Pramono Anung Sebut Dana Operasional RT/RW DKI Naik Bertahap, Dimulai Oktober 2025

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berencana menaikkan dana operasional untuk RT/RW sebagaimana janji kampanyenya, yang akan mulai diberlakukan pada Oktober 2025.

Diterbitkan 23 Juli 2025, 13:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono akan menaikkan dana operasional RT/RW mulai Oktober 2025.
  • Kenaikan bertahap dimulai 25% karena jumlah RT/RW di Jakarta banyak.
  • Pramono berjanji menaikkan hingga dua kali lipat dari yang berlaku saat ini.

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berencana menaikkan dana operasional untuk RT/RW sebagaimana janji kampanyenya, yang akan mulai diberlakukan pada Oktober 2025.

Dia menuturkan, dana operasional RT/RW akan naik secara bertahap. Pramono menegaskan, dana operasional tersebut akan naik sebesar 25 persen.

“Kenaikannya secara bertahap. Untuk Oktober ini kami naikkan 25 persen,” kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Pramono menyampaikan alasan kenapa dana operasional RT/RW di Jakarta dinaikkan secara bertahap. Dia menuturkan, hal itu karena RT/RW di Jakarta cukup banyak sehingga anggaran yang perlu dikucurkan juga cukup besar.

“Karena naik 25 persen saja dengan sejumlah RT/RW yang begitu banyak, beban anggarannya juga cukup besar,” ungkapnya.

“Tetapi saya selalu orang yang konsisten dengan apa yang saya janjikan. Dan berikutnya nanti secara perlahan akan kami naikkan,” tandas Pramono.

 

Janji Pramono

Diketahui, saat kampanye Pilkada Jakarta 2024 Pramono menjanjikan kenaikan dana operasional untuk RT/RW sebesar dua kali lipat.

Pada saat kampanye, Pramono menilai RT/RW sebagai ujung tombak di dalam lingkungan. Namun, bantuan untuk mereka terbilang masih sedikit, padahal menurutnya anggaran DKI Jakarta cukup banyak.

Adapun merujuk Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 1674 Tahun 2018 tentang Pemberian Uang Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi RT dan RW, Ketua RT menerima dana operasional sebesar Rp2 juta per bulan dan Rp2,5 juta per bulan bagi Ketua RW.

“Sekarang biaya operasional RT itu Rp2 juta, RW2,5 juta,” kata Pramono usai mengunjungi Museum MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 3 September 2024.

 

Bakal Lipat Gandakan

Oleh sebab itu, dia berjanji ingin mengalokasikan anggaran bantuan operasional untuk RT/RW dua kali lipat dari yang kini sudah berjalan.

Pramono akan menaikkan besaran bantuan Rp4 juta untuk RT, sedangkan Rp5 juta untuk RW.

“Saya yakin pasti akan terus meningkat, maka mudah-mudahan di era kepemimpinan kami kalau diberikan kesempatan yang namanya biaya operasional untuk RT bisa di-double kan jadi Rp4 juta, RW jadi Rp 5 juta dan itu jumlahnya tidak terlalu banyak,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6