Polisi Bongkar Tuntas Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru!

Polisi akhirnya pecahkan misteri kematian diplomat Kemlu. Apa saja hasil penyelidikan polisi?

Diperbarui 29 Juli 2025, 17:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah barang bukti dikumpulkan polisi dalam proses penyelidikan kasus tewasnya Diplomat Kemlu, ADP (39). Kini barang bukti itu pun diperlihatkan ke publik.

Barang bukti dimasukkan dalam plastik klip bening, disusun rapi di atas meja panjang beralas kain putih. Tak hanya gulungan lakban dan laptop.

Ada barang pribadi korban, seperti bungkus kondom dan pelumas merek VIVO. Tampak juga potongan lakban, kantong plastik, kartu akses kamar 105, flashdisk, pakaian korban, dan satu koper merah.

 

Selengkapnya Di sini!

Periksa 24 Saksi

Polda Metro Jaya bekerja keras mengungkap sebab kematian Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP). Jasad Arya Daru ditemukan tak bernyawa di indekosnya pada kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Sejak jasad Arya ditemukan pada Selasa 8 Juli 2025, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain mendatangi indekos Arya, polisi juga memeriksa saksi berjumlah 24 orang.

"Kami telah melakukan klarifikasi terhadap 24 saksi yang sebenarnya 26 tapi masih ada dua yang belum berkesempatan hadir," kata Ditreskrimum Kombes Pol Wira Satya Triputra, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).

Selengkapnya Di Sini

Jejak DNA di Lakban

Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofik menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya bercak darah atau benda yang mencurigakan milik orang lain di tempat ADP tewas.

"Seperti di kamar mandi dan kamar tidur tidak ditemukan milik orang lain," kata Irfan.

 Irfan mengatakan, Puslabfor mendapatkan 13 barang bukti yang diamankan dari TKP. Seluruh barang tersebut diperiksa. Namun hanya satu yang menarik perhatian tim. Selengkapnya Di Sini

Sidik Jari di Lakban Wajah

Tim Pusident Bareskrim Polri, Aipda Sigit Kusdiyanto mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan hanya ditemukan sidik jari Arya Daru pada lakban yang melilit kepala korban. Tak ada sidik jari orang lain.

"Hasil identifikasi sidik jari di lakban diperoleh yaitu sidik jari ADP," kata Sigit dalam konferensi pers, Selasa (29/7/2025). Selengkapnya Disini

Konsumsi Dua Obat

Tim Puslabfor dari Bareskrim Polri mengungkap hasil pemeriksaan seluruh sampel organ ADP, diplomat Kemlu yang tewas dengan kepala dibungkus lakban kuning.

Dari hasil pemeriksaan seluruh sampel organ, tidak ditemukan senyawa toxic umum seperti pestisida, sianida, arsenik, alkohol, maupun narkoba.

"Namun ditemukan kandungan paracetamol dan chlorpheniramine pada berbagai jaringan dan cairan tubuh almarahum," ungkap AKP Ade Laksono dari Toksikologi Puslabfor Polri, Selasa (29/7/2025). Selengkapnya Disini

Tak Ada Darah dan Sperma

Polda Metro Jaya mengungkapkan hasil sampel DNA yang dilakukan di TKP (tempat kejadian perkara) tempat jasad diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru (ADP). Hasil pemeriksaan mengungkapkan tidak ada bercak darah yang ditemukan di kamar kos, tempat jasad ADP ditemukan. 

"Terhadap pemeriksaan TKP yang kami lakukan, kami tidak menemukan di TKP adanya bercak darah,” ujar Peneliti Puslabfor Polri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

 Polda Metro Jaya juga tidak menemukan cairan atau material biologi lain di lokasi kejadian perkara. 

Selengkapnya Disini

Jejak Digital Diplomat Kemlu

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menemukan fakta baru dalam kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP. Berdasarkkan jejak digital, disimpulkan bahwa ADP memiliki keinginan kuat untuk bunuh diri karena masalah yang dihadapi.

"Intinya ada niatan yang semakin kuat untuk melakukan bunuh diri karena problem yang dihadapi," kata ahli Forensik Digital Polda Metro Jaya Ipda Saji Purwanto dalam konferensi pers, Selasa (29/7).

Kesimpulan ini didasarkan pada hasil digital forensik pada handphone yang digunakan korban. Perangkat tersebut aktif pertama kali tanggal 29 Juni 2016, kemudian terakhir digunakan komunikasi tanggal 20 September 2022.

Selengkapnya Disini

Kepribadian Arya Daru

Asosiasi Psikologi Forensik Himpunan Psikologi Indonesia (Apsifor Himpsi) terlibat dalam mengungkap kematian ADP. Dalam pemaparannya, Ketua Umum APSIFOR HIMPSI Nathanael E.J Sumampouw mengingatkan pentingnya empati dan keamanan psikologis dalam upaya memahami perjalanan individu seseorang, termasuk mereka yang telah meninggal dunia.

"Jadi, sehingga proses ini akan dilakukan dengan sangat hati-hati dari pendidikan pribadi dan ekonomi etik di seluruh Indonesia," ujar Nathanael saat konferensi pers, Selasa (29/7/2025).

Menurut dia, berdasarkan perbedaan psikologis dengan metode otomatis psikologis, terdapat beberapa penjelasan terkait keamanan pada kematian ADP. Nathanael mengatakan, Arya Daru merupakan individu yang memiliki karakter positif

"Yang pertama, almahum (Arya Daru Pangayunan) merupakan individu yang dikenal di lingkungannya sebagai pribadi dengan karakter positif. Dia juga pekerja keras, sangat diandalkan, dan merupakan individu yang terhubung terhadap lingkungannya," ucap dia.

Selengkapnya Disini

Tak Ada Ancaman

Polisi memastikan bahwa tak ada ancaman kepada diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan atau ADP. Ini adalah hasil dari pemeriksaan digital forensik pada gawai korban.

"Berdasarkan digital forensik device, laptop, hp yang ditemukan di kamar korban. Ditemukan adanya history pencarian beberapa penyakit yang dialami korban," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).

Selengkapnya Disini

Kesimpulan Polisi

Polisi telah menyelesaikan proses penyelidikan kasus kematian diplomat muda Kemlu, Arya Daru Pangayunan (ADP). Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Wira Satya Triputra menuturkan, dari berbagai barang bukti yang ada, tidak ditemukan adanya pembunuhan.

"Dari hasil pemeriksaan, disimpulkan bahwa indikator kematian ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan orang diri," ungkap Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7).

Selengkapnya Disini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6