Gubernur Pramono Tegaskan Pemutihan Ijazah Bagi Pelajar Jakarta yang Tak Mampu

Pramono berharap, setelah semua ijazah pelajar Jakarta yang tertahan bisa diputihkan maka langkah berikutnya adalah berkordinasi kepada pihak sekolah, khususnya swasta agar tidak ada lagi ijazah pelajar yang ditahan.

Diperbarui 02 Mei 2025, 11:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas, Gubernur Jakarta Pramono Anung menjalankan program tahap dua pemutihan ijazah. Tercatat, ada 371 pelajar mendapatkan kesempatan dalam program tahap kedua ini.

Menurut dia, program itu menyasar kepada mereka yang tidak bisa mengambil ijazahnya usai menuntaskan masa pendidikannya di bangku sekolah. Alasannya, karena adanya hal administrasi yang belum dilunasi selama bersekolah. Khususnya terhadap pelajar di sekolah swasta.

"Yang tertahan itu bukan membayar untuk ijazahnya, tetapi hal-hal yang berkaitan dengan sekolahnya, dia tidak mampu. Walaupun sekolah sudah gratis tapi kan kadang-kadang masih ada pembayaran di lapangan yang harus dilakukan dan tidak bisa dilakukan," jelas Pramono.

Pramono berharap, setelah semua ijazah pelajar Jakarta yang tertahan bisa diputihkan maka langkah berikutnya adalah berkordinasi kepada pihak sekolah, khususnya swasta agar tidak ada lagi ijazah pelajar yang ditahan.

"Kami akan secara khusus berbicara dengan sekolah-sekolah swasta. Bahwa yang seperti ini tidak boleh terjadi. Karena sekolah swasta pada waktu itu kan masih berbayar, masih membayar dan rata-rata anak ini dari keluarga yang tidak mampu tidak bisa membayar," ungkap Pramono.

Sebagai informasi, pemutihan ijazah tahap kedua menjangkau 371 pelajar. Sedangkan sebelumnya di tahap pertama, pemutihan ijazah dibagikan kepada 117 pelajar. 

Akan Ada Tahap Ketiga

Pramono memastikan, berikutnya akan ada tahap ketiga dengan pelajar yang sudah terdata saat ini sebanyak 6.652 orang. Banyaknya ijazah tertahan merupakan bentuk kumulatif dari tahun ke tahun yang bukan hanya satu atau dua tahun saja, tetapi ada yang sudah mencapai belasan tahun di semua tingkatan pendidikan, mulai dari dasar, menengah hingga atas.

"Pemerintah dalam hal ini harus hadir dan kami bersyukur Baznas membantu. Ini merupakan program quick win saya dan Bang Doel (wakil gubernur Jakarta) dalam 100 hari, Alhamdulillah hal-hal yang utama apa yang kami sampaikan ketika melakukan sosialisasi sekarang ini hampir sebagian besar telah terpenuhi," dia menandasi.

Pemprov Jakarta Kembali Gelar Pemutihan Ijazah Tahap pada Mei 2025

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memastikan bahwa penyerahan ijazah tahap kedua akan dilakukan pada 2 Mei 2025 mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Menurut Pramono, proses pemutihan ijazah tidak bisa dilaksanakan sekaligus karena berkaitan dengan banyak aspek, termasuk data dan administrasi lainnya.

 "Karena pemutihan ijazah ini menyangkut data, menyangkut orang, menyangkut sekolah dan sebagainya. Pasti penyelesaiannya bertahap. Kemarin sudah tahap periode pertama kurang lebih angkanya sekitar Rp500 juta," ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar penyerahan ijazah lanjutan di kawasan Monas atau di Balai Kota Jakarta.

Apabila seluruh ijazah belum berhasil diserahkan pada tahap kedua, Pramono memastikan bahwa program ini akan berlanjut ke tahap-tahap berikutnya.

"Kalau ini memang belum selesai, ada (penyerahan tahap) ketiga, keempat dan seterusnya. Karena bagi saya persoalan ijazah ini adalah persoalan serius yang dihadapi oleh warga, masyarakat yang memang kalau tidak dibantu, ditebus oleh pemerintah DKI enggak bakal diambil," tegasnya.

Dalam Proses Pendataan

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, menyampaikan bahwa Pemprov DKI saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah ijazah dari seluruh lulusan satuan pendidikan yang tertahan dan akan diputihkan.

Pada pelaksanaan tahap pertama, Pemprov DKI bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta telah menyerahkan bantuan penebusan ijazah untuk 117 lulusan dengan total nilai bantuan sebesar Rp596.422.200.

Program pemutihan ini akan berlanjut ke tahap kedua, dengan target penerima manfaat sebanyak 250 lulusan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6