Gemabudhi Sampaikan Duka Berpulangnya Affan Kurniawan Sang Pejuang Demokrasi

Gemabudhi menghormati gerakan masyarakat sipil.

Diperbarui 30 Agustus 2025, 10:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gemabudhi berduka atas tewasnya Affan, mengkritik brutalitas aparat dalam insiden rantis.
  • Kapolri Listyo Sigit meminta maaf dan memerintahkan Propam selidiki insiden ojol tewas.
  • Kapolda Metro Jaya janji tindak tegas anggota dan transparan dalam kasus ojol tewas.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Waketum DPP) Gemabudhi, Wiryawan menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tragis yang menimpa salah seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Polri. Menurut dia, korban merupakan seorang pejuang demokrasi.

"Tentu kita mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada para korban terkhusus keluarga almarhum Affan Kurniawan, almarhum merupakan pejuang demokrasi yang layak kita hormati," kata Wiryawan seperti dikutip dari keterangan diterima.

"Kami menilai bahwa insiden ini merupakan bentuk nyata dari brutalitas aparat yang tidak dapat dibenarkan dalam konteks negara hukum dan demokratis," lanjutnya mengkritik.

Dia memastikan, Gemabudhi menghormati gerakan masyarakat sipil. Karenanya, ia menyesalkan aksi oknum aparat yang melindas Affan hingga tewas.

"Namun penggunaan kekuatan berlebihan dalam merespons aksi masyarakat sipil merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia," tegas Wiryawan.

Dia melanjutkan, amukan massa hari ini kepada anggota dewan di Senayan dipicu, salah satunya pernyataan provokatif polituks NasDem Ahmad Sahroni. Akibat mulutnya, kini rakyat turun ke jalan menyampaikan protesnya.

"Kami mengutuk keras dalang kerusuhan terutama anggota DPR RI Saudara Sahroni yang dalam akhir-akhir ini menyulut kemarahan masyarakat, memprovokasi dan membuat kegaduhan," pungkas Wiryawan.

 

Kapolri Minta Maaf

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Adapun, ini imbas kericuhan demo DPR, di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” tutur Listyo saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, petugas kepolisian telah mencari keberadaan korban dan memerintahkan Propam Polri untuk menindaklanjuti perkara tersebut.

“Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban dan saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” jelas dia.

“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” lanjut Listyo.

 

Kapolda Metro Janji Tindak Tegas Anggota Brimob

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, akan menindak tegas anggotanya terkait kejadian insiden mobil Barracuda Brimob yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat kericuhan demo DPR.

"Saya tegaskan di sini, akan menindak tegas anggota yang melakukan kesalahan, pelanggaran, terhadap kejadian tadi sore. Nanti kami akan serahkan ke Pak Kadiv Propam untuk prosesnya," kata dia saat memberikan keterangan pers di RSCM Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Asep menegaskan bahwa dalam penanganan kasus ditabraknya pengemudi ojol ini oleh mobil Rantis Brimob, pihaknya akan bersikap transparan kepada publik.

"Kita akan kita akan buka setransparan mungkin," ungkap dia.

Asep pun menegaskan, pihaknya meminta maaf atas nama Polda Metro Jaya, atas kejadian ditabraknya pengemudi ojol dalam demo DPR tersebut.

"Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita, yang mana ada ada kejadian tadi sore. Saya atas nama Pimpinan Polda Metro, dan atas nama kesatuan, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam, dan turut beduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum," tutur dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • demo dpr
  • Affan Kurniawan