7-10 September 2025.

“Waspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4,0 meter di sejumlah wilayah perairan NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga.

Dia menjelaskan potensi tinggi gelombang laut tersebut dapat terjadi di wilayah Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan selatan Timor-Rote, dan di Laut Sawu.

“Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan angin berkisar antara 6 hingga 30 knot, sehingga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan,” kata dia.

Untuk itu, BMKG telah menerbitkan peringatan dini tinggi gelombang laut serta saran keselamatan bagi pengguna transportasi laut yang berlaku sejak Minggu (7/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025).

Yandri turut mengingatkan, angin berkecepatan 15 knot dan gelombang laut setinggi 1,25 meter berpotensi membahayakan pelayaran perahu nelayan.

“Bila kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang tinggi mencapai 1,5 meter berisiko bagi keselamatan pelayaran kapal tongkang,” katanya, dilansir Antara.

Sementara jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter, memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran kapal feri.

Lebih lanjut, Yandri mengimbau kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap memantau informasi resmi dan terkini dari BMKG.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6