Peringati Hari Pendidikan Nasional, Taman Nasional Sebangau Kalteng Luncurkan Buku Cerita Anak

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Balai Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan buku cerita anak.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Balai Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan buku cerita anak yang berjudul Puyu. Melalui buku itu, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem sungai dan rawa dari sudut pandang ikan puyuh.

Kepala Balai Taman Nasional Sebangau Ruswanto menyadari, upaya untuk menumbuhkan minat membaca harus dimulai dengan menyediakan materi yang dekat dengan dunia anak. Jika bahan bacaan yang disediakan menarik, mereka akan antusias untuk membaca buku tersebut.

"Kami ingin memberikan edukasi terkait habitat di Taman Nasional Sebagau melalui buku cerita anak," ujar Ruswanto, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, langkah tersebut dianggap sangat penting, karena anak-anak yang berada dalam masa golden age atau usia emas pertumbuhan.

"Pada fase ini, otak anak memiliki daya serap yang luar biasa terhadap informasi dan pembentukan karakter dasar," jelas Ruswanto.

Sementara itu, Noviyanti Nugraheni sebagai penulis buku mengatakan, narasi dalam buku itu dikemas dengan gaya bahasa yang sederhana namun tetap kaya akan nilai-nilai moral dan lingkungan. Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya sekadar membaca, tetapi memiliki kedekatan emosional dengan lingkungan.

"Ikan puyuh adalah ikan lokal di sini. Jadi, saya pengennya dari lokal. Sederhana tokohnya, dan juga berani yang menggambarkan anak-anak kecil suka bereksplorasi," kata Noviyanti.

 

Harap Anak-Anak Tumbuh menjadi Penjaga Hutan Masa Depan

Noviyanti juga menjelaskan buku puyuh terlahir dari penelitian identifikasi ikan yang ada di Taman Nasional Sebangau. Ia berharap melalui buku itu, anak-anak tumbuh menjadi penjaga hutan di masa depan, sehingga nantinya dunia pendidikan akan selaras dengan pelestarian.

Tak hanya peluncuran buku, kegiatan kali ini kian semarak dengan kehadiran berbagai komunitas literasi dan mitra konservasi, salah satunya Yayasan Borneo Nature Fondation (YBNI).

"Sinergi itu menjadi kunci, agar anak-anak mendapatkan asupan pengetahuan yang mendidik, sekaligus inspiratif," ucap dia.

"Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai mitra konsevasi dan teman-teman komunitas literasi lainnya," tutup Noviyanti.