Prasetyo Edi Bantah Beathor Suryadi Masuk Tim Pemenangan Jokowi-Ahok di Pilkada Jakarta 2012

Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Prasetyo Edi Marsudi membantah pernyataan Beathor Suryadi soal pelbagai tuduhannya yang dilontarkan terkait proses Pemilihan Gubernur Jakarta tahun 2012.

Diperbarui 26 Juni 2025, 22:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prasetyo bantah pernyataan Beathor soal Pilgub Jakarta 2012.
  • Beathor tak pernah ada di tim pemenangan Jokowi-Ahok.
  • Prasetyo pertanyakan dasar Beathor lontarkan pernyataan.

Liputan6.com, Jakarta Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Prasetyo Edi Marsudi membantah pernyataan Beathor Suryadi soal pelbagai tuduhannya yang dilontarkan terkait proses Pemilihan Gubernur Jakarta tahun 2012.

Dia memaparkan, Beathor Suryadi tak pernah masuk ke dalam tim pemenangan Jokowi-Ahok.

Seperti diketahui, Beathor selain sebagai kader PDI Perjuangan, juga pernah dilantik sebagai salah satu petinggi di Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Pernyataan Prasetyo ini menjadi klarifikasi resmi terhadap berbagai pernyataan Beathor Suryadi yang belakangan viral terkait proses pendaftaran Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2012, selain itu juga menyinggung banyak kader PDIP menggunakan ijazah palsu.

“Seingat dan sepengetahuan saya, tidak ada nama Bung Beathor Suryadi masuk di dalam tim pemenangan Jokowi-Ahok yang kala itu diajukan secara resmi oleh PDI Perjuangan dan Gerindra ke KPUD DKI,” ujar Prasetyo kepada para wartawan di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2012, Prasetyo ditugaskan DPP PDIP sebagai Bendahara Tim Pemenangan Jokowi-Ahok. Saat itu, tim resmi pemenangan Jokowi-Ahok terdiri dari kader partainya dan Partai Gerindra sebagai partai koalisi.

Prasetyo kemudian menjelaskan kepada wartawan terkait proses yang dilakukan tim pemenangan untuk melengkapi persyaratan administrasi ke KPUD DKI Jakarta untuk mengajukan Jokowi-Ahok sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur kala itu.

“Beberapa orang yang ditugaskan melengkapi persyaratan administrasi dan mendaftarkan pasangan Jokowi-Ahok ke KPUD DKI Jakarta, antara lain Marihot Napitupulu yang saat itu menjabat sebagai kepala sekretariat tim pemenangan, M Syarif dari Gerindra, dan Isnaini dari Solo," ungkap Prasetyo.

 

 

Pertanyakan Motif Beathor

Oleh karena itu, Prasetyo mempertanyakan manuver politik Beathor yang kini tiba-tiba muncul mengeluarkan rentetan pernyataan seakan-akan dirinya sebagai pihak yang paling mengetahui proses Pilgub DKI Jakarta.

Prasetyo pun mempertanyakan dasar Beathor membuat pernyataan terkait dokumen pendaftaran Jokowi-Ahok.

"Terus terang, saya tidak tahu apa yang melatarbelakangi Bung Beathor tiba-tiba muncul bicara soal dokumen persyaratan pasangan Jokowi-Ahok. Ada apa Bung Beathor dengan PDI Perjuangan? Apalagi dalam sepengetahuan saya, dia tidak pernah terlibat sejak awal di tim resmi," tegasnya.

Dapat Info yang Salah

Prasetyo mengungkapkan, Beathor mendapatkan informasi yang salah terkait Pilgub DKI Jakarta. Sebab, rentetan pernyataan yang dilontarkan Beathor bukan berdasarkan pengalaman, melainkan berdasarkan informasi dari pihak lain yang belum pasti kebenarannya.

"Jadi, apa dasar Bung Beathor melontarkan sejumlah pernyataan yang dia sendiri sejak awal hingga akhir tidak pernah terlibat langsung? Apa yang disampaikan sebetulnya kan hanya 'katanya' dan 'katanya'. Lalu katanya siapa?" tambah Prasetyo.

Selain itu, Prasetyo juga mempertanyakan kapasitas Beathor saat melontarkan pelbagai pernyataan terkait proses Pilgub DKI Jakarta tahun 2012. "Bung Beathor itu berbicara sebagai kader PDI Perjuangan atau sebagai apa?,” tanya Prasetyo.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6