Puan Tegaskan Dukungan RI Terhadap Kemerdekaan Palestina Tak Pernah Surut

Puan menilai, dukungan terhadap Palestina sebagai panggilan moral dan sejarah bangsa yang tak berubah sejak era kemerdekaan.

OlehFachri
Diterbitkan 30 April 2025, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tak pernah surut. Hal tersebut ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani saat bertemu Ketua Parlemen Palestina, Rawhi Fattouh di Istanbul, Turki, Minggu (20/4/2025).

Puan menilai, dukungan terhadap Palestina sebagai panggilan moral dan sejarah bangsa yang tak berubah sejak era kemerdekaan. Ia juga menyebut, berbagai kalangan terus melakukan aksi-aksi nyata dalam membela Palestina.

Di sisi lain, Puan juga menyebut dukungan Indonesia tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari DPR RI yang secara konsisten menyuarakan posisi Indonesia menolak kekerasan di Palestina.

“Baik di meja-meja bilateral dan forum-forum internasional, DPR terus menyuarakan dukungan bagi Palestina dan mengajak negara-negara dunia agar mengupayakan terciptanya perdamaian di Palestina,” sebutnya.

Puan mengatakan, DPR aktif membawa isu pelanggaran HAM di Palestina ke forum seperti IPU, OKI, ASEAN, dan PBB guna menyerukan pemulihan Gaza dan mendorong Israel menghentikan serangan. Ia juga menekankan pentingnya gencatan senjata permanen dan akses bantuan kemanusiaan yang lancar.

“Kita harus memimpin dalam mempromosikan resolusi damai dan menolak kekerasan sebagai sarana untuk menyelesaikan perselisihan. Serangan Israel terhadap warga sipil termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua di Gaza dan Tepi Barat harus dihentikan,” katanya.

Perluas Cakupan Forum

Puan mengusulkan agar forum internasional The Group of Parliaments in Support of Palestine agar memperluas cakupan kawasannya, hingga ke Eropa dan Amerika Latin.

“Koalisi yang lebih besar akan memperkuat pengaruh kita dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian bagi Palestina,” ujarnya.

Puan juga mengusulkan agar pertemuan berikutnya berfokus pada isu tematik seperti penguatan kapasitas otoritas dan parlemen Palestina, kesehatan, pendidikan, serta rekonstruksi Gaza.

“Kita harus bergerak di dua sisi: menghentikan agresi dan memberdayakan rakyat Palestina untuk membangun masa depan yang stabil dan mandiri," ucapnya.

"Dengan persatuan dan kerja sama, kita bisa memberi kontribusi nyata untuk perjuangan Palestina,” imbuh Puan.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6