Kisah Jemaah Haji Asal Soppeng Kehilangan Rumah karena Terbakar Saat Iduladha 2025

Jemaah haji asal Soppeng itu baru mengetahui kabar rumahnya hangus terbakar saat akan melontar jumrah Aqabah pada Hari Raya Iduladha 2025.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 01:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jeddah - Terbayang campur aduknya perasaan Anisah Naharuddin Palussai (53). Perempuan berusia 53 tahun asal Takkalalla, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan itu bakal segera pulang ke Tanah Air setelah meninggalkan keluarganya lebih dari sebulan untuk menunaikan ibadah haji.

Rasa senang karena akan segera bertemu suami dan anak semata wayangnya beradu dengan rasa sedih karena akan melihat langsung kondisi rumah panggungnya yang hangus terbakar pada Hari Raya Iduladha, Kamis, 9 Juni 2025. Wajahnya sendu, matanya sembab dan memerah.

Dengan suara tercekat, ia mengaku baru mendapatkan berita kebakaran itu pada hari ia akan melontar jumrah Aqobah pada Jumat, 10 Juni 2025. Keluarganya sengaja tak memberi tahunya langsung agar bisa fokus menyelesaikan rangkaian ritual ibadah haji yang dinantikannya sejak 15 tahun lalu.

"Malam di Mina, mungkin melontar, baru aku baca itu chat. Teman-temanku tuh enggak ada yang bilang. Baru nanti selesai melontar, baru ke situ, saya baca HP itu, masih low bat juga," tuturnya ditemui di sela menunggu penerbangan ke Indonesia di paviliun Terminal Haji Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Sabtu, 14 Juni 2025.

Suaminya, Supardi, dan anak semata wayangnya sengaja tak memberitahunya segera karena ia punya tekanan darah tinggi. Namun ketika kabar itu akhirnya terdengar, ia mengaku menguatkan diri walau perasaannya tak karuan.

Anisah mengaku suami dan anaknya hanya bisa menyelamatkan sepeda motor yang terparkir di kolong rumah. "Semua pakaian dan barang berharga tak ada yang bisa diselamatkan," imbuh jemaah haji itu.

Dapat Keluarga Baru

Semua terasa berat saat keluarga memintanya agar bersabar. "Itu sudah takdir. Biar kita kalau mau Tuhan ambil nyawa itu, kita (siap)," ujarnya dengan kalimat menggantung.

Matanya kembali memerah, menahan tangis, menumpahkan beban kesedihan. Selama beberapa waktu terdiam, perempuan di sampingnya, Ely Rahmini Musa, mewakilinya menjawab pertanyaan Media Center Haji (MCH) 2025. 

Ia tak memiliki hubungan darah dengan Anisah. Mereka baru saling mengenal setelah sama-sama manasik haji di KBIHU yang sama di Soppeng meski ternyata tinggal di area yang sama. Ia juga pergi naik haji hanya sendiri, tanpa suami. Dengan jarak usia dua tahun, keduanya sudah seperti kakak beradik.

"Keluarganya titipkan dia padaku," kata Ely. Sejak itu, mereka terus bersama sejak di embarkasi hingga kepulangan ke Tanah Air.

Menurut Ely, rumah Anisah adalah rumah ketiga sekaligus rumah terakhir yang terbakar. Keluarga Anisah bertahan tinggal di tanah bekas rumah panggung itu berdiri dengan mendirikan tenda di halaman depan rumah. "Yang dua-duanya habis semuanya. Kalau ini kan masih ada teras," jawabnya. 

 

Perjalanan Naik Haji nan Berkesan

Empati Ely terketuk mengingat ia juga pernah menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu. Ia pun setia mendampingi Anisah menjalani hari-hari selama di Tanah Suci. 

Tak hanya Ely, Anisah juga mendapat keluarga besar baru selama naik haji, yakni rombongan jemaah haji asal Soppeng yang berjumlah 41 orang. Mereka, dipimpin petugas pembimbing ibadah haji yang juga Kepala Kemenag setempat, Musriadi, bahkan berinisiatif mengumpulkan uang untuk membantu keperluan Anisah.

Anisah mengaku tetap akan langsung ke rumahnya di kampung, meskipun itu harus tidur di bawah tenda. "Saya pergi dilepas di rumah saya, maka pantang bagi orang Bugis untuk tiba bukan di rumah sendiri," katanya.

Di sisi lain, perjalanan berhajinya meninggalkan kesan mendalam. "Semuanya berkesan, Kak. Ini satu kamar, baik semua teman-teman," katanya.

Ia merasa pelayanan dan fasilitas yang didapatnya sebagai jemaah haji reguler memadai, terutama soal makanan. "Enggak (kurang), malah berlebihan," ujarnya.

Fasilitas tenda selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina juga disebutnya memadai. "Alhamdulillah, kita yang mudah masuk tenda," kata Anisah lagi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6