Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku Pembakaran Halte di Jakarta

Satu orang terduga pembakaran halte di Jakarta, teridentifikasi. Pelaku berinisial HR (25), diringkus tim gabungan Polda Metro Jaya dibantu Polsek Mampang, pada Senin malam 1 September 2025.

Diperbarui 02 September 2025, 13:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Satu orang terduga pembakaran halte di Jakarta, teridentifikasi. Pelaku berinisial HR (25), diringkus tim gabungan Polda Metro Jaya dibantu Polsek Mampang, pada Senin malam 1 September 2025.

"Satu orang, yang tangkap orang Polda, tapi didampingi Polsek Mampang, karena dia warga Mampang," ujar Kapolsek Mampang Kompol Wahid Key dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025).

Wahid mengatakan, HR kini sudah diboyong ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya.

"Dia mengakui, karena ada info juga yang mengenal dia juga. Dan ada yang sudah curiga 'pak ini warga kita pak', tahu gesturnya. Tapi karena Polda punya identitas lengkap, jadi kita dampingi (penangkapan) dan RT-RW juga mendampingi," ucap Wahid.

Saat ini, polisi masih menelusuri pelaku lain. Kuat dugaan HR tak bergerak sendirian. Terlebih, kata Wahid, di dalam tasnya ditemukan beberapa bom molotov siap pakai.

"Itu lagi kita dalami. Lagi dikembangin apa dia melakukan di tempat lain. Karena dia molotovnya gak satu, ada di tas beberapa," tandas Wahid.

Sebelumnya, sebanyak enam halte Transjakarta terbakar dan 16 halte lainnya mengalami kerusakan serta menjadi sasaran vandalisme akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat 29 Agustus 2025.

Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani, enam halte yang terbakar yakni Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan Bank DKI, Halte Gerbang Pemuda, dan Halte Bundaran Senayan.

 

Imbas Demo Ricuh di Jakarta: 6 Halte TransJakarta Terbakar, 16 Lainnya Alami Vandalisme

Sedangkan 16 halte yang dirusak dan mengalami vandalisme, meliputi Bendungan Hilir, Kwitang, Kampung Melayu, Kramat Sentiong, Bidara Cina, Cililitan, Semanggi, Petamburan, Widya Candra Telkomsel, Jatinegara, Kejaksaan Agung, Matraman Baru, Pemuda Pramuka, Masjid Agung, serta dua halte non-BRT, Gelora Bung Karno 1 dan Polda Metro Jaya 1.

Meski terjadi kerusakan di sejumlah titik, layanan Transjakarta kini berangsur normal untuk melayani pelanggan.

"Kami terus melakukan pemantauan agar keputusan terkait operasional dapat diambil dengan cepat," kata Ayu dalam keterangan tertulis, Sabtu 30 Agustus 2025.

Menurutnya, jajaran direksi dan manajemen Transjakarta secara intensif memantau kondisi melalui command center di kantor pusat. Hal ini dilakukan untuk memastikan langkah cepat mengingat kondisi lapangan yang dinamis.

"Pemantauan ini konsisten dilakukan agar pengambilan kebijakan terkait layanan dan operasional berjalan tepat waktu," tambah Ayu.

Kemudian, Transjakarta juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terbaru mengenai operasional layanan melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan akun resmi media sosial perusahaan.

Selain itu, Ayu mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik agar manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.

"Transjakarta berterima kasih atas dukungan semua pihak," jelas Ayu.

 

Pramono: Moda Transportasi di Jakarta Kembali Normal, Halte Terbakar Segera Diperbaiki

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan moda transportasi di Jakarta telah kembali beroperasi dengan normal setelah sempat terdampak demo yang berlangsung ricuh pada Jumat 29 Agustus 2025. Ia juga menegaskan halte yang terbakar akan segera diperbaiki.

"Seluruh moda transportasi sekarang sudah dibuka dan armada yang menjadi kewenangan BUMD harus tetap beroperasi," kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu 30 Agustus 2025.

Menurut Pramono, selain membuka kembali layanan transportasi, Pemprov DKI juga akan mempercepat perbaikan halte dan fasilitas umum (fasum) yang rusak.

"Halte maupun fasilitas umum yang terbakar saya minta untuk segera diperbaiki," kata Pramono.

Dia menjelaskan, perbaikan di beberapa titik halte yang rusak telah berjalan. Salah satunya halte Slipi 1 yang kini sudah mulai bisa digunakan kembali.

"Di beberapa tempat sudah dilakukan perbaikan termasuk yang di awal di Slipi 1 sekarang sudah mulai bisa dibuka dan dinormalkan kembali," jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6