Bukan Sekadar Bengkel, China Latih Tenaga Teknis Global Lewat Luban Workshop di Negara Mitra

China serius mengembangkan pendidikan vokasi atau kejuruan dengan membangun institusi yang menjadi tempat program pelatihan yang fokus pada keterampilan praktis, khususnya di bidang kerajinan atau teknologi yang disebut 'Luban Workshop'.

Diterbitkan 24 Juni 2025, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta China serius mengembangkan pendidikan vokasi atau kejuruan dengan membangun institusi yang menjadi tempat program pelatihan yang fokus pada keterampilan praktis, khususnya di bidang kerajinan atau teknologi yang disebut 'Luban Workshop' hingga ke negara-negara mitra.

Ada Sekolah Tinggi Kejuruan Industri Ringan di Tianjin, China yang menjadi pelopor vokasional internasional yang memiliki tujuan memperluas pelatihan teknis modern dengan standar China ke negara-negara mitra dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI).

Tercatat, sejak 2016 telah berdiri 24–34 pusat luban workshop di lebih dari 23–29 negara di Asia, Afrika, dan Eropa, termasuk Thailand, Pakistan, Inggris, India, Mesir, Tanzania, dan Indonesia.

Di Indonesia, fasilitas luban telah didirikan sejak November 2016 dan diresmikan Desember 2017 di Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 2 Jawa Timur.

Adapun luban, mengambil nama seorang tokoh legendaris pertukangan di China kuno, yakni Lu Ban. Berkat kiprah globalnya, proyek luban workshop ini berhasil meraih World Vocational Education Award pada 2024, menjadikannya simbol keberhasilan pendidikan vokasi China di kancah internasional.

Liputan6.com bersama para jurnalis dari berbagai negara yang tergabung dalam program China International Press Communication Center (CIPCC) baru-baru ini mengunjungi Sekolah Tinggi Kejuruan Industri Ringan di Tianjin, China pada Jumat, 20 Juni 2025.

Institusi ini mempunyai sekitar 11.000 mahasiswa dan lebih dari 500 staf. "Sekolah Tinggi Kejuruan Industri Ringan Tianjin diakui sebagai salah satu institusi vokasi unggulan di China," demikian disampaikan Presiden kampus, Li Yunmei.

Tawarkan Berbagai Program Keahlian

Di sini ditawarkan berbagai program keahlian dalam berbagai bidang, seperti desain dan manufaktur cetakan (mould design), teknologi dan aplikasi pembangkit listrik tenaga surya (photovoltaic), serta e-commerce.

Li menyampaikan, pihaknya berupaya untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dengan menyediakan ruang yang luas untuk mereka menunjukkan keterampilan.

Selain itu, kampus ini telah menjalin lebih dari 100 proyek kerja sama internasional di berbagai negara mitra. Sebagian besar program pelatihan vokasi dikembangkan melalui kerja sama antara institusi pendidikan dan dunia usaha, dengan mengedepankan kolaborasi dalam hal sumber daya, pengembangan talenta, hingga hasil pembelajaran.

Menurut Li, kota Tianjin sendiri juga menjadi zona percontohan nasional untuk reformasi pendidikan vokasi, sehingga berbagai inisiatif, termasuk program pengembangan diluncurkan.

Pertukaran Mahasiswa dengan Negara Mitra

Li menyatakan, kampus juga menerima program pertukaran internasional dengan negara mitra. Siswa dan tenaga teknis dari berbagai negara mitra bisa datang dan belajar di institusi kejuruan yang ada di Tianjin untuk memperoleh pertukaran budaya dan konektivitas yang lebih luas.

Terdapat sejumlah mahasiswa internasional yang sedang menjalankan program pertukaran di institusi ini. Mohsin, misalnya, mahasiswa asal Pakistan yang mengaku menikmati banyak keuntungan selama menempuh studi di Tianjin.

"Kami menikmati banyak keuntungan di sini. Jika ada yang ingin menempuh pendidikan di bidang vokasi, saya sangat merekomendasikan kampus ini karena kualitas pendidikannya sudah bertaraf internasional," ucap Mohsin.

Tak hanya itu, di area kampus juga ada Museum Pengalaman Konstruksi Luban Workshop yang mempunyai ruang pameran seluas hampir 600 meter persegi. Di museum ini, ditunjukkan berbagai informasi mengenai perkembangan luban workshop di berbagai negara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6