ITDP Ungkap Temuan Penyebab Kemacetan di Depok

Jalan Raya Sawangan menjadi salah satu momok kemacetan di Kota Depok, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja, serta hari libur.

Diperbarui 26 Juni 2025, 09:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jalan Raya Sawangan menjadi salah satu momok kemacetan di Kota Depok, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja, serta hari libur. Institute for Transportation and Development and Policy (ITDP) Indonesia menemukan sejumlah faktor yang menjadi penyebab kemacetan di Kota Depok.

Senior Transportation Associate ITDP Indonesia, Mizandaru Wicaksono mengatakan, volume lalu lintas kendaraan pribadi yang tinggi, menyebabkan kemacetan dan menunjukkan tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. ITDP telah melakukan analisi terhadap perkembangan transportasi di Kota Depok pada 2023.

"Dari analisis yang telah dilakukan ITDP pada 2023, baru 8 persen wilayah Kota Depok yang dilayani transportasi publik yang andal dan berkualitas baik, seperti KRL, LRT Jabodebek, dan Transjakarta," ujar Mizandaru saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (25/6/2025).

Mizandaru menuturkan, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan kota lain di sekitar Jakarta yang telah memiliki layanan transportasi publik perkotaannya sendiri. Contohnya, Kota Bogor mencapai 29 persen atas keberadaan layanan Trans Pakuan dan Kota Bekasi mencapai 16 persen atas keberadaan layanan Trans Patriot.

Kualitas Layanan Transportasi Publik

"Untuk menekan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan memberikan opsi moda transportasi untuk warga, peningkatan cakupan serta kualitas layanan transportasi publik di Kota Depok perlu dilakukan secara paralel, untuk menekan volume lalu lintas, kebijakan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi juga dapat diterapkan," tutur Mizandaru.

Berdasarkan laporan Statistik Komuter Jabodetabek 2023 oleh BPS, pergerakan utama masyarakat Kota Depok adalah menuju Jakarta. Selain KRL dan layanan LRT Jabodebek yang telah menghubungkan Kota Depok dengan wilayah Jakarta, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program untuk menghubungkan layanan Transjakarta hingga ke wilayah Bodetabek.

"Setelah sebelumnya terdapat layanan D21, saat ini terdapat rute yang baru dibuka oleh Transjakarta yang melayani Kota Depok, rute D41 Sawangan – Lebak Bulus," terang Mizandaru.

Mizandaru menyayangkan, terlepas dari upaya “menghubungkan” Depok-Jakarta, perencanaan mobilitas di dalam Kota Depok sendiri masih minim. Hal ini terlihat dari adanya kebutuhan reformasi penyelenggaraan transformasi publik dan infrastruktur dari dan menuju transportasi publik (first/last-miles) seperti trotoar dan jalur sepeda di dalam Kota Depok.

 

Fasilitas Pejalan Kaki

"Termasuk perlunya Pemerintah Kota Depok menyediakan layanan transportasi publik pengumpan dengan tingkat layanan yang setara, termasuk dalam aspek keandalan, kenyamanan, dan keterjangkauan, seperti misalnya layanan Mikro Trans di Jakarta," ucap Mizandaru.

Dia mengatakan, Kota Depok telah berupaya membangun trotoar, namun untuk kelengkapan fasilitas pejalan kaki, trotoar saja tidak cukup. Trotoar perlu dilengkapi fasilitas penyeberangan yang inklusif, seperti penyeberangan sebidang yang dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), atau biasa dikenal dengan pelican crossing serta penegakan hukum di ruang pejalan kaki (terbebas dari parkir liar).

"Fasilitas pejalan kaki yang baik ini dapat direncanakan dan disediakan dimulai dari kawasan di sekitar titik pemberhentian transportasi publik, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan transportasi publik," tutur Mizandaru.

Sementara, Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Pemerintah Kota Depok sedang berupaya mengatasi kemacetan lalu lintas, salah satunya di Jalan Raya Sawangan. Rencananya, Pemerintah Kota Depok akan melakukan pelebaran jalan dengan melakukan pembebasan lahan.

"Tahun ini perubahan anggaran kami, akan mengalokasikan anggaran kurang lebih sampai Rp80 miliar," ujar Supian.

 

Pembebasan Lahan

Supian mengungkapkan, anggaran yang akan disiapkan untuk dilakukan pembebasan lahan khususnya Jalan Raya Sawangan. Selain itu, terdapat pembebasan lahan di Jalan Pemuda dan Jalan Engram dan pada 2026 Pemerintah Kota Depok akan mengalokasikan anggaran untuk infrastrukturnya.

"Jadi Insyaallah ini bagian dari upaya agar titik kemacetan di Jalan Raya Sawangan ini, mulai 2026 sudah ada upaya (pengurangan kemacetan) yang kita lakukan," ungkap Supian.

Supian mengapresiasi Pemerintah Jakarta telah melayani Kota Depok dalam rute Transjakarta, khususnya dari Sawangan menuju Lebak Bulus. Supian menilai, rute baru Transjakarta turut membantu pengurangan penggunaan kendaraan pribadi karena beralih menggunakan transportasi publik.

"Kami akan tetap juga berikhtiar untuk bagaimana mensupport angkut-angkutan atau yang terfasilitasi, salah satunya melalui Transjakarta untuk mensupport dari masing-masing titik yang akan menambah wadah buat masyarakat Kota Depok menumpang angkutan umum bisa terfasilitasi," ucap Supian.

Pemerintah Kota Depok berencana melakukan penambahan lajur untuk rute BISKITA. Pemerintah Kota Depok sudah mengajukan tambahan buat jalur-jalur baru di luar jalur yang sudah ada.

"Hari ini Terminal Depok menuju LRT Harjamukti, kita akan usahakan tambah," pungkas Supian

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6