Liputan6.com, Jakarta - Kinerja Iksan Baharudin dan Iriane Iliyas menjadi Bupati dan Wakil Bupati Morowali memasuki 100 hari pertamanya sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam periode tersebut, pasangan akronim IKLAS tersebut merealisasikan sejumlah janji politik, mulai dari sektor kesehatan, infrastruktur, hingga kesejahteraan rakyat.
Menilai realisasi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, melihat ada fokus pada pembenahan sektor kesehatan. Melalui program Kesehatan Plus, lewat layanan “Jemput Sakit, Pulang Sehat”.
"Tak hanya itu, mereka juga menambah armada ambulans khusus untuk wilayah kepulauan demi mewujudkan kesetaraan layanan antara masyarakat pesisir dan daratan. Fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bungku Tengah pun direnovasi agar lebih layak dan representatif," kata Anwar seperti dikutip Jumat (30/5/2025).
Advertisement
Sbnagai mantan Bupati Morowali dua periode, Anwar mengaku salut karena mereka langsung mengurus bagian yang paling penting dari masyarakat, yakni rumah sakit.
"Ini tentu langkah yang tepat agar mereka bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak,” jelas Anwar.
Anwar melanjutkan, salah satu gebrakan terbesar Iksan-Iriane adalah pembenahan infrastruktur kelistrikan di dua kecamatan lumbung pangan Morowali: Witaponda dan Bumi Raya. Tidak hanya itu, mereka juga tengah memproses normalisasi pasokan listrik di wilayah lain seperti Bungku Tengah, Bahodopi, Menui, dan Sombori Kepulauan.
Tokoh masyarakat Kecamatan Bumi Raya, Marzuki mengaku bersyukur soal listrik di dua kecamatan tersebut. Dia merasakan, situasi sudsh jauh lebih baik. Kalau pun mati lampu, paling hanya sebentar dan langsung menyala lagi,
"Sekarang tidak separah dulu. Saya sangat puas dengan kinerja 100 hari Pak Bupati ini,” puas Marzuki.
Sektor Kesejahteraan
Berikutnya, di sektor kesejahteraan, janji kampanye program Kartu IKLAS Juara mulai diwujudkan. Masyarakat kini berhak mendapat bantuan dana Rp700 ribu per bulan untuk kebutuhan dasar seperti pangan, gas 3 kg, dan minyak goreng.
Sebagi bentuk keberpihakan terhadap petani dan nelayan. Iksan-Iriane turut mengembangkan kesejahteraan nelayan rumput laut, mereka juga dengan tegas menolak pembangunan pipa intake oleh PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) yang dinilai merugikan masyarakat pesisir.
Menurut Iksan, capaian 100 hari kerja adalah permulaan. Sebab sudah dirinya sudah menyusun rencana jangka pendek, menengah, panjang untuk pembangunan Morowali ke depan.
“Semua kerja-kerja kita ini tentu masih permulaan. Program-program kita ada jangka pendek, menengah, dan panjang. Itu semua sudah ada gambarannya untuk memajukan Morowali yang kita cintai ini,” Iksan menandasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314377/original/075428100_1675620387-230205_JOURNAL_Gangguan_Mental_yang_Paling_Banyak_Diderita_Remaja_Indonesia_pada_2022_S3.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237735/original/092492200_1748607506-WhatsApp_Image_2025-05-30_at_17.53.00.jpeg)