KKP Siapkan Proyek Karbon Biru dari Ekosistem Laut

Kuasai 17% cadangan dunia, KKP tancap gas siapkan proyek karbon biru (blue carbon) dari ekosistem mangrove dan padang lamun untuk topang perdagangan karbon.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan pengembangan proyek karbon biru (blue carbon) sebagai bagian dari ekosistem perdagangan karbon nasional. Potensi besar ini bersumber dari berbagai ekosistem pesisir dan laut Indonesia yang dikenal efektif dalam menyerap emisi karbon.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan bahwa KKP telah memetakan sejumlah kawasan laut untuk mendukung implementasi kebijakan ini. Potensi yang diandalkan mencakup terumbu karang, carbon biodiversity system (CBS), hingga padang lamun.

“Kami sudah menyiapkan potensi di wilayah laut. Di sana ada terumbu karang, ada CBS, dan padang lamun. Ini salah satu yang sedang kami kerjakan,” ujar Trenggono dalam konferensi pers peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Jakarta Theater, Kamis (9/7/2026).

Menurut Trenggono, sektor kelautan memiliki peluang besar untuk menyokong pasar karbon nasional. Saat ini, pemerintah masih merampungkan berbagai tahapan persiapan regulasi dan teknis sebelum proyek tersebut diimplementasikan secara masif dan bertahap ke depan.

 

Menguasai 17% Cadangan Karbon Biru Dunia

Dilansir dari laman resmi KKP, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo, menegaskan bahwa ekosistem karbon biru merupakan solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang krusial bagi mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.

Pemanfaatan ekosistem pesisir ini perlu dipercepat agar mampu memberikan dampak lingkungan sekaligus nilai ekonomi secara berkelanjutan.

“Kita perlu mengambil tindakan nyata sebelum terlambat. Pendekatan seperti solusi berbasis alam dan adaptasi berbasis ekosistem dapat menjadi bagian dari tindakan nyata tersebut,” kata Victor dalam sebuah sesi diskusi internasional beberapa waktu lalu.

Victor memaparkan bahwa Indonesia modalnya sangat besar karena menguasai sekitar 17% dari total cadangan karbon biru dunia. Kekayaan ekologis ini disokong oleh keberadaan sekitar 3,3 juta hektare hutan mangrove dan 1,8 juta hektare padang lamun. Menariknya, padang lamun dan mangrove memiliki kemampuan menyerap emisi karbon 3 hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem hutan daratan.

 

5 Program Prioritas

Selain menjadi penyerap karbon alami, ekosistem karbon biru bersama terumbu karang juga berfungsi benteng pelindung kawasan pesisir dari dampak ekstrem perubahan iklim. Oleh karena itu, tata kelolanya diintegrasikan langsung ke dalam lima program prioritas ekonomi biru KKP:

  1. Perluasan kawasan konservasi laut.
  2. Kebijakan perikanan tangkap terukur berbasis kuota.
  3. Pengembangan budidaya perikanan ramah lingkungan.
  4. Pengawasan ketat wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
  5. Pengendalian dan pembersihan sampah plastik di laut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6