Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) masing-masing 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum. Selain itu, TBP 6,25% untuk simpanan rupiah di Bank Perekonomian Rakyat dan 2% untuk simpanan valuta asing (valas) di bank umum. Adapun TBP tersebut berlaku sejak 1 Oktober 2026-31 Januari 2027.
Ketua Dewan Komisioner LPS (DK LPS), Anggito Abimanyu menuturkan, keputusan mempertahankan TBP diambil dengan mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga simpanan rupiah dan valas di perbankan yang terbatas, kinerja intermediasi, dan kondisi likuiditas industri perbankan yang tetap positif, serta cakupan penjaminan simpanan yang tetap tinggi.
“Atas dasar itu, LPS memandang TBP yang berlaku saat ini masih memadai untuk dipertahankan dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan mendukung stabilitas sistem keuangan,” ujar Anggito dikutip dari keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).
Advertisement
Ia menuturkan, LPS akan tetap melakukan evaluasi terhadap TBP secara berkala dengan terus mencermati perkembangan perekonomian global dan domestik, arah kebijakan moneter dan fiskal, serta perkembangan likuiditas dan suku bunga perbankan.
Intermediasi Perbankan Tetap Tumbuh Positif
Dari sisi intermediasi, kinerja perbankan tetap menunjukkan perkembangan positif. Pada Agustus 2026, simpanan masyarakat atau Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 10,94% (yoy) diikuti penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 13,66% (YoY).
Perkembangan itu menunjukkan fungsi intermediasi perbankan berjalan baik dalam mendukung kinerja perekonomian nasional.
"Perkembangan kinerja intermediasi yang positif tersebut turut didukung oleh kondisi likuiditas, profitabilitas, da permodalan perbankan yang tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan perbankan,” ujar Anggito.
Cakupan Penjaminan Simpanan Tetap Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361598/original/029322800_1790739685-Ketua_DK_LPS_-_Anggito_Abimanyu__1_.jpg)
Anggito menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi, TBP yang berlaku saat ini dipandang masih selaras dengan upaya menjaga tingkat cakupan penjaminan tetap tinggi.
Data per Agustus 2026 menunjukkan jumlah rekening nasabah bank umum dengan saldo simpanan hingga Rp 2 miliar, sehingga seluruh simpanannya masuk dalam nilai penjaminan LPS, mencapai 706,75 juta rekening atau 99,94% dari total rekening.
Sementara itu, jumlah rekening nasabah BPR dan BPR dengan saldo simpanan hingga Rp 2 miliar mencapai 15,59 juta rekening atau 99,97% dari total rekening.
"LPS akan terus memantau perkembangan cakupan penjaminan sejalan dengan pergerakan suku bunga pasar simpanan dan dinamika penghimpunan dana pihak ketiga,” kata Anggito.
Advertisement
Transparansi TBP dan Perlindungan Nasabah Terus Diperkuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361610/original/095966700_1790739894-Salinan_4_Foto-Ilustrasi-LPS_Gedung-LPS.jpg)
Mengacu kepada UU LPS, LPS menjamin simpanan nasabah perbankan dengan saldo hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank sepanjang memenuji tiga kriteria atau disingkat 3T yakni Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat suku bunga yang diterima tidak melebihi TBP, dan Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya melakukan fraud yang mengakibatkan kerugian atau membahayakan kelangsungan usaha bank.
“Sejalan dengan itu, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap TBP, LPS kembali menyampaikan kepada nasabah dan calon nasabah bank bahwa TBP merupakan batas maksimum suku bunga simpanan agar simpanan nasabah memenuhi salah satu kriteria program penjaminan LPS,” ujar dia.
Seiring hal itu, LPS selalu mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan yang ditawarkan bank.
"Selain itu, LPS juga meminta perbankan untuk secara aktif dan transparan menyampaikan informasi mengenai TBP melalui seluruh kanal komunikasi, termasuk kanal digital, sebagai bagian dari transparansi dan perlindungan nasabah,” kata dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539434/original/056891000_1774600557-SPPI_koperasi_desa_merah_putih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349280/original/047226900_1757918262-2a382ae5-7ce5-42aa-9447-93e8636268f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351712/original/092778400_1789712013-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.50.48_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340880/original/016103600_1788527817-email-attachment_2026_09_04_ardiansyah-putra_literasi-penjaminan-simpanan-di-lampung-cuma-588-persen-lps-ungkap-penyebabnya_1001629740.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340879/original/079039800_1788527801-email-attachment_2026_09_04_ardiansyah-putra_literasi-penjaminan-simpanan-di-lampung-cuma-588-persen-lps-ungkap-penyebabnya_1001629741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340878/original/096126700_1788527781-email-attachment_2026_09_04_ardiansyah-putra_literasi-penjaminan-simpanan-di-lampung-cuma-588-persen-lps-ungkap-penyebabnya_1001629402.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983551/original/040526200_1730124925-WhatsApp_Image_2024-10-28_at_16.06.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336002/original/055363900_1788087991-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_6.01.19_PM__1_.jpeg)