Cuaca Besok Jumat 25 Maret 2025: Langit Jabodetabek Siang Hari Diprediksi Berawan

Cuaca pagi Jakarta pada besok diprediksi seluruh langitnya akan berawan pada Jumat 25 Maret 2025. Demikianlah prakiraan cuaca besok.

Diterbitkan 24 April 2025, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cuaca Jakarta Jumat, 25 Maret 2025, diprediksi seluruh langitnya akan cerah berawan, berawan, hujan dengan intensitas ringan, dan petir. Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta pada siang hari juga diprediksi akan berawan, kecuali Jakarta Pusat akan cerah. Kemudian pada malam harinya cuaca wilayah Jakarta sebagiannya diprediksi akan cerah, kecuali di Jakarta Pusat akan cerah berawan.

Sementara untuk wilayah penyangga Jakarta, yaitu Bekasi, Depok dan Kota Bogor, Jawa Barat, cuaca pagi diprediksi akan cerah berawan, cerah. Pada siang hari Depok, Kota Bogor,  akan turun hujan dengan intensitas ringan, Bekasi akan berawan. Untuk malam hari seluruh wilayah penyangga jakarta ini akan cerah dan berawan.

Begitu juga cuaca di Kota Tangerang, Banten, diprakirakan pagi hingga malam akan berawan. 

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Berawan  Cerah
 Jakarta Pusat   Cerah Berawan  Cerah  Berawan
 Jakarta Selatan   Cerah Berawan  Berawan  Cerah
 Jakarta Timur   Cerah Berawan  Berawan  Cerah
 Jakarta Utara   Cerah Berawan  Berawan  Cerah
 Kepulauan Seribu   Berawan  Berawan  Berawan 
 Bekasi   Cerah  Berawan  Cerah
 Depok   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah
 Kota Bogor   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Tangerang  Berawan  Berawan  Berawan

BMKG Ungkap Pemicu Gempa Sukabumi Magnitudo 5,6 yang Getarannya Terasa Sampai Bandung dan Garut

Gempa Magnitudo 5,6 mengguncag wilayah Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/4/2025), pukul 17.14.00 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa Sukabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,60° LS ; 106,57° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 143 Km arah Selatan Kota Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, pada kedalaman 36 km.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas penyesaran dasar laut.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," katanya.

Gempa berdampak dan dirasakan di daerah Tegalbuleud dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Nagrak dan Garut dengan skala intensitas III MMI, daerah Sukabumi, Cianjur, Cidolog, dan Cidadap dengan skala intensitas II-III MMI, daerah Cihanjuang, Citeko, Cisarua, Pelabuhan Ratu, dan Kota Bandung dengan skala intensitas II MMI.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami," katanya.

Hingga pukul 17.50 WIB tadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Meski begitu masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Masyarakat juga diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

BMKG Ingatkan Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sulut Kepulauan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai gelombang tinggi di wilayah perairan kepulauan di Sulut.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 21 April 2025," ungkap Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung Ricky D Aror pada, Minggu (20/4/2025).

Dia memaparkan, pada umumnya angin bertiup dari arah utara-timur dengan kecepatan antara empat hingga 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud yang dapat berdampak pada meningkatnya tinggi gelombang di wilayah tersebut.

“Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujarnya.

Dia berharap, dalam kondisi itu warga mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu nelayan diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

“Kapal tongkang harus memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter,” tuturnya.

Sementara, kapal feri mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6