Maknai Idul Adha, Farah PAN Ajak Warga Bangun Kebersamaan di Era Digital

Anggota Satgas Perlindungan Tenaga Kerja DPR dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia berkolaborasi dengan jaringan relawannya dalam berbagi bingkisan kurban ke daerah pemilihannya yakni Jabar IX: Subang, Majalengka, dan Sumedang.

Diperbarui 07 Juni 2025, 10:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momen berkurban, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan nilai kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian yang mendalam bagi sesama.

Memaknai hal itu, Anggota Satgas Perlindungan Tenaga Kerja DPR dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia berkolaborasi dengan jaringan relawannya dalam berbagi bingkisan kurban ke daerah pemilihannya yakni Jabar IX: Subang, Majalengka, dan Sumedang.

"Inilah semangat yang diusung dalam perayaan Idul Adha 1446 Hijriah di Daerah Pemilihan. Melalui kolaborasi dengan jaringan relawan Baraya Neng Farah, sebanyak 3.000 bingkisan rendang dan 16 ekor sapi kurban didistribusikan ke seluruh penjuru tiga kabupaten tersebut," kata Farah dalam keterangan diterima, Jumat (6/6/2025).

Farah ingin, bingkisan diberikan menghadirkan pesan bahwa setiap tindakan berbagi memiliki dampak yang mendalam bagi kesejahteraan individu dan masyarakat. Dia menekankan, setiap langkah distribusi ini tidak hanya soal angka dan logistik, tetapi tentang memelihara nilai solidaritas.

"Kita semua pernah merasakan jatuh bangun dalam hidup. Idul Adha ini adalah pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang apa yang bisa kita bagi,” ujarnya.

Farah mengutip, berdasarkan penelitian dipublikasikan oleh GGSC, tindakan berbagi dapat memperkuat ikatan sosial dan membangun rasa saling percaya dalam komunitas.

"Ketika individu merasa terhubung dan peduli terhadap sesama, mereka lebih cenderung untuk berkontribusi positif dalam masyarakat," ungkap Farah.

 

Dialog

Farah pun menyempatkan diri untuk berdialog dengan para relawan yang menjadi garda terdepan penyaluran bantuan. Baginya, kegiatan ini adalah bukti bahwa politik harus kembali ke akar: menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan harapan yang nyata.

“Ini bukan hanya tentang apa yang saya lakukan, tetapi tentang apa yang bisa kita lakukan bersama. Mari kita rawat kebersamaan ini, agar semangat saling menguatkan tetap tumbuh, bahkan setelah Idul Adha berlalu,” Farah menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6