Liputan6.com, Jakarta - Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan pengurangan bahaya tembakau guna menekan jumlah perokok di Indonesia. Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti lebih realistis dan efektif dibandingkan kebijakan berhenti merokok total.
“Berhenti merokok total sering kali sulit dilakukan karena gejala putus nikotin (withdrawal), sementara produk tembakau alternatif menawarkan solusi yang lebih realistis bagi perokok dewasa,” ujar Paido, Selasa (20/5/2025).
Ia menilai, hingga saat ini kampanye negatif dan misinformasi masih menjadi penghambat utama bagi perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.
Advertisement
"Kampanye negatif, baik yang disengaja maupun akibat misinformasi, menciptakan persepsi keliru di masyarakat bahwa vape atau produk tembakau alternatif lainnya sama berbahayanya dengan rokok. Informasi yang akurat dan berbasis ilmiah harus digaungkan untuk melawan mispersepsi ini, sehingga perokok dewasa dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk kesehatan mereka,” tegasnya.
Paido menambahkan, penyalahgunaan produk tembakau alternatif untuk mengonsumsi narkoba semakin memperburuk persepsi publik. Oleh karena itu, diperlukan penegakan hukum yang ketat serta edukasi publik secara menyeluruh.
“Edukasi tersebut untuk menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif adalah alat untuk perokok dewasa, bukan untuk non-perokok atau sebagai sarana penyalahgunaan zat terlarang. Dengan demikian, fakta tentang potensi vape sebagai opsi pengurangan risiko dapat tetap jelas di tengah isu penyalahgunaan,” jelasnya.
Kurangi Kebiasaan Merokok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1360915/original/045635300_1475232910-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-09.jpg)
Dengan jumlah perokok di Indonesia yang mencapai sekitar 69 juta jiwa, Paido menilai strategi pengurangan bahaya harus segera diadopsi seperti yang telah dilakukan negara lain, salah satunya Inggris.
Sebagai referensi, laporan Office for Health Improvement and Disparities (2022) dan Royal College of Physicians (2024) di Inggris menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki potensi menurunkan risiko kesehatan secara signifikan dibandingkan rokok konvensional.
Profesor Ilmu Adiksi dari Universitas East Anglia dan Pemimpin Redaksi Nicotine and Tobacco Research, Caitlin Notley, menyatakan bahwa pendekatan pengurangan bahaya dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok yang mematikan.
“Produk tembakau alternatif menawarkan pendekatan pengurangan bahaya untuk mendukung orang beralih dari merokok. Banyak di antaranya mungkin telah mencoba dan gagal menggunakan pendekatan berhenti total,” ujar Notley.
Laporan yang disusun oleh King’s College London juga mencatat bahwa tingkat keberhasilan berhenti merokok dengan bantuan produk tembakau alternatif mencapai 64,9 persen, dibandingkan 58,6 persen pada metode berhenti tanpa bantuan. Sejak 2013, produk tersebut diperkirakan telah membantu 30 hingga 50 ribu perokok dewasa di Inggris setiap tahun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3858938/original/041694600_1640823712-220103_special_content__Redam_Kanker_dengan_Cukai_Rokok_S.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4726373/original/019338800_1706183443-20240125-Cukai_Vape-FAI_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/134/original/013530700_1671867028-WhatsApp_Image_2022-12-24_at_14.27.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4726374/original/031672600_1706183452-20240125-Cukai_Vape-FAI_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532769/original/055140400_1773678262-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_17.13.20.jpeg)