Seragam Sekolah Rakyat Diperkenalkan, Ada Baret dan Jas Warna Merah Marun

Mensos Gus Ipul resmi memperkenalkan jas almamater merah marun lengkap dengan atribut khas yang akan menjadi seragam resmi siswa Sekolah Rakyat.

Diterbitkan 19 Agustus 2025, 15:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mensos Gus Ipul memperkenalkan almamater merah marun untuk siswa Sekolah Rakyat.
  • Sekolah Rakyat bertujuan membantu anak kurang beruntung meraih mimpi dan pendidikan.
  • Program ini menargetkan 16 ribu siswa pada 2025-2026 dan memastikan ketersediaan guru.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memperkenalkan jas almamater yang akan digunakan seluruh siswa Sekolah Rakyat. Bersama Wakil Mensos Agus Jabo, dia memperlihatkan jas berwarna merah marun.

 

"Yang saya gunakan ini adalah contoh. Ini nanti adalah seragam almamaternya Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul saat memberi pembekalan Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025).

Almamater tersebut memiliki warna merah marun. Pada bagian dada kiri terlihat pin berlogo Sekolah Rakyat. Sementara pada bagian dada kanan, berisi nama dari masing-masing siswa.

Kemudian pada bagian bahu kanan kiri, terdapat sebuah tanda kepangkatan. Almamater ini juga dilengkapi dengan baret berwarna merah senada dengan logo Sekolah Rakyat pada bagian sebelah kiri.

Para siswa pun nantinya mengenakan dalaman kemeja putih lengkap dengan dasi yang juga berwarna merah marun. Sementara celana yang dikenakan berwarna putih dengan dua garis panjang warna merah.

 

Masih Menanti Almamater untuk Kepala Sekolah dan Guru

Gus Ipul mengatakan, yang dikenakannya merupakan almamater bagi para siswa.

Dia menuturkan almamater untuk kepala sekolah dan guru masih dilakukan penyesuaian.

"Gurunya juga sudah dipikirkan. Jadi muridnya gagah, kan gurunya harus gagah, ya. Ya sesuai arahan bapak Presiden," tuturnya.

 

Sekolah Rakyat Diharapkan Bawa Harapan Baru

Di sisi lain, Gus Ipul menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari tiga juta anak di Indonesia masih menghadapi masalah pendidikan. Hal ini membuat mereka banyak kehilangan untuk mengejar mimpi.

“Keluarga-keluarga yang kurang beruntung ini, anak-anaknya biasanya kehilangan harapan dan mengubur mimpi-mimpinya,” kata dia.

Karena itu, Gus Ipul berharap, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menghadirkan generasi baru yang berani kembali bermimpi.

"Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan melahirkan pemungkin-pemungkin baru, mereka membuka kembali mimpinya, mau belajar bekerja keras untuk mencapai mimpi-mimpi," kata dia.

 

Pastikan Tak Ada Kekosongan Guru di Sekolah Rakyat

Gus Ipul menyampaikan, banyaknya guru yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat tidak membuat program tersebut kendur.

Sebab, menurut dia, sudah ada guru pengganti yang memenuhi kuota yang hilang.

"Guru-guru sudah ada. Guru-guru sudah tercukupi semua, kalau yang mundur kita tidak memaksa, kita hormati, tetapi kita persiapkan guru penggantinya," tutur Gus Ipul di Gedung DPR MPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

"Sudah, Alhamdulillah sudah diproses dan sudah ada penggantinya," sambungnya.

Targetkan 16 Ribu Siswa

Gus Ipul menargetkan akan ada sebanyak 16 ribu siswa Sekolah Rakyat yang akan memulai pembelajaran tahun 2025-2026.

“Mudah-mudahan, mudah-mudahan, ya ini kan per hari ini sudah 100 titik, nanti September juga ada tambahan 60 titik-an lah. Secara keseluruhan ada 16 ribu siswa sekolah rakyat yang mulai pembelajaran di tahun 2025 sampai 2026,” jelas dia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Sosial masih membangun konsolidasi bersama pihak terkait. Tentunya, agar target dapat segera tercapai.

“Kita sedang terus konsolidasi agar makin bisa melengkapi seluruh sarana dan prasarananya,” Gus Ipul menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6