Audiensi dengan Koalisi Mobilitas Berkelanjutan, Francine PSI Bahas Keselamatan Pejalan Kaki dan Pesepeda di Jalan Raya

Francine didampingi oleh legislator PSI lainnya, Bun Joi Phiau, mendengarkan keluhan Koalisi Mobilitas Berkelanjutan (KMB) diwakili Fahmi Saimima selaku Ketua, yang mengeluhkan masih belum amannya DKI Jakarta bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Diperbarui 07 Mei 2025, 19:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, mengundang Koalisi Mobilitas Berkelanjutan di DPRD DKI Jakarta untuk audiensi pada Senin, 5 Maret 2025. Koalisi Mobilitas Berkelanjutan merupakan gabungan dari Road Safety Association, Bike to Work Indonesia, Pekerja Bersepeda, Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal.

Francine didampingi oleh legislator PSI lainnya, Bun Joi Phiau, mendengarkan keluhan Koalisi Mobilitas Berkelanjutan (KMB) diwakili Fahmi Saimima selaku Ketua, yang mengeluhkan masih belum amannya DKI Jakarta bagi pejalan kaki dan pesepeda.

“Dari diskusi dengan teman-teman dari Koalisi Mobilitas Berkelanjutan, dapat disimpulkan bahwa Jakarta masih belum aman bagi pejalan kaki dan pesepeda, apalagi bagi teman disabilitas. Ada satu teman pesepeda tuna rungu yang 12 kali kecelakaan padahal sudah mengenakan penanda,” kata Francine.

Francine menyampaikan bahwa audiensi ini diadakan akibat keprihatinannya atas meninggalnya pesepeda Lulu Junayah serta kehilangan sepeda milik Mimi di parkiran MRT Jakarta. Lulu Junayah meninggal akibat taksi yang berhenti mendadak lalu membuka pintunya di jalur sepeda depan Kedutaan Besar Jepang di Jl. M. H. Thamrin, Jakarta Pusat. Tubuh Lulu terpental ke jalan dan tertabrak oleh sepeda motor.

“Kami turut berduka atas wafatnya Mbak Lulu. Kehilangan nyawa ini tak perlu terjadi jika pengendara bermotor tertib berkendara. Taksi seharusnya tidak berhenti di jalur sepeda. Pejalan kaki dan pesepeda seharusnya mendapat hak yang sama atas keselamatan dan keamanan di jalan raya,” ujar Francine.

Francine mengatakan bahwa kejadian tragis itu harus menjadi refleksi bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi para pesepeda, terutama di jalur yang telah dikhususkan bagi mereka.

“Pemprov DKI Jakarta harus merefleksikan kejadian ini. Nyatanya pesepeda masih belum aman, bahkan ketika mereka menggowes di jalur yang telah disediakan secara khusus. Tingkatkan upaya pengawasan terhadap keamanan dan keselamatannya, termasuk bagi pesepeda perempuan,” sambungnya.

Salah seorang dari Pekerja Bersepeda yang hadir, Ariyo Bimmo mengatakan bahwa pembangunan sarana mobilitas di Jakarta masih sangat menitikberatkan kendaraan bermotor serta minim untuk pesepeda dan pejalan kaki.

"Keselamatan di jalan raya memang tanggung jawab bersama, namun pemerintah berperan vital untuk memastikannya melalui pembangunan. Jangan biasakan bilang kecelakaan ketika hal tersebut sebenarnya dapat dicegah dan diminimalisi," ujar Ariyo.

 

Pencurian Sepeda

Dalam audiensi ini, Francine yang juga anggota Pansus Perparkiran DPRD Provinsi DKI Jakarta, menyorot pencurian sepeda yang terjadi di area MRT Jakarta. Francine menyampaikan simpatinya dan meminta agar ke depannya MRT Jakarta dapat meningkatkan keamanan dan pengawasan di semua stasiunnya.

“Kami bersimpati atas kehilangan sepeda Mbak Mimi yang dicuri di area MRT Jakarta. Perlu ditingkatkan lagi keamanannya dan diawasi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tandasnya.

“Kami juga menerima aduan Koalisi Mobilitas Berkelanjutan bahwa pembangunan jalur sepeda belum sesuai dengan target yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Ada beberapa JPO yang belum ramah lansia dan disabilitas karena menggunakan tangga bertingkat-tingkat dan memutar panjang. Akan kami sampaikan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti, termasuk Dinas Perhubungan,” tutupnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6