Yonhub TNI AD Bakal Jadi Barak Militer Siswa Nakal di Depok

Supian menjelaskan, Pemerintah Kota Depok akan menjadikan Yonhub sebagai barak militer pembinaan anak nakal dengan kapasitas sekitar 60 orang. Pemerintah Kota Depok akan membatasi jumlah pembinaan anak nakal di lokasi tersebut.

Diperbarui 14 Mei 2025, 13:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Depok telah menindaklanjuti arahan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap pembinaan anak nakal. Pemerintah Kota Depok berencana akan menjadikan Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD Jatijajar, Depok, sebagai lokasi barak militer pembinaan anak nakal.

Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Pemerintah Kota Depok telah berkoordinasi dengan sejumlah unsur Forkopimda terhadap penanganan anak nakal. Rencananya Yonhub Jatijajar akan menjadi lokasi pembinaan anak nakal.

"Ya, tadi kita udah diskusi untuk anak-anak tanda kutip nakal, itu kita akan tempatkan di Yonhub, Jatijajar," ujar Supian, Rabu (14/5/2025).

Supian menjelaskan, Pemerintah Kota Depok akan menjadikan Yonhub pembinaan anak nakal dengan kapasitas sekitar 60 orang. Pemerintah Kota Depok akan membatasi jumlah pembinaan anak nakal di lokasi tersebut.

"Kemarin kurang lebih ada kapasitas 60 orang, mungkin kita akan membatasi jumlahnya," jelas Supian.

Pemerintah Kota Depok sedang menjajaki dengan para pemimpinan di satuan tersebut untuk memberikan pembinaan terhadap anak nakal. Saat ini, Pemerintah Kota Depok sedang melakukan persiapan sebelum merealisasikan pembinaan anak nakal di Yonhub Jatijajar.

"Kita akan percepat (realisasi pelaksanaanya), kita akan renov dulu tempatnya," ucap Supian.

Tidak hanya itu, untuk menyukseskan pembinaan anak nakal menjadi lebih baik, Pemerintah Kota Depok akan merekrut instruktur. Selain itu, Pemerintah Kota Depok akan menyediakan psikologis penanganan anak nakal.

"Kita akan rekrut instruktur-instrukturnya yang bisa melakukan ini, termasuk psikolog nya, termasuk layanan kesehatannya," terang Supian.

Supian mengungkapkan, Pemerintah Kota Depok akan membuka penanganan anak nakal, setelah memastikan kesiapan pembinaan tersebut. Pemerintah Kota Depok ingin memastikan pelaksanaan pembinaan anak nakal dapat merubah karakter anak menjadi lebih baik.

"Ya makanya kita mempercepat upaya anak-anak nakal ke barak ini," ungkap Supian.

Tawuran Anak SD

Saat disinggung soal siswa SD terlibat aksi tawuran, Supian mengaku prihatin dan menjadi perhatian serius terhadap penanganan anak. Keberadaan pembinaan anak nakal di Yonhub Jatijajar sebagai pengingat, Pemerintah Kota Depok serius menangani anak nakal.

"Ini juga menjadi semacam upaya mengingatkan mereka bahwa kita akan menangani secara serius terhadap anak-anak yang nakal, termasuk hari ini sudah menjalar ke anak-anak SD, ini yang kita khawatirkan," tutur Supian.

Sebelumnya, Kapolsek Cimanggis Jupriono menyatakan, tawuran antar siswa SD dari dua sekolah terjadi pada Sabtu 10 Mei 2025, di sekitar Perumahan Laguna 1 Cilangkap, Tapos.

Jupriono menegaskan, kelompok siswa dari kedua SD terlibat tawuran dibubarkan warga sekitar. Tidak ada siswa yang terluka dalam kejadian tersebut.

"Saya turut kecewa dengan yang merekam, karena malah memprovokasi, padahal kalau ada niatan untuk mencegah tidak sampai tawuran, orang jaraknya masih jauh, artinya sangat mungkin tidak sampai bentrok," ucap dia.

Meskipun akan memanggil sejumlah pihak atas aksi tawuran, Polsek Cimanggis tidak akan mengedepankan proses hukum. Polsek Cimanggis akan melakukan langkah pembinaan dan pencegahan sehingga aksi tawuran antar siswa SD tidak terulang kembali.

"Iya kami akan melakukan pembinaan," terang Jupriono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6