Didampingi Menhan Sjafrie, Prabowo Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Istiqlal

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Masjid Istiqlal pukul 19.35 WIB. Dia mengenakan baju koko bewarna putih dan peci hitam.

Diperbarui 04 September 2025, 20:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo hadiri Maulid Nabi di Istiqlal bersama pejabat.
  • Maulid Nabi momentum refleksi dan teladani akhlak Rasulullah.
  • Hukum Maulid Nabi mubah, mengenang peran dan warisan Nabi.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025). Prabowo tampak didampingi langsung Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di sampingnya. Ada pula Seskab, Letkol Teddy Indra Wijaya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Masjid Istiqlal pukul 19.35 WIB. Dia mengenakan baju koko bewarna putih dan peci hitam.

Prabowo duduk di saf pertama bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar. Sejumlah tokoh agama dan masyarakat juga mengikuti acara ini.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan dilanjutkan pembacaan do',a Maulid Nabi oleh Imam Masjid Istiqlal. Prabowo terlihat seksama dan serius mendengarkan ayat-ayat suci dan pembacaan do’a.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Momen ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan kesempatan berharga untuk merefleksikan makna kelahiran Rasulullah SAW. Umat Muslim diajak untuk mengamalkan ajaran serta meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

 

Keutamaan Maulid Nabi

Di laman resmi Kementerian Agama Aceh, dijelaskan keutamaan memperingati Maulid Nabi semata-mata untuk mengenang warisan atau peranan Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam. Selain mewarisi Al-Qur'an dan Hadis serta Sunah, akhlak menjadi hal yang utama. Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa, "Aku tidak lain diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

Hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, menurut Dr. T. Syahminan, S.Ag, MA, lewat laman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil, pada dasarnya adalah mubah. Hukum mubah berarti bila dilakukan berpahala dan bila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.

Allah SWT mengungkapkannya dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6