Adies Kadir Klarifikasi soal Tunjangan Beras DPR: Tetap Rp200 Ribu per Bulan, Bukan Rp12 Juta

Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, memberikan klarifikasi terkait informasi adanya kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI.

Diterbitkan 21 Agustus 2025, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tidak ada kenaikan gaji anggota DPR, hanya tunjangan perumahan pengganti rumah dinas.
  • Tunjangan beras dan transportasi anggota DPR tidak naik, tetap seperti sebelumnya.
  • Gaji pokok anggota DPR tetap Rp 6-7 juta, membantah kabar Rp 100 juta.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, memberikan klarifikasi terkait informasi adanya kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI. Adies menyebut, sedari awal periode 2024-2029, Anggota DPR RI tidak lagi mendapatkan fasilitas rumah dinas.

Hal ini, kata dia, karena pemerintah pusat melalui Sekretariat Negara telah mengambil alih dan mengalihfungsikan rumah dinas yang sebelumnya digunakan oleh anggota Dewan.

“Sebagai gantinya diberikan tunjangan perumahan sekitar Rp50 juta per bulan kepada anggota DPR. Jadi saya luruskan, setelah saya cek lagi di Kesekjenan DPR RI, yang benar adalah tidak ada kenaikan gaji anggota DPR RI,” kata Adies dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Adies mengklarifikasi soal pernyataannya terkait kenaikan tunjangan beras dari Rp10 juta menjadi Rp12 juta per bulannya. Adies memastikan, tidak ada kenaikan tunjangan beras lantaran nilainya masih sama yakni Rp200 ribu per bulan.

“Setiap anggota DPR menerima tunjangan beras sebesar Rp200.000 per bulan, bukan Rp12 juta. Yang jelas belum ada kenaikan sejak tahun 2010,” ungkap Adies.

 

Tak Ada Kenaikan Gaji

Selain itu, Adies menyampaikan, untuk tunjangan transportasi pengganti bensin yang diberikan kepada anggota DPR sebagai menunjang mobilitas juga masih sama seperti periode sebelumnya.

“Dengan demikian, dapat saya tegaskan kembali bahwa tidak ada kenaikan gaji anggota DPR RI, yang ada hanya tambahan tunjangan perumahan pengganti rumah dinas. Saya berharap klarifikasi ini dapat meluruskan opini yang berkembang di masyarakat”, kata Adies.

Adies kembali menegaskan, DPR RI sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan kritikan dari publik.

"Kami selaku wakil rakyat tidak alergi dengan bentuk kritikan apapun dari masyarakat. Saya berharap klarifikasi ini dapat meluruskan opini yg berkembang di masyarakat," pungkasnya.

Disorot Publik

Sebelumnya, gaji anggota DPR ramai jadi sorotan publik, setelah beredar kabar bahwa nilainya bisa tembus hingga Rp 100 juta per bulan. Ini menjadi percakapan di dunia maya, karena angka yang dinilai fantastis tersebut dikaitkan dengan kondisi ekonomi rakyat.

Wakil Ketua DPR, Adies Kadir membantah gajinya menembus angka Rp 100 juta. Bahkan, dia mengklaim gaji anggota tak pernah mengalami kenaikan sejak 15 sampai 20 tahun lalu.

Politikus Golkar ini mengaku saat ini hanya mengantongi gaji sebesar Rp 6-7 juta dalam sebulannya.

"Gaji tidak ada naik, gaji kami tetap terima kurang lebih Rp 6,5 juta, hampir Rp 7 juta. Tunjangan-tunjangan beras kami cuma dapat Rp 12 juta dan ada kenaikan sedikit dari 10 kalau tidak salah," kata Adies di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6