Liputan6.com, Jakarta - Dalam upaya menjaga kesehatan tanaman dan lingkungan, penggunaan pestisida nabati semakin menjadi pilihan utama bagi para petani dan pegiat kebun. Mempelajari cara membuat pestisida nabati tanpa bahan kimia adalah langkah penting menuju praktik pertanian yang lebih sehat dan lestari.
Pestisida nabati adalah jenis pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan, serta bahan organik lain yang berkhasiat mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Berbeda dengan pestisida kimia sintetis yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia, pestisida nabati menawarkan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan. Pestisida alami ini mudah terurai di alam, sehingga tidak mencemari tanah dan air. Bahan-bahan alaminya akan terurai oleh sinar matahari dan mikroba tanah dalam waktu kurang dari dua minggu, tidak meninggalkan residu berbahaya.Â
Sementara, melansir laman Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Berikut akan dipaparkan secara terperinci cara membuat pestisida nabati tanpa bahan kimia dilansir liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026).
Advertisement
Beragam Bahan Alami Ampuh Pengusir Hama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3275927/original/052757500_1603431735-garlic-545223_1280.jpg)
Banyak tanaman di sekitar kita mengandung senyawa aktif dengan sifat insektisida, fungisida, atau penolak hama. Untuk cara membuat pestisida nabati tanpa bahan kimia, beberapa bahan umum yang bisa dimanfaatkan antara lain bawang putih, daun mimba, daun pepaya, tembakau, cabai, daun sirsak, serai, bawang merah, kulit jeruk/lemon, brotowali, dan kunyit.
-
Bawang Putih
Bawang putih (Allium sativum) mengandung senyawa allicin, diallyl disulfide, dan sulfur yang bersifat antimikroba dan insektisida, efektif mengusir serta membunuh kutu daun, ulat, thrips, dan jamur. Sementara itu, daun mimba (Azadirachta indica) kaya akan azadirachtin, salannin, nimbinen, dan meliantriol yang bekerja dengan mengganggu keseimbangan hormon, menekan nafsu makan, dan mengacaukan siklus pertumbuhan serangga.
-
Daun Pepaya
Daun pepaya mengandung enzim papain dan berbagai senyawa alkaloid yang dapat mengganggu sistem pencernaan hama, terutama ulat pemakan daun. Tembakau, di sisi lain, mengandung nikotin yang merupakan racun saraf efektif terhadap berbagai jenis serangga, khususnya hama penghisap dan ulat. Kandungan capsaicin pada cabai (Capsicum annum) berfungsi sebagai repellent untuk mencegah hama menyerang tanaman karena efek panasnya.
-
Daun Sirsak
Daun sirsak mengandung senyawa tannin, fitosterol, ca-oksalat, dan alkaloid murisine yang bersifat insektisida, racun kontak, repellent, dan penghambat makan (antifeedant).
-
Serai
Serai bersifat penolak (repellent) serta insektisida, bakterisida, dan nematisida.
-
Bawang Merah
Bawang merah memiliki senyawa sulfur dan zat aktif insektisida, sedangkan kulit jeruk/lemon efektif mengusir kutu daun dan semut.
-
Brotowali
Brotowali mengandung alkaloid, zat pahit pikroretin, palmatin, kokulin, dan glikosida yang berfungsi sebagai insektisida.
-
Rimpang Kunyit
Terakhir, rimpang kunyit dapat digunakan sebagai insektisida dan fungisida.
Advertisement
Resep Membuat Pestisida Nabati Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361606/original/062803200_1790739760-b0975672-ca74-4c6c-8aa0-c940e21e983a.jpg)
Berikut adalah beberapa resep sederhana untuk cara membuat pestisida nabati tanpa bahan kimia yang dapat Anda coba di rumah:
Pestisida Bawang Putih
Senyawa allicin, yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang, memiliki sifat antimikroba dan insektisida yang efektif dalam mengendalikan berbagai hama dan patogen.
Cara membuatnya:
-
Haluskan 3-5 siung bawang putih (sekitar 85 gram) dengan sedikit air. Jika menggunakan minyak sayur, campurkan bawang putih halus dengan 50 ml minyak sayur dan biarkan selama 24 jam.
-
Setelah itu, tambahkan 1 liter air ke dalam campuran dan aduk rata. Diamkan larutan selama 12-24 jam agar zat aktif larut, kemudian saring untuk memisahkan ampasnya.
-
Sebelum disemprotkan, tambahkan 1 sendok teh sabun cair sebagai perekat agar larutan lebih mudah menempel pada permukaan daun. Pestisida ini efektif untuk ulat pemakan daun, kutu putih, tungau, trips, kutu daun, dan serangga kecil lainnya.
Pestisida Daun Mimba
-
Siapkan 1 kg daun/biji mimba (atau 150 gram daun segar/50 gram daun kering/250 gram biji mimba) dan 4 liter air (atau 1 liter air).
-
Cuci bersih daun/biji mimba, lalu haluskan. Rendam bahan yang sudah dihaluskan dalam air selama 12-24 jam, lalu saring larutan.
-
Tambahkan 1 sendok makan sabun cair sebagai perekat. Larutan mimba siap diaplikasikan setelah diencerkan 20-40 kali. Pestisida ini menargetkan serangga bertubuh lunak seperti belalang, thrips, ulat kupu-kupu putih, kumbang, wereng coklat, serta penyakit embun tepung, busuk, cacar daun, karat daun, dan bercak daun.
Pestisida Daun Pepaya
Daun pepaya mengandung enzim papain dan berbagai senyawa alkaloid yang dapat mengganggu sistem pencernaan hama, terutama ulat pemakan daun.
-
Siapkan 1 genggam daun pepaya (sekitar 100–200 gram atau 5 lembar daun) dan 1 liter air.
-
Cuci bersih daun pepaya, lalu haluskan dengan ditumbuk atau diblender.
-
Campurkan dengan 1 liter air dan diamkan selama 3-4 jam atau 12-24 jam.
-
Saring larutan dan tambahkan 1 sendok makan sabun cair sebagai perekat. Pestisida ini efektif untuk ulat pemakan daun dan belalang.
Pestisida Tembakau
Tembakau memiliki potensi sebagai pestisida nabati karena mengandung senyawa-senyawa kimia seperti alkaloid dan nikotin yang merupakan racun saraf.
-
Rendam 100 gram tembakau kering dalam 1 liter air mendidih selama 12-24 jam untuk melarutkan zat aktif nikotin.
-
Alternatif lain, rebus tembakau dalam 500 ml air hingga mendidih, lalu dinginkan. Saring ekstrak tembakau dan campurkan dengan air sebelum diaplikasikan. Pestisida ini menargetkan kutu kebul, kutu-kutuan, ulat, hama penghisap, wereng batang coklat, dan walang sangit.
Pestisida Campuran Bawang Putih dan Cabai
Kombinasi bawang putih dan cabai dapat menciptakan pestisida yang ampuh.
-
Haluskan 5 siung bawang putih dan 5 cabai rawit (atau lebih) menggunakan blender atau ulekan.
-
Campurkan dengan 1 liter air dan diamkan selama semalam.
-
Saring cairannya dan tambahkan 1 sendok makan sabun cair.
-
Masukkan ke dalam botol semprot, dan pestisida siap digunakan. Pestisida campuran ini efektif untuk kutu daun, ulat, dan serangga kecil lainnya.
Strategi Aplikasi Optimal Pestisida Nabati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931672/original/017034300_1724931457-Ilustrasi_pupuk_kompos.jpg)
Agar pestisida nabati bekerja secara optimal, perhatikan tips aplikasi berikut:
Lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari agar larutan tidak cepat menguap dan dapat bekerja lebih efektif, serta hindari menyemprot di siang hari untuk mencegah tanaman terbakar matahari. Karena daya kerjanya relatif lambat dan cepat terurai, pestisida nabati perlu diaplikasikan lebih sering dibandingkan pestisida kimia. Penyemprotan dapat dilakukan setiap minggu atau dua minggu sekali, atau disesuaikan dengan tingkat keparahan serangan hama. Untuk kasus serangan parah, aplikasi bisa dilakukan tiga hari berturut-turut.
Untuk dosis, campurkan 2–3 liter larutan pestisida nabati ke dalam tangki 16 liter, lalu tambahkan air hingga tangki penuh. Semprotkan pada bagian daun tanaman, terutama bagian bawah daun yang sering menjadi tempat persembunyian hama. Khusus untuk hama wereng coklat, lakukan penyemprotan pada pangkal batang padi. Sebelum menyemprotkan ke seluruh bagian tanaman, selalu lakukan uji coba pada beberapa daun untuk memastikan tanaman tidak alergi.
Penting juga untuk memvariasikan bahan pestisida nabati yang digunakan atau mengombinasikannya. Hal ini bertujuan agar efektivitasnya lebih tinggi dan hama tidak mudah resisten terhadap satu jenis pestisida saja.Â
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pestisida Nabati Tanpa Bahan Kimia
1. Apa itu pestisida nabati?
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lain yang berkhasiat mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Ini merupakan alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan dibandingkan pestisida kimia sintetis.
2. Mengapa pestisida nabati lebih ramah lingkungan?
Pestisida nabati mudah terurai di alam oleh sinar matahari dan mikroba tanah dalam waktu kurang dari dua minggu, sehingga tidak mencemari tanah dan air serta tidak meninggalkan residu berbahaya.
3. Bahan alami apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati?
Banyak tanaman yang bisa digunakan, antara lain bawang putih, daun mimba, daun pepaya, tembakau, cabai, daun sirsak, serai, bawang merah, kulit jeruk/lemon, brotowali, dan kunyit.
4. Kapan waktu terbaik untuk menyemprotkan pestisida nabati?
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat cuaca teduh, agar larutan tidak cepat menguap dan dapat bekerja lebih efektif. Hindari menyemprot di siang hari.
5. Seberapa sering pestisida nabati perlu diaplikasikan?
Pestisida nabati perlu diaplikasikan lebih sering dibandingkan pestisida kimia karena daya kerjanya relatif lambat dan cepat terurai. Penyemprotan dapat dilakukan setiap minggu atau dua minggu sekali, atau disesuaikan dengan tingkat keparahan serangan hama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539434/original/056891000_1774600557-SPPI_koperasi_desa_merah_putih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3298227/original/057619800_1605584039-gardening-690940_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361565/original/022894000_1790738256-HL_Pakis_Boston.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361611/original/056834300_1790739949-jarett-lopez-6WHl6T-fxU0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361525/original/049738900_1790737220-Gemini_Generated_Image_b171xjb171xjb171.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361558/original/050372800_1790738130-Gemini_Generated_Image_i92c6ti92c6ti92c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361600/original/018648000_1790739747-be1140f7-e5a2-4300-a9b0-2f46e0b19b56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361517/original/056052700_1790735774-HL_WC_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361508/original/089711100_1790735434-Gemini_Generated_Image_ojy8asojy8asojy8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361546/original/004823600_1790737729-b1050eb1-4e25-4e12-a2de-9fccba1c2042.jpg)