Liputan6.com, Jakarta- Polisi belum juga menemukan ponsel milik diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan yang ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban di kamar kosnya di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
"Belum ditemukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Kamis (25/7).
Meski ponsel tak kunjung ditemukan, Ade Ary mengklaim tak ada hambatan dalam mengungkap kasus kematian misterius Arya Daru.
Advertisement
"Kami tidak menemui hambatan dalam proses ini," tegasnya.
Periksa 20 CCTV
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294053/original/097845400_1753349376-Screenshot_2025-07-24_153541.jpg)
Polisi memeriksa 20 rekaman CCTV dari berbagai lokasi untuk menelusuri jejak Arya Daru sebelum ditemukan tak bernyawa.
"20 Titik CCTV dimulai dari circle terkecil dari TKP yaitu lingkungan kos korban, kemudian beberapa tempat yang pernah dikunjungi korban sampai 7 hari terakhir. Kemudian juga lokasi-lokasi tempat kerja korban," kata Ade Ary.
Selain rekaman CCTV, pihak kepolisian juga memeriksa barang bukti elektronik dari tempat kejadian perkara seperti laptop. Pemeriksaan dilakukan oleh tim digital forensik dan analis siber dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
"Nah pemeriksaan barang bukti digital ini masih berlangsung yang dilakukan oleh rekan-rekan kami dari tim digital forensik dan analisis dari Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya," ucap dia.
Advertisement
Pendekatan Penyelidikan
Ade Ary memastikan penyelidikan kasus tewasnya Arya Daru menggunakan pendekatan scientific crime investigation. Beberapa ahli ikut turun tangan membantu proses penyelidikan.
"Jadi, untuk tercapainya pembuktian secara ilmiah, maka beberapa ahli yang dikomunikasikan dan dilibatkan dalam pengungkapan peristiwa ini," ujar dia.
Dia menyebut di antaranya, tim dokter forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang melakukan pemeriksaan autopsi terhadap jenazah korban.
"Nah dalam autopsi ini juga dilakukan pemeriksaan toksikologi untuk apakah dalam jenazah ini ada kandungan kandungan zat kimia, racun, dan sebagainya," ujar dia.
"Kemudian pemeriksaan pendukung lainnya dengan mengambil beberapa sampel organ dalam korban. Itu dilakukan pemeriksaan histopatologi untuk melakukan pemeriksaan penyakit dalam," sambung dia.
Kronologi Penemuan Mayat Arya Daru
Jenazah Arya Daru ditemukan di dalam kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025). Saat ditemukan, kepala korban dalam kondisi terlilit lakban.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menerangkan, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga.
“Benar, pagi tadi kami menerima laporan dari warga terkait penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kost kawasan Gondangdia. Petugas Polsek Metro Menteng bersama Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).
Susatyo menerangkan korban dalam posisi terbaring di atas kasur kamar nomor 105. Saat itu, tubuhnya tertutup selimut di atas kasur.
“Korban berinisial ADP, laki-laki, usia 39 tahun, pegawai Kemenlu asal Yogyakarta. Saat ditemukan, korban dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kepala tertutup lakban dan tubuh tertutup selimut,” ucap dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290720/original/037106800_1753155938-IMG_4105.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1851494/original/081305700_1517382339-Australian-Flag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000875/original/023627600_1576746364-Bendera_Norwegia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3616585/original/028811300_1635474693-den-harrson-C14EEtqVsNA-unsplash.jpg)