Liputan6.com, Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 melanda pesisir timur Kamchatka, Rusia pada Selasa 29 Juli 2025. Sejumlah negara pun mengeluarkan potensi tsunami usai gempa Rusia tersebut.
Termasuk salah satunya Indonesia. Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, tsunami itu berpotensi melanda 10 wilayah Indonesia.
Ke-10 wilayah itu adalah Talaut, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Rajaampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.
Advertisement
"Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai," ujar Daryono kepada Liputan6.com, Rabu 30 Juli 2025.
Daryono lalu mengatakan sampai pukul 16.30 Wib, tercatat 43 gempa susulan di kawasan Kamchatka, Rusia.
"Hingga pukul 16.30 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya 43 aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6.9 dan magnitudo terkecil M4.7," kata Daryono.
Daryono menambahkan, gempa bumi yang mengguncang Rusia jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).
Selain itu, Daryono pun menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di wilayah yang berpotensi tsunami tersebut.
"Untuk masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai," terang Daryono dalam konferensi pers yang ditayangkan dalam kanal YouTube resmi BMKG.
BMKG pun telah mengumumkan peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Kamchatka magnitudo 8,7 SR di Rusia berakhir.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 8.7 pada 30 Juli 2025, pukul 06.24 WIB, dinyatakan telah berakhir," kata Daryono.
Berikut sederet pernyataan BMKG terkait gempa Rusia yang sempat mengeluarkan potensi tsunami di Indonesia dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Sebanyak 10 Wilayah RI Sempat Waspada Potensi Tsunami, Catat 43 Gempa Susulan Guncang Rusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299914/original/056111100_1753855601-daryono.jpg)
Gempa bumi dengan magnitudo 8,7 yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia berpotensi memicu tsunami di wilayah Indonesia.
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, tsunami itu berpotensi melanda 10 wilayah Indonesia.
Wilayah itu adalah Talaut, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Rajaampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.
"Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai," ujar Daryono kepada Liputan6.com, Rabu 30 Juli 2025.
Daryono melanjutkan, hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut di wilayah Indonesia.
Hasil analisis BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian tsunami kurang dari 0.5m), di wilayah :
1. Talaud (ETA 14:52:24 WITA)
2. Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA)
3. Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT)
4. Manokwari (ETA 16:08:54 WIT)
5. Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT)
6. Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT)
7. Supiori (ETA 16:21:54 WIT)
8. Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT)
9. Jayapura (ETA 16:30:24 WIT)
10. Sarmi (ETA 16:30:24 WIT).
Daryono menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka ( Kurile-Kamchatka Trench ). Gempabumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).
Hasil analisis parameter update menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M8,7 dari sebelumnya 8,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km.
"Berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam," jelas Daryono.
Hingga pukul 08.30 WIB, kata Daryono, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya tujuh aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6.9 dan magnitudo terkecil M5.4.
Selain itu, gempa bumi magnitudo 8,7 mengguncang Kamchatka, wilayah pesisir timur Rusia. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan sampai pukul 16.30 Wib, tercatat 43 gempa susulan di kawasan tersebut.
"Hingga pukul 16.30 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya 43 aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6.9 dan magnitudo terkecil M4.7," kata Daryono.
Advertisement
2. Minta Masyarakat Tenang dan Jauhi Pantai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4917899/original/076652600_1723621339-WhatsApp_Image_2024-08-14_at_14.40.51_d67eaaa4.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, Rabu pagi 30 Juli 2025.
Daryono mengatakan, hasil analisis menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia dengan status waspada atau ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter.
BMKG mengkonfirmasi wilayah yang berstatus waspada antara lain Kepulauan Talaud dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 14.52.24 WITA, Kota Gorontalo (16.39.54 WITA), Halmahera Utara (16.04.24 WIT), Manokwari (16.08.54 WIT), Raja Ampat (16.18.54 WIT), Biak Numfor (16.21.54 WIT), Supiori (16.21.54 WIT), Sorong Bagian Utara (16.24.54 WIT), Jayapura (16.30.24 WIT), dan Sarmi (16.30.24 WIT).
Seperti dikutip dari Antara, Daryono mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak agar tetap tenang dan menjauhi pantai sampai ada pernyataan resmi lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut di wilayah Indonesia.
Hasil pemutakhiran parameter gempa yang dilakukan BMKG menunjukkan pusat gempa Rusia terletak pada koordinat 52,51 derajat Lintang Utara dan 160,26 derajat Bujur Timur pada kedalaman 18 kilometer akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench) dengan mekanisme patahan naik.
Daryono mengatakan bahwa hingga pukul 08.30 WIB, hasil pemantauan BMKG mendeteksi tujuh aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,9 dan terkecil 5,4 di wilayah negara setempat.
Berdasarkan laporan Pacific Tsunami Warning Center (PTWC), gempa tersebut juga berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
BMKG meminta masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.
3. Keluarkan Empat Imbauan hingga Potensi Tsunami dari Gempa Rusia Berdampak ke Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299473/original/069245900_1753839790-Screenshot_2025-07-30_at_08.42.27.jpg)
Gempa berkekuatan 8,7 magnitudo mengguncang wilayah Pesisir Timur Kamchatka, Rusia, Rabu pagi 30 Juli 2025. Getaran dahsyat tersebut memicu peringatan potensi tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Hasil analisis BMKG, gempa Rusia tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian tsunami kurang dari 0.5m) yaitu Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Rajaampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.
Daryono menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di wilayah yang berpotensi tsunami tersebut.
"Untuk masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai," terang Daryono dalam konferensi pers yang ditayangkan dalam kanal YouTube resmi BMKG, Rabu (30/7/2025).
Berikut imbauan BMKG:
- Kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai.
- Hati-hati untuk wilayah teluk, bentuk pantai bisa mengamplifikasi tsunami.
- Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
- Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, telegram channel, atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android).
Selain itu, sebanyak sepuluh wilayah di Indonesia berpotensi tsunami dampak gempa magnitudo 8,7 yang mengguncang Kamchatka, Rusia, pada Rabu 30 Juli 2025 pagi waktu setempat. Namun demikian, ketinggian atau hempasan tsunami diperkiran semakin melemah.
"Karena tsunami bisa lintas benua, lintas samudera. Namun, kekuatannya makin melemah," kata Daryono.
Oleh karena itu, Daryono meminta masyarakat tenang namun tetap waspada dan untuk sementara waktu menjauhi pantai. Terlebih, mereka yang bermukim di pantai-pantai berbentuk teluk.
"Karena amplifikasi tsunami bisa terjadi pada kawasan lokal tersebut. Kemudian, nanti kita akan mendapatkan informasi pengakhiran tsunami sekitar lebih dari 2 jam dari status ancaman waktu tiba yang kita sampaikan," ujarnya.
Advertisement
4. Cerita Enam Kali Indonesia Dikirim Tsunami Karena Gempa Dahsyat dari Luar Negeri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299470/original/054322900_1753839364-Screenshot_2025-07-30_at_08.35.24.jpg)
Sebanyak 10 wilayah di Indonesia kini berada dalam status waspada tsunami usai gempa besar bermagnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia. Bahkan, tsunami setinggi 19 sentimeter sudah terdeteksi di Pelabuhan Sarmi, Papua, Rabu (30/7/2025).
Daryono menyebut, ini bukan kali pertama Indonesia terdampak tsunami akibat gempa dari luar negeri. Tercatat sudah lima kali peristiwa serupa terjadi.
Salah satunya pada 22 Mei 1960, saat gempa Valdivia bermagnitudo 9,5 mengguncang Chili. Tsunami yang tercipta menyebar hingga ke wilayah timur Indonesia.
"Waktu tiba di Papua sekitar 24 jam setelah gempa. Teluk Yotefa, Jayapura, diterjang gelombang 50 cm. Serui dilaporkan mengalami pasang surut tidak biasa, dan Biak mencatat fluktuasi air laut," kata Daryono dalam konferensi pers daring.
Meski sistem pemantauan saat itu masih minim, laporan dari pelaut dan warga lokal menjadi bukti nyata bahwa Indonesia sangat rentan terhadap tsunami lintas benua.
Peristiwa kedua terjadi saat Prince William Sound, Alaska dilanda tsunami berkekuatan magnitudo 9,2. Saat itu, lokasi terdampak di Indonesia yaitu berada di Jayapura dengan waktu tiba di lokasi berkisar 20-22 jam.
"Tide gauge mencatat anomali pasang-surut. Sorong tercatat fluktuasi air laut kecil. Catatan, tidak dilaporkan kerusakan, namun fenomena laut tidak biasa dicatat oleh stasiun pelabuhan," ujarnya.
Tsunami ketiga terjadi saat 4 Oktober 1994. Kala itu, gempa mengguncang Rusia, tepatnya di Kuril Island. Wilayah Indonesia yang terdampak yaitu di Sorong. Stasiun tide gauge mendeteksi fluktuasi tinggi muka laut kecil (20 cm) .
Manokwari juga dihantam tsunami. Berdasarkan laporan lokal menyebutkan air laut naik sedikit dari biasanya.
"Catatan, waktu tiba tsunami di Papua sekitar 7–8 jam setelah gempa," ucapnya.
Berikutnya, tsunami imbas gempa Selandia Baru magnitudo 8,1 pada 5 Maret 2021. Lokasi yang terdampak di wilayah Indonesia adalah Merauke.
Saat itu, anomali pasang surut tercatat di Biak, tide gauge menunjukkan fluktuasi 15 cm dengan waktu tiba kurang lebih 5 jam.
"Jayapura, perubahan kecil tercatat. Catatan, tidak berdampak signifikan, tetapi peringatan disebar untuk kesiapsiagaan," ucapnya.
Peristiwa kelima saat gempa dengan magnitudo 9,1 terjadi di Jepang Timur pada 11 Maret 2011. Saat itu, tsunami tiba di Papua dalam waktu kurang lebih enam jam.
"Lokasi terdampak Biak, gelombang tsunami ±25–30 cm. Jayapura tercatat gelombang ±20 cm. Serui ketinggian tsunami ±15–20 cm," paparnya.
"Dampak Supiori, Papua Barat (1 orang meninggal), Jayapura, di Kampung Holtekam, Kecamatan Muara Tami, Abepura dan Jayapura Selatan (1 orang meninggal), rumah dan Gedung rusak mencapai 67 unit. Catatan, BMKG mengeluarkan peringatan, dan tide gauge mencatat data akurat," pungkasnya.
Hari ini, sejumlah wilayah Indonesia perlahan dilanda tsunami imbas gempa di pesisir timur Kamchatka, Rusia pada Rabu 30 Juli 2025 pukul 11.24 waktu setempat atau 06.24 WIB. Sehingga, total enam kali Indonesia mendapat kiriman tsunami imbas gempa luar negeri.
5. Umumkan Peringatan Dini Tsunami di Indonesia Akibat Gempa Rusia Berakhir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299465/original/053220000_1753838607-Untitled.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Kamchatka magnitudo 8,7 SR di Rusia telah berakhir.
Kabar tersebut disampaikan Daryono Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG melalui akun twitternya.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 8.7 pada 30 Juli 2025, pukul 06.24 WIB, dinyatakan telah berakhir," kata Daryono.
Daryono menjelaskan, pencabutan peringatan dini ini lantaran gelombang tsunami mengarah ke Indonesia cenderung mengecil.
"Seluruh marigram (catatan tsunami) di Indonesia sudah cenderung meramping dan mengecil, gambaran energi sudah terdissipasi," jelas Daryono.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574448/original/055909900_1694614053-Infografis_SQ_Deretan_Negara_Gelar_Operasi_Penyelamatan_Usai_Gempa_Dahsyat_Maroko.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299985/original/074055700_1753857863-WhatsApp_Image_2025-07-30_at_13.42.20_0ff41da5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7600015/original/030034600_1780383587-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565390/original/085612300_1777022069-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735199/original/048787600_1778630516-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1605838/original/010061000_1495793906-20170526-Ekspor-Impor-AY3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541400/original/075682500_1774861454-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8808562/original/035738800_1782906188-Pendekatan_dengan_Ecological_Mangrove_Rehabilitation__EMR_..jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209049/original/095547800_1746424139-image__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8825823/original/067176400_1782914193-Ab_Extend_Image2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782434/original/080491600_1782886022-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_12.31.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8780885/original/061071700_1782876923-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_22.24.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776118/original/029958900_1782836806-Sekjen_Kemendikdasmen.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8769101/original/055174700_1782831715-Gempa_BMKG.jpeg)