Liputan6.com, Jakarta - Tahun ajaran baru 2025/2026 di seluruh jenjang sekolah dimulai pada Senin 14 Juli 2025. Siswa baru pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah pun menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) selama beberapa ke depan.
Berdasarkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang pelaksanaan MPLS Ramah, terdapat penguatan nilai nilai terhadap siswa, salah satunya adalah pembiasaan dalam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
7Â Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini resmi diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Desember 2024.
Advertisement
Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Gerakan ini menekankan pentingnya tujuh kebiasaan positif yang harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak Indonesia.
Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Â
Membangun Generasi Unggul dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891801/original/079063100_1721019745-20240715-Hari_Pertama_Masuk_Sekolah-MER_1.jpg)
Dikutip dari cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id, berikut mengenai Gerakan 7Â Kebiasaan Anak Indonesia Hebat:
1. Bangun Pagi:Â Bangun Pagi mengajarkan nilai-nilai disiplin, keseimbangan, produktivitas, dan menghargai waktu yang berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik.
Bangun pagi merupakan kebiasaan bangun di pagi hari yang apabila dilakukan setiap hari akan memberikan manfaat diantaranya melatih kedisiplinan, meningkatkan kemampuan mengelola waktu, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga yang dapat berkontribusi pada kesuksesan seseorang.
2. Beribadah:Â Beribadah bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga menyimpan makna spiritual dan moral yang membentuk kepribadian, pencarian makna hidup, serta membentuk hubungan yang harmonis seseorang dengan Tuhan, alam, dan sesama.
Kebiasaan beribadah merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter positif pada anak yang bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan, meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial, serta meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan solidaritas, serta peningkatan diri secara berkelanjutan.
Advertisement
Berolahraga
3. Berolahraga:Â Berolahraga lebih dari sekadar menjaga kesehatan fisik, tetapi mengandung makna mendalam yang berhubungan dengan disiplin, keseimbangan, ketahanan mental, dan bahkan kehidupan yang lebih terarah atau bermakna.
Kebiasaan berolahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental, menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan meningkatkan nilai sportivitas.
4. Makan Sehat dan Bergizi: Makan Sehat dan Bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna.
Kebiasaan makan sehat dan bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang, memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran, menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu, serta meningkatkan kemandirian.
5. Gemar Belajar: Gemar belajar mengajak seseorang untuk tumbuh dalam pemahaman, karakter, dan kearifan.
Kebiasaan gemar belajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan kebenaran dan pengetahuan, serta membentuk kerendahan hati dan rasa empati.
Bermasyarakat
6. Bermasyarakat: Bermasyarakat didasarkan pada nilai-nilai dan prinsip yang mendorong individu untuk hidup bersama secara harmonis dan berkontribusi terhadap kesejahteraan kolektif.Â
Kebiasaan bermasyarakat adalah perilaku terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, atau lingkungan di komunitas tempat tinggal seseorang. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menumbuhkembangkan nilai gotong royong, kerja sama, saling menghormati, toleransi, keadilan, dan kesetaraan, serta meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan rasa sekaligus menciptakan kegembiraan.
7. Tidur Cepat: Tidur Cepat adalah aspek penting dari kehidupan yang berdampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan mental, serta kehidupan spiritual dan sosial.Â
Tidur cepat merupakan kebiasaan tidur tepat waktu di malam hari pada waktunya sesuai usia anak agar dapat bangun pagi. Kebiasaan tidur cepat ini dipengaruhi waktu ideal yang dibutuhkan anak. Jika merujuk pada National Sleep Foundation yang dikutip halodoc.com 1, waktu tidur yang ideal berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/413/original/067947800_1469525472-mevi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891804/original/036742800_1721019747-20240715-Hari_Pertama_Masuk_Sekolah-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)