Sopir Pembunuh Bocah di Pondok Pinang Meninggal, Bagaimana Kelanjutan Penanganan Kasusnya?

Pembunuhan itu terjadi di sebuah rumah di kawasan Pondok Pinang, pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Korban ditemukan di gudang lantai dua rumah itu dalam keadaan tewas. Pelaku dengan luka di lehar ada di sebelah korban.

Diperbarui 06 September 2025, 14:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pelaku pembunuhan bocah 11 tahun di Pondok Pinang, sopir keluarga, meninggal dunia.
  • Pelaku ditemukan terluka di leher bersama korban, diduga bunuh diri setelah membunuh.
  • Polisi masih mendalami motif; keluarga korban belum dimintai keterangan.

Liputan6.com, Jakarta Polisi masih mendalami kasus pembunuhan bocah 11 tahun di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Kabar terbaru, pelaku yang tak lain sopir keluarga tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Hal itu diungkap oleh Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito. Dia mengatakan, setelah sempat dirawat karena luka di leher, pelaku dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Pelaku dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat 5 September 2025 Jam 18.30 di RS Polri," kata dia saat dihubungi, Sabtu (6/9/2025).

Keluarga Belum Dimintai Keterangan

Sementara itu, pihak keluarga juga belum bisa dimintai keterangan karena masih berduka. Polisi akan menunggu waktu yang tepat untuk meminta keterangan keluarga.

"Untuk keterangan keluarga masih perlu waktu untuk dimintai keterangan," tandas dia.

Kronologi Pembunuhan Bocah di Pondok Pinang

Sebelumnya, seorang bocah laki-laki 11 tahun ditemukan meregang nyawa di gudang lantai dua rumah kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Lehernya tersayat benda tajam. Di samping bocah, seorang pria juga terkapar bersimbah darah. Dia turut mengalami luka di bagian leher. Kejadian ini diketahui oleh Polsek Kebayoran Lama pada pukul empat pagi. Belum lama suara azan menggema. Mereka langsung bergerak cepat ke lokasi.

"Kami memeriksa langsung di TKP. Ditemukan di dalam rumah, di gudang lantai 2, anak umur 11 tahun yang meninggal dunia dan diduga pelaku saat itu juga berdampingan dengan korban," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Harnas Prihandito dalam keterangannya dikutip, Senin (1/9/2025).

 

Dibunuh Pakai Golok

Di ruangan itu, sebuah golok ditemukan. Polisi menduga, setelah membunuh bocah itu, pelaku nekat mencoba menghabisi nyawanya sendiri.

Polisi pun segera mengamankan terduga pelaku dan membawanya ke RS Polri Kramat Jati guna mendapatkan penanganan medis.

"Karena emang kondisinya terduga pelaku dalam keadaan terluka juga. Dugaan sementara penyebab luka di leher dari pelaku itu melukai lehernya sendiri menggunakan golok ya, sajam yang kita temukan di TKP saat itu," ucap dia.

Belakangan diketahui, pria itu merupakan sopir tempat bocah itu tinggal. "Sementara yang informasi kita dapat bahwa terduga pelaku adalah sopir dari keluarga tersebut," ucap dia.

Motif Masih Didalami

Motifnya masih simpang siur. Polisi tak mau berspekulasi. Pihak keluarga korban pun belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi berduka.

"Tentunya untuk motif ini, karena kita baru bisa memulai pemanggilan kepada beberapa saksi, tentunya motif masih kita dalami terus-menerus, termasuk beberapa orang yang ada di lokasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera kita ungkap motifnya apa," ujar dia menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6