Bahlil Singgung KPI Ketum Tambah Kursi di DPR: Kalau Turun, Mohon Maaf Prestasinya Tidak Bagus

Bahlil memuji di bawah kepemimpinan Akbar Tanjung dan Airlangga Hartarto, kursi Golkar di DPR bertambah.

Diperbarui 25 Agustus 2025, 05:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ketua Golkar instruksikan kader tingkatkan kursi DPR RI pada Pemilu 2029.
  • KPI ketua umum partai adalah keberhasilan menambah jumlah kursi di parlemen.
  • Akbar Tanjung dan Airlangga berhasil naikkan kursi Golkar pascareformasi.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menginstruksikan kepada seluruh kader partai berlambang beringin itu untuk bekerja keras agar kursi di DPR RI bertambah pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2029.

"Kalau sekarang 102 kursi di DPR, maka harus kita naikkan menjadi di atas 102. Berapa-nya? Itu soal lain," katanya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Tengah di Palu. Demikian dikutip dari Antara, Senin (25/8/2025).

Bahlil Lahadaliamenjelaskan key performance indicator (KPI) seorang ketua umum dan pengurus partai, terletak dari seberapa banyak bisa menambah kursi di parlemen.

Puji Akbar Tanjung dan Airlangga

Dalam sejarah Golkar pascareformasi, katanya, hanya dua sosok ketua umum yang mampu menaikkan jumlah kursi. Yakni Akbar Tanjung di tahun 2004 dan Airlangga Hartarto di tahun 2024.

"Kalau ketua umum partai, kursinya turun, ya mohon maaf. Prestasinya tidak bagus. Dan kalau itu terjadi, saya juga harus tahu diri," katanya menegaskan.

Menurut dia, semua pihak seharusnya mengakui kesuksesan dari sosok pemimpin partai yang berhasil.

Seorang Ketum Harus Kreatif

Untuk meningkatkan perolehan kursi Golkar sebagai partai politik dan menjadi instrumen politik pemerintah, maka harus mempunyai kreativitas.

"Kesejahteraan, pemerataan, mewujudkan undang-undang dasar dan Pancasila sebagai bagian penting dalam perjuangan kita," pesannya.

Ketum Golkar Sulteng Tambah Kursi Golkar di DPRD

Bahlil juga memberikan catatan khusus untuk Golkar Sulteng di bawah kepemimpinan M Arus Abdul Karim. Pada Pemilu 2024, Golkar Sulteng mampu mengantarkan dua kadernya ke DPR RI, serta membawa sembilan kader menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah dari 13 daerah se Sulteng.

Kesuksesan itu membuat Bahlil memberikan diskresi kepada Arus A Karim menjadi Ketua Golkar Sulteng untuk periode ketiga masa bakti 2025-2030. Dia berpesan, konsekuensi dari keputusan itu harus menaikkan jumlah kursi di DPRD kabupaten/kota, provinsi dan pusat.

"Golkar ini partai lama. Kita enggak ada untungnya menang tetapi kursi turun. Enggak penting menang, yang penting kursi naik," katanya menegaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6