Liputan6.com, Jakarta Aksi intoleransi kembali terjadi. Kali ini di Sukabumi, Jawa Barat. Sebuah kegiatan ibadah yang diikuti oleh jemaat Kristen di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, dibubarkan paksa oleh sekelompok orang pada Kamis (27/6/2025).
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono prihatin atas peristiwa intoleransi yang terjadi di Sukabumi itu.
"Sebagai veteran pembela RI, atas nama para orang tua atau senior citizen, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden penyerangan terhadap warga yang sedang menjalani retret keagamaan di daerah Sukabumi," ujar Hendropriyono dalam keterangannnya, Kamis (3/7/2025).
Advertisement
"Perbuatan kalian, anak-anakku yang merusak dan mengusir peserta retret bukan sekadar pelanggaran pidana atas perusakan fisik saja, melainkan juga merupakan tindakan anarkis liar yang melecehkan hak konstitusional warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan mereka berdasarkan pasal 29 ayat 2 UUD 1945," kata Hendropriyono.
Dia menyatakan perusakan rumah ibadah atau perbuatan main hakim sendiri seperti itu berarti telah mendegradasi peran negara, mencederai nilai Pancasila, serta mengancam harmoni sosial dan integritas kebangsaan.
"Ingat pesan Presiden Prabowo Subianto agar kita selalu menggalang persatuan, karena kita sedang berada dalam situasi dan kondisi geopolitik yang sangat rawan. Jangan begitu mudah terhasut oleh provokasi atau penunggangan terhadap konflik di antara kita oleh intelijen negara asing," ucap Hendropriyono.
Menurutnya, aksi yang dilakukan para penyerang sebenarnya tidak sederhana, karena merupakan bentuk intoleransi yang merundung kebebasan beragama dan ketertiban umum.
Jangan Rusak Agama Sendiri dengan Perilaku Anarki
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4677011/original/082382900_1701913861-Cover_Agama.jpg)
Sebagai generasi penerus bangsa, Hendropriyono berpesan, jangan kita merusak agama sendiri dengan perilaku yang anarki dengan jubah agama. Sebagai bangsa yang beradab, mantan Kepala BINÂ itu menegaskan, kita wajib memperkuat nilai-nilai hukum dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa.
"Negara tidak mungkin akan absen ketika keadilan diinjak-injak di depan mata. Kejahatan atas nama mayoritas tetaplah merupakan kejahatan. Jangan kalian mengumbar hawa nafsu dengan membuat derita orang lain, sehingga akhirnya nanti menyesal harus berhadapan dengan negara," tegasnya.
"Negara akan menjaga agar keadaan hari ini tidak menjadi preseden kelam di masa depan. Karena jika negara tidak hadir dalam membela warga yang lemah, maka bukan hanya hukum yang hancur, tapi juga hati nurani bangsa," AM Hendropriyono menambahkan.
Advertisement
Kegiatan Diprotes Warga
Sebelumnya, Hendra yang merupakan Ketua RT 004/RW 001, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, membenarkan adanya aksi protes warga.
Ia menjelaskan bahwa warga merasa resah lantaran rumah tersebut telah beberapa kali digunakan untuk kegiatan keagamaan, termasuk misa yang dihadiri oleh puluhan orang.Â
"Rumah ini sudah tiga kali digunakan untuk misa. Pernah suatu waktu ada 23 mobil dan satu bus datang. Kami sudah pernah menegur dan menolak agar tempat ini tidak dijadikan sarana peribadatan," jelas Hendra dikonfirmasi pada Minggu (29/6/2025).Â
Kepala Desa Tangkil, Ijang Sehabudin, menyatakan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah melakukan upaya mediasi sejak jauh hari. Menurut Ijang, rumah tersebut secara legal hanya berizin sebagai rumah tinggal atau rumah singgah, bukan untuk kegiatan keagamaan.Â
"Legalitas tempat ini hanya untuk rumah singgah atau tempat tinggal. Tapi kenyataannya digunakan untuk ibadah. Masyarakat akhirnya bergerak sendiri karena merasa tidak dihargai," ujar Ijang.
Klarifikasi Pemilik Rumah
Pihak pemilik rumah singgah yang berlokasi di Desa Tangkil, Kabupaten Sukabumi, memberikan klarifikasi terkait dugaan penggunaan fasilitasnya sebagai tempat ibadah tak berizin. Yongki Dien (56), penjaga sekaligus penanggung jawab rumah singgah, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Lantas, dia menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada Jumat (27/6/2025) itu. Yongki Dien, yang telah tinggal di rumah singgah tersebut selama 4 tahun dan merupakan warga asli Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, menjelaskan bahwa ia berada di bagian belakang rumah saat insiden terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.
"Ada beberapa orang masuk ke dalam sini, cuma gerakan badan semua enggak pakai alat yang balikin ini. Tapi semua saya enggak kenal, yang saya kenal hanya Pak RT, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid, sama Karang Taruna," ungkap Yongki.
Saat kejadian rumah dirusak, Yongki menambahkan bahwa ia diamankan keluar dari lokasi kejadian sekitar 15 menit dan dikawal oleh RT, warga sekitar, dan tetangga. Â
"Saya di sini sudah empat tahun, saya warga di sini juga Desa Tangkil, warga KTP sini. Kalau ini tetap rumah tinggal saya sama Ibu juga, ini tetap rumah tinggal," tegasnya.Â
Menanggapi pernyataan mengenai fungsi rumah singgah untuk kegiatan keagamaan, ia dengan tegas membantah terkait kegiatan keagamaan rutin. Melainkan kegiatan keluarga besar pemilik rumah yang biasa dilakukan di rumah singgah itu.Â
"Enggak, ini cuma tempat Ibu aja istirahat. Cuma memang kadang-kadang tamu Ibu, keluarganya kan keluarga besar, kadang suka menginap sini. Jadi enggak ada yang istilah untuk kegiatan keagamaan besar," tegasnya.Â
"Paling juga ada sewaktu libur, istilahnya enggak ada jadwal tetap. Kalau pas libur datang, tapi cuma kalau ada acara keluarga, doa makan langsung arisan, sudah selesai, enggak ada lagi," tambah dia.Â
Mengenai acara yang berlangsung pada Jumat pagi, Yongki menjelaskan bahwa ia telah berkoordinasi dan melaporkan setiap kegiatan kepada RT setempat.Â
Yongki menambahkan bahwa kegiatan tersebut adalah retret untuk anak-anak berusia 10-14 tahun didampingi orang dewasa yang bersifat pembinaan mental dan diisi dengan permainan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1394361/original/069133900_1478170780-Infografis_Penodaan_Agama_2.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128087/original/027364800_1739204255-WhatsApp_Image_2025-02-10_at_21.55.02_c8c6f024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776169/original/032497900_1782861578-378670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/679612/original/ilustrasi-sidang-cerai2-140520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8766963/original/087230900_1782831013-377479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8766962/original/080522500_1782831013-377482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958949/original/054567300_1727919991-IMG-20241002-WA0132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8700879/original/014021900_1782772243-377329.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684433/original/052691900_1782737483-377053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684432/original/050251200_1782737483-377054.jpg)