Menkes Budi Targetkan dalam 2 Minggu 70 Ribu Anak di Sumenep Jatim Bisa Dapatkan Imunisasi Campak

Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan sekitar 70 ribu anak di Sumenep, Provinsi Jawa Timur (Jatim) bisa mendapatkan imunisasi campak dalam waktu dua minggu.

Diterbitkan 29 Agustus 2025, 04:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan sekitar 70 ribu anak di Sumenep, Provinsi Jawa Timur (Jatim) bisa mendapatkan imunisasi campak dalam waktu dua minggu.

"Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak," ujar Menkes Budi saat meninjau penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep, Madura, Jawa Timur, melansir Antara, Kamis (28/8/2025).

Dia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan pasokan vaksin campak yang cukup. Ada 11 ribu vial vaksin, katanya, sehingga 1 vial rata-rata bisa dipakai untuk 8 orang.

"Campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi juga bisa menyebabkan kematian karena tingkat fatalitasnya cukup tinggi. Karena itu, langkah utama pemerintah dalam menghadapi wabah campak adalah dengan melakukan imunisasi massal," ucap Menkes Budi Gunadi.

Menurut dia, wacana pendirian laboratorium diagnosis campak di Madura agar kasus campak bisa lebih cepat terdeteksi tanpa harus mengirim sampel jauh ke Surabaya.

"Sekarang yang saya ingin lakukan, saya ingin pastikan ada satu lab di Madura, sehingga kalau ada indikasi campak, kirimnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya," terang Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Dia menyatakan, keberadaan laboratorium lokal sangat penting agar pemeriksaan spesimen bisa lebih cepat. Jika ditemukan satu saja kasus, maka semua anak di kecamatan itu langsung diimunisasi.

Budi juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam deteksi dini. Dia berharap keluarga, aparat desa, hingga Babinsa bisa berperan aktif mengenali gejala campak.

"Surveilance seperti screening, kita temukan. Karena ini penyakit gampang dilihatnya, demam dan ada tanda-tanda ruam-ruaman seperti itu," papar dia.

 

Ingatkan Bahaya Hoaks

Selain itu, Menkes Budi mengingatkan bahaya hoaks yang dapat menghambat imunisasi.

"Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu," ucap dia.

"Dengan adanya laboratorium di Madura dan percepatan imunisasi massal, kasus campak diharapkan bisa segera ditekan," tandas Menkes Budi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit campak jauh lebih berbahaya dibanding COVID-19. Hal ini tingkat penularan campak jauh lebih cepat sehingga berisiko menimbulkan lonjakan kasus dalam waktu singkat.

"Jika COVID-19 memiliki tingkat penularan satu orang ke dua hingga tiga orang, campak ini mampu menular dari satu orang ke 18 orang lainnya," kata dia di Sumenep, Kamis (28/8/2025).

Meski demikian, seperti dilansir dari Antara, Budi menekankan bahwa penanganan penyakit campak ini sama seperti COVID-19 bisa ditangani karena sudah ada vaksinnya dan sangat efektif.

"Kalau divaksinasi, anak-anak tidak akan terkena campak yang bisa menyebabkan kematian," ungkap dia.

 

Pengawasan Ketat di 4 Kabupaten Madura

Di sisi lain, Budi pun memastikan percepatan imunisasi massal bagi sekitar 80 ribu anak di Sumenep. Ia menargetkan seluruh vaksinasi selesai dalam dua minggu.

"Kita sudah siapkan 11 ribu vial vaksin, cukup untuk 80 ribu anak. Logistik sudah kami kirim ke Madura," kata dia.

Budi memuji langkah cepat Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang sigap mengerahkan aparat hingga tingkat desa untuk mendukung program imunisasi.

Selain itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memperketat pengawasan melalui surveilans ketat di empat kabupaten di Madura, termasuk rencana pendirian laboratorium khusus di pulau tersebut.

"Kami ingin satu laboratorium ada di Madura agar pemeriksaan sampel tidak perlu dikirim jauh ke Surabaya. Begitu ada indikasi campak, bisa segera ditangani dan dilakukan imunisasi massal di wilayah terdampak," ucap Menkes Budi.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, tidak hanya di Madura tetapi juga daerah lain, seiring dengan tingginya kasus campak seperti Sumatera Utara, agar segera membawa balita dan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi.

"Campak ini mematikan, jangan sampai terlambat," ujar Budi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6