SuperApp JAKI Punya 11 Fitur Baru, Permudah Hidup Warga Jakarta

Pemprov DKI Jakarta meluncurkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) sebagai Super Apps dengan 11 fitur terbaru untuk memudahkan warga dalam mengakses informasi dan layanan secara cepat, tepat, dan transparan.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 09:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di era digital yang makin maju, adopsi teknologi melalui aplikasi bagi setiap individu sangatlah penting. Tak hanya memudahkan kehidupan sehari-hari dan mengakses informasi secara cepat, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat yang lebih cerdas dan terhubung. 

Bagi warga Jakarta, aplikasi JAKI (Jakarta Kini) telah lama menjadi andalan untuk mendukung berbagai kebutuhan urban dengan fitur-fitur canggih dan terintegrasi. Sejak meluncur pertama kali pada 2019, JAKI terus berkembang dan semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

Pada 2025, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur, Rano Karno, meluncurkan kembali aplikasi Jakarta Kini (JAKI) sebagai SuperApp dengan 11 fitur terbaru untuk memudahkan warga dalam mengakses informasi sekaligus mendapatkan layanan cepat, tepat, dan transparan.

Seluruh fitur baru JAKI dirancang untuk menjawab kebutuhan esensial warga Jakarta, mulai dari akses layanan kesehatan, respon darurat, mobilitas, kesehatan mental, hingga layanan khusus bagi warga Kepulauan Seribu. 

Berikut 11 fitur terbaru JAKI yang resmi diluncurkan oleh Gubernur Pramono beberapa waktu lalu.

  1. Layanan Antrean Fasilitas Kesehatan
  2. JKN Mobile
  3. Feedback dan Rating
  4. Panggilan Darurat 112
  5. Layanan Kapal Jenazah
  6. Layanan Rumah Singgah
  7. Notifikasi Peringatan Dini
  8. Ketersediaan Kamar di RS
  9. JakCare
  10. Titik Kantong Parkir
  11. Ambulans Gratis

Fitur-fitur tersebut melengkapi fitur sebelumnya seperti fitur berita, jadwal transportasi publik, antrean Faskes, cek pajak, kependudukan, pendidikan dan lain sebagainya.

Warga Jakarta Selatan, Bimo mengapresiasi langkah Pemprov yang menghadirkan fitur-fitur baru sehingga JAKI semakin lengkap. Salah satu fitur yang sering ia pakai adalah berita update. 

"Aplikasi JAKI ini sangat bermanfaat bagi warga Jakarta. Daily itu biasanya saya cek berita terupdate yang ada di JAKI. Ada banyak informasi yang bisa kita gali seputar Jakarta di JAKI. Di sini kita juga bisa langsung lapor kalau ada sesuatu," kata Bimo kepada Liputan6.com.

Selain berita, fitur penting untuk dimanfaatkan Bimo terkait layanan kesehatan. "Fitur-fitur terkait kesehatan di JAKI ini bagus. Saya berharap masyarakat lebih banyak diedukasi supaya mereka bisa memanfaatkannya. Dengan begitu, Jakarta terutama di bidang healthcare-nya semakin sustain," tambah Bimo.

Senada, warga Jakarta Timur, Bintang, juga mengakui JAKI punya banyak manfaat. Sebagai ibu rumah tangga, dirinya biasa menggunakan JAKI untuk melihat harga bahan pangan.

"JAKI ini sangat bermanfaat dan bagus banget. Kita bisa lihat kisaran harga bahan pangan di pasar-pasar Jakarta. Bisa cek pajak, transportasi umum terdekat, bahkan sampai cek kualitas udara Jakarta," kata Bintang.

Dirinya berharap pemerintah bisa terus mempopulerkan aplikasi JAKI ke masyarakat supaya lebih banyak warga yang menggunakan. 

"Lebih banyak warga yang pakai akan jadi lebih bagus, mereka bisa benar-benar merasakan manfaatnya," harap Bintang.

Fitur Paling Viral di JAKI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengapresiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta yang menghadirkan JAKI dengan wajah dan fitur-fitur baru. 

Ia menyoroti pentingnya JAKI sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. Sebelas fitur baru di aplikasi JAKI, menurutnya, akan semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya dalam menyampaikan laporan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Salah satu fitur yang paling viral adalah Panic Button, untuk meminta bantuan JakCare atau JakAmbulans. Pramono menceritakan, salah satu kisah keberhasilan JakCare adalah ketika menyelamatkan dua warga yang mencoba melukai diri sendiri.

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat sekarang ini betul-betul sudah sangat menyadari peran ataupun fungsinya JAKI,” kata Pramono seperti dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Pramono menyebut, JAKI tidak hanya dimanfaatkan di Jakarta, tetapi juga telah diadopsi oleh beberapa provinsi dan kota seperti Lampung, Maluku Utara, Banda Aceh, dan Medan.

"Daerah manapun yang ingin menggunakan JAKI, kita akan memberikan pembelajaran secara gratis. Tetapi software dan hardware-nya tentu mereka yang akan menyiapkan," kata dia.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal sangat mengapresiasi keberhasilan Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan SuperApp JAKI. Paling berkesan bagi Gubernur Rahmat adalah membantu laporan jalan rusak hingga informasi vaksinasi.

"Aplikasi ini menjadi fenomena dan perbincangan warga, terutama karena perannya sebagai asisten digital yang membantu mulai dari laporan jalan rusak hingga informasi vaksinasi. Saya ingat, waktu itu saya berada di Jakarta dan mendapatkan informasi langsung melalui JAKI,” ungkap Gubernur Rahmat.

Daerah lain saja mau mengadopsi JAKI, masa kita sebagai warga Jakarta nggak pakai? Buat kamu yang belum punya aplikasi ini, download sekarang juga supaya bisa cek informasi terbaru, cek kamar rumah sakit, tombol darurat, hingga konseling gratis.

Bila menemukan masalah, kamu bisa langsung membuat laporan, mulai dari persoalan parkir liar hingga kerusakan fasilitas umum. JAKI #bikingampang lapor permasalahan di Ibu Kota. 

SuperApp JAKI hadir untuk bikin hidup warga Jakarta lebih mudah. 

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6