Menteri Riefky Dorong Potensi Ekonomi Kreatif Lewat Industri Film Lokal

Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya terus mendukung pertumbuhan industri perfilman nasional.

Diperbarui 05 Agustus 2025, 09:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menparekraf dukung film "Ga Nyangka" sebagai ruang apresiasi komunitas muda.
  • Film ini refleksi sosial yang relevan dan penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif.
  • Pacitan diperkenalkan melalui film sebagai kota dengan potensi budaya yang besar.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya terus mendukung pertumbuhan industri perfilman nasional dan ruang apresiasi bagi komunitas muda. Salah satunya lewat industri perfilman tanah air, salah satunya "Ga Nyangka”.

Menurut Riefky, film tersebut menyuguhkan kisah inspiratif penuh kejutan. Tak hanya hiburan, film juga menggambarkan realitas sosial yang dekat dengan keseharian masyarakat, mulai dari fenomena mahasiswa, hingga kasus penipuan investasi, semuanya dikemas dengan jenaka namun tetap menyentuh dan bermakna.

“Saya bangga, film ‘Ga Nyangka’ tidak hanya menghadirkan hiburan, tapi juga menjadi refleksi sosial yang relevan. Inilah kekuatan ekonomi kreatif, khususnya perfilman, yang mampu menjadi ruang ekspresi sekaligus penggerak pertumbuhan", ujar Riefky saat acara nonton bareng film “Ga Nyangka..!!” di XXI Agora Mall Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers.

Riefky meyakini, melalui pendekatan visual yang kuat, film tersebut dapat memperkenalkan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sebagai kota dengan potensi budaya dan ekonomi kreatif yang besar. Dia menilai, keindahan alam dan budaya Pacitan menjadi daya tarik tersendiri.

"Keindahan Pacitan dari mulai pantai-pantai nya yang Indah, hingga Museum dan Galeri Seni SBY-Ani, sebagai simbol warisan sejarah dan apresiasi terhadap perjalanan hidup salah satu pemimpin bangsa," jelas dia.

Senada, Komunitas Biru Muda Project (BMP) sebagai penyelenggara kegiatan nonton bareng film tersebut menyampaikan, kebersamaan menjadi simbol kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pelaku industri kreatif dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional.

“Film ini sangat menghibur, tapi juga mengandung nilai-nilai kuat tentang persahabatan, soliditas, serta memperlihatkan potensi wisata dan ekraf daerah,” ujar Agassi selaku Ketua BMP.

 

Ibas Jadi Produser

Sebagai informasi, dalam film tersebut, putra ke-2 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono bertindak sebagai produser dalam film tersebut dan disutradari oleh Jeihan Angga.

Film dibintangi oleh Ge Pamungkas, Prisia Nasution, Arie Kriting, Sarah Sechan, dan sederet nama lainnya. Diketahui, film sudah tayang di bioskop sejak 24 Juli 2025.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6