Dilepas Kapolri, 1.575 Buruh Terdampak PHK Akhirnya Kembali Bekerja

Sigit menegaskan, pelepasan buruh terdampak PHK untuk dipekerjakan kembali oleh Polri ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Diperbarui 30 Juli 2025, 07:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kapolri melepas 1.575 buruh terdampak PHK untuk bekerja di tempat baru.
  • Pelepasan ini tindak lanjut instruksi Presiden terkait gejolak ketenagakerjaan.
  • Buruh dipekerjakan sebagai karyawan tetap, bukan outsourcing, sesuai harapan.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melepas 1.575 buruh yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk bekerja di tempat yang baru serta angkatan kerja baru. Hal ini diharapkan menjadi kabar gembira di tengah dampak dari perekonomian global.

Pelepasan buruh terdampak PHK dan angkatan kerja baru itu diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa 29 Juli 2025.

"Alhamdulillah hari ini kita melanjutkan kegiatan untuk menyalurkan tenaga kerja yang terdampak PHK sekaligus juga memberangkatkan tenaga kerja angkatan baru. Tentunya ini adalah kabar menggembirakan di tengah situasi yang tentunya ada beberapa tenaga kerja yang dirumahkan karena dampak ekonomi global," kata Sigit dalam keterangan diterima, Rabu (30/7/2025).

Sigit menegaskan, pelepasan buruh terdampak PHK untuk dipekerjakan kembali oleh Polri ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto soal gejolak ketenagakerjaan di Indonesia.

Oleh sebab itu, Sigit berharap, penyaluran ini bisa menjadi harapan baru bagi seluruh elemen buruh di Indonesia, khususnya yang terkena dampak PHK.

"Saya ucapkan terima kasih dan tentunya ini menjadi harapan baru bagi teman-teman buruh Indonesia. Sekaligus terima kasih kepada teman-teman perusahaan yang berinvestasi, membuka lapangan pekerjaan baru," ujar Sigit.

 

Pastikan Iklim Investasi Aman

Lebih lanjut, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di Indonesia untuk terus menjaga dan memastikan iklim investasi tetap aman dan lancar. Menurutnya, hal itu bakal berdampak pada terciptanya potensi lapangan pekerjaan yang baru.

"Oleh karena itu tentunya, saya meminta kepada seluruh jajaran untuk mengawal menjaga agar iklim investasi terus bertumbuh agar industri baru terus bertumbuh sehingga kemudian membuka lapangan pekerjaan baru," ucap Sigit.

Di sisi lain, Sigit mengingatkan agar kelompok buruh terus mengasah kemampuannya agar dapat bersaing serta produktif di tingkat nasional maupun global.

"Sehingga dengan demikian ini juga akan membuat perusahaan-perusahaan, industri-industri yang ingin berinvestasi di Indonesia menjadi yakin bahwa buruh-buruh Indonesia sangat luar biasa," tutur Sigit.

 

Dijadikan Karyawan Tetap

Tak hanya itu, kata Sigit, buruh yang kembali dipekerjakan ini langsung dijadikan sebagai karyawan atau pegawai tetap. Dengan kata lain, bukan pekerja Outsourcing, sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh elemen buruh.

"Oleh karena itu, terima kasih demikian juga kepada desk ketenagakerjaan dan teman-teman pengusaha yang lain. Kita harapkan untuk terus bisa bekerja sama. Sehingga ada ruang-ruang baru yang terus diciptakan untuk menbangun menciptakan lapangan pekerjaan dan juga tentunya juga mendorong agar investasi di Indonesia terus bertumbuh," tutup Sigit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6