Prabowo: Polri Ujung Tombak dalam Menjaga Kekayaan Bangsa dan Rakyat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran Polri dalam menjaga kekayaan nasional dari berbagai ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Diterbitkan 01 Juli 2025, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo tekankan peran Polri jaga kekayaan dari ancaman internal dan eksternal.
  • Indonesia kaya SDA, butuh institusi kuat seperti Polri untuk melindungi.
  • Polri harus tangguh, kuat, dan tidak boleh dirusak oleh siapapun.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran Polri dalam menjaga kekayaan nasional dari berbagai ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Hal itu diungkap Prabowo saat memberikan sambutannya dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2025).

Prabowo menyebut Polri sebagai ujung tombak dalam menjaga kekayaan bangsa Indonesia.

“Bangsa kita berada sekali lagi di ambang kebangkitan. Kita harus mengelola dan menjaga kekayaan bangsa kita dan kepolisian adalah ujung tombak dalam menjaga kekayaan bangsa dan rakyat kita," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan Indonesia sebagai negara kaya akan sumber daya alam, kerap menjadi sasaran sejumlah pihak. Oleh karena itu, negara membutuhkan institusi yang kuat dan berintegritas untuk melindungi kekayaan bangsa Indonesia.

“Saudara-saudara sekalian, bangsa kita bangsa yang kaya. Karena kekayaan kita, kita selalu diganggu dan itu adalah hal yang wajar. Di dunia ini yang kuat akan menindas yang lemah dan Indonesia tidak mau ditindas, Indonesia tidak mau jadi lemah," kata dia.

 

Kekayaan Negara Harus Dikelola

Prabowo juga menekankan kekayaan negara harus dikelola dan dijaga. Dalam hal ini, Polri memiliki posisi strategis untuk memastikan pengamanan terhadap sektor-sektor vital negara, mulai dari pangan, energi, hingga sumber daya alam lainnya.

Prabowo mengingatkan agar Polri tidak lengah terhadap berbagai upaya sistematis yang bisa melemahkan institusi dari dalam.

Menurut dia, berbagai pihak akan terus mencoba merusak jiwa pengabdian anggota Polri, dan oleh karena itu, keteguhan dan ketangguhan moral menjadi hal utama.

“Polisi akan selalu menjadi sasaran. Mereka akan selalu berusaha untuk merusak kepolisian kita. Mereka akan dengan segala cara berusaha untuk melemahkan jiwa pengabdian saudara-saudara. Karena itu saya berharap kepolisian sekarang ini akan sungguh-sungguh tangguh, kuat, jangan mau dirusak oleh siapa pun," ucap dia.

Haro Bhayangkara

Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Dia turut melakukan inspeksi pasukan bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pantauan Liputan6.com, Selasa (1/7/2025), Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri menaiki kendaraan inspeksi pasukan sekitar pukul 08.05 WIB. Seluruh keliling di kawasan Monas sendiri dipenuhi pasukan upacara, mulai dari prajurit TNI, satuan pengamanan dari masyarakat, hingga kelompok buruh dan tani.

Kendaraan yang ditumpangi Prabowo dan Kapolri pun berkeliling Monas. Salam hormat dan lambaian tangan saling berbalas saat inspeksi pasukan tersebut.

Lebih Sekitar 10 menit kendaraan tersebut memutari Monas. Setelahnya, Prabowo dan Listyo kembali ke tenda utama melanjutkan rangkaian upacara.

Tanggal 1 Juli setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara, momen Hari Ulang Tahun (HUT) atau kelahiran Polri. Pada 2025 ini, usia Kepolisian Republik Indonesia memasuki yang ke-79.

Meski dimeriahkan berbagai ajang perayaan, Hari Bhayangkara turut menjadi momen evaluasi dan refleksi. Bermakna Polri terus bertransformasi, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas pelayanan demi menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6